×

Iklan


Wawako Bukittinggi Sampaikan Nota Pengantar Tiga Ranperda ke DPRD

19 September 2023 | 08:01:27 WIB Last Updated 2023-09-19T08:01:27+00:00
    Share
iklan
Wawako Bukittinggi Sampaikan Nota Pengantar Tiga Ranperda ke DPRD
?Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi memberikan hantaran terhadap tiga ranperda kepada Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial

Bukittinggi, Khazminang.id -- DPRD Kota Bukittinggi gelar rapat paripurna secara maraton selama dua hari, dimulai hari Kamis (14/9), dengan agenda Ranperda perubahan APBD 2023 dan APBD tahun anggaran 2024, sekaligus ranperda penyelenggaraan prasarana, sarana dan utilitas umum.

Pada hari Jumat pagi (15/9) dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-fraksi, dilanjutkan sore harinya Jawaban Wali Kota Bukittinggi terhadap ketiga ranperda.

Pada hari pertama rapat paripurna, Kamis (14/9), Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada dasarnya merupakan implementasi dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam bentuk rencana keuangan tahunan daerah yang disetujui oleh DPRD.

    Selanjutnya dikatakan Beny Yusrial, pembangunan perumahan merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemangku kebijakan dalam membangun suatu wilayah dan seiring dengan perkembangan perkotaan. Dalam mewujudkan penyediaan perumahan yang baik dengan kelengkapan prasarana, sarana dan utilitas umum diperlukan perencanaan pemerintah daerah dan pengembang sebagai stakeholder.

    “Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi mengajukan Raperda tentang Penyelenggaraan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum dalam rangka memberikan pedoman dan pengaturan di bidang penyelenggaraan prasarana, sarana dan utilitas umum serta untuk menjamin kepastian hukum bagi masyarakat di Kota Bukittinggi," jelasnya.

    Sedangkan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi dalam rapat paripurna tersebut hantarkan Ranperda perubahan APBD 2023 dan APBD tahun anggaran 2024, sekaligus ranperda penyelenggaraan prasarana, sarana dan utilitas umum.

    Dalam paparannya menyampaikan, postur perubahan APBD 2023, untuk pendapatan daerah berkurang sebesar Rp17.885.168.924, sehingga anggaran setelah perubahan menjadi Rp733.373.984.970. Belanja daerah bertambah sebesar Rp7.940.256.148, sehingga setelah perubahan menjadi Rp841.888.684.903, jelasnya.

    Untuk pembiayaan daerah berkurang sebesar Rp5.367.087.173, sehingga anggaran setelah perubahan menjadi Rp77.322.187.688. Dari postur pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut masih terdapat defisit sebesar Rp31.192.512.245.

    Sementara itu, Postur Rancangan APBD Tahun 2024, untuk pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp625.106.789.737. Pendapatan daerah ini belum memperhitungkan Dana Alokasi Khusus. Dari sisi PAD dianggarkan sebesar Rp137.169.477.996.

    Belanja daerah dianggarkan sebesar Rp855.700.857.315 yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp747.442290.108. Belanja Modal sebesar Rp97.757.947.207, Belanja Tidak terduga sebesar Rp1.000.000.000: dan Belanja Transfer sebesar Rp9.500.620.000.

    "Pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp30.000.000.000 yang merupakan estimasi SILPA Tahun 2023," ujarnya.

    Terkait ranperda penyelenggaraan prasarana, sarana dan utilitas umum, Wawako menjelaskan, secara umum ruang lingkupnya, mencakup penyediaan, perencanaan dan pembangunan, penyerahan, pengelolaan, pembinaan dan pengawasan dan pendanaan.

    “Besar harapan kita dengan lahirnya Perda ini nantinya diharapkan bisa menjadi landasan hukum bagi Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan Prasarana, Sarana dan Utilitas umum perumahan dan Kawasan permukiman di Kota Bukittinggi sehingga melahirkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Kawasan permukiman yang berkualitas dan layak huni,” jelasnya. (iwin sb)