×

Iklan


Zonasi PPDB SMP di Padang Panjang, Calon Siswa Harus Pilih 3 Sekolah

28 Juni 2022 | 15:00:12 WIB Last Updated 2022-06-28T15:00:12+00:00
    Share
iklan
Zonasi PPDB SMP di Padang Panjang, Calon Siswa Harus Pilih 3 Sekolah
Ilustrasi. NET

Padang Panjang, Khazminang.id-- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Pelajaran 2022/2023 di Kota Padang Panjang mengalami sedikit perubahan dari tahun sebelumnya.

"Untuk calon siswa SMP jalur zonasi harus memilih tiga pilihan saat pendaftaran, yang sebelumnya hanya dua pilihan," kata Fungsional Pengembang Kurikulum dan Sub Koordinator Pembinaan Peserta Didik dan Pembinaan Karakter, Haslinda Mora, Senin (27/6).

Kata Haslinda, pendaftaran PPDB tingkat SMP di Padang Panjang ini hanya berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 4 hingga 5 Juli mendatang. 

    "Memiliki empat jalur, di antaranya jalur zonasi (70 persen), afirmasi (15 persen), perpindahan orang tua (5 persen) dan prestasi (10 persen)," ungkapnya.

    Untuk jalur zonasi, kata dia, calon siswa hanya menginputkan NIK pada laman website https://smartedupp.com. Bagi calon siswa yang ber-KK di Padang Panjang data-data yang lainnya sudah tersimpan.

    Calon siswa memilih tiga pilihan SMP pada zona masing-masing. Untuk zona Padang Panjang Barat (PPB) di antaranya SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 4. Sedangkan zona Padang Panjang Timur (PPT) ada SMPN 3, SMPN 5 dan SMPN 6.

    "Tahun ini kita ada sedikit perubahan untuk pilihan SMP. Tahun lalu hanya dua pilihan, tahun ini kita menyediakan tiga pilihan dari masing-masing zona. Jadi tidak ada sekolah yang unggul dan semua rata," paparnya.

    Hal tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi tahun lalu, di mana ada sekolah yang kekurangan pendaftar. Untuk penerimaan, pihaknya tetap memprioritaskan berdasarkan pilihan calon siswa dan tempat tinggal terdekat.

    "Untuk jalur afirmasi yang menampung 5 persen ini diperuntukkan bagi calon siswa yang kurang mampu dengan menunjukkan kartu DTKS dan juga disabilitas," bebernya.

    Untuk jalur tersebut, katanya, bisa lintas zonasi. Seperti SMPN 5 yang fasilitasnya cukup untuk menampung disabilitas, calon siswa dari zona PPB pun bisa masuk.

    "Sedangkan untuk jalur perpindahan orang tua sebanyak 5 persen, yang bisa mendaftar adalah calon siswa yang orang tuanya memiliki KK di luar namun penempatan atau dinas di Padang Panjang," sambung dia.

    Sementara itu, bagi siswa di luar Kota Padang Panjang yang ingin melanjutkan sekolah di Padang Panjang, bisa menggunakan jalur prestasi yang tersedia sebesar 10 persen.

    Selain itu, untuk daerah hinterland yang berbatasan dengan Kota Padang Panjang, bisa mendaftar setelah PPDB online ini selesai ke sekolah masing-masing, jika kuota masih tersedia.

    "Prinsipnya, siswa kita semua akan tertampung untuk SMP. Karena kita sudah melihat berapa data tampung SMP dengan perbandingan siswa SD yang tamat. Kemungkinan siswa yang berasal dari hinterland untuk masuk ke Kota Padang Panjang besar," tuturnya lagi.

    Bagi calon siswa hinterland yang akan mendaftar SMP di Padang Panjang, tidak boleh mendaftar di kabupaten terdekat terlebih dahulu. Dikarenakan jika sudah mendaftar, data calon siswa tersebut sudah masuk ke kabupaten tersebut dan tidak bisa pindah lagi ke Padang Panjang.

    Sementara itu untuk Sekolah Dasar, PPDB online ini membuka tiga jalur yaitu zonasi (70 persen), afirmasi (25 persen) dan perpindahan orang tua (5 persen).

    "Jalur zonasi dibagi berdasarkan RT. Prinsip zonasi ini bagaimana anak-anak bersekolah dekat dengan tempat tinggalnya," pungkas dia. (Paul Hendri)