×

Iklan


Yazid bin Abdul Qadir Jawas: Bersedekahlah Saat Kita Sehat dan Membutuhkan Harta Itu

06 Mar 2021 | 00:08:22 WIB Last Updated 2021-03-06T00:08:22+00:00
    Share
iklan
Yazid bin Abdul Qadir Jawas: Bersedekahlah Saat Kita Sehat dan Membutuhkan Harta Itu
(foto: Ist/net))

Padang, Khazminang.id-- Bersedekah pada saat kita sehat dan membutuhkan harta itu, pada saat itu kita banyak sedekah, bukan tunggu sakit justru kita lagi sehat walafiat, banyakin sedekah sebab banyak orang yang sedekahnya ketika sakit. Sudah masuk rumah sakit baru mulai sedekah. Justru sekarang saat kita berikan kesehatan oleh Allah perbanyak sedekah.

Allah berfirman dalam surah Al-Munafiqun ayat 10:

 

    وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ ﴾١٠﴿

     

    Infakkanlah sebagian dari apa yang Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu. Lalu ia berkata menyesali, ‘Wahai Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.’” (QS. Al-Munafiqun[63]: 10)

     

    Penyesalan tidak ada manfaatnya. Jadi sudah menjelang mati, baru dia mau sedekah. Seharusnya di saat dia sehat bersedekah, itu sedekah yang paling utama. Atau di saat jiwa ini berat untuk bersedekah, segera sedekah.

     

    Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimana yang paling utama, yang paling besar pahalanya?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

     

    أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَلاَ تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

     

    “Sebaik-baik sedekah (sedekah yang paling utama) yaitu engkau bersedekah dalam keadaan sehat, dalam keadaan jiwa kamu pelit, berat untuk bersedekah, engkau takut fakir dan engkau mencita-citakan kekayaan, yang pada saat itu engkau bersedekah, jangan engkau tunda hingga nanti apabila nyawa sudah sampai di kerongkongan baru engkau berkata, ‘Untuk si Fulan sekian, untuk si Fulan sekian.’ Ketahuilah, harta itu memang milik si Fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    Kenapa (harta itu milik si fulan)? karena dia meninggal, bukan milik dia lagi. Milik siapa? Milik ahli waris. Yang milik dia adalah sekarang ini ketika dia sehat. Banyakin sedekah. Kita kalau sedekah seperti di bayangkan oleh setan itu, takut kefakiran, takut miskin, saat itu kita sedekah. Perbanyak sedekah.

     

    Jadi sedekah pada saat sehat dan saat kita membutuhkan itu lebih utama (*/Novrizal Sadewa).