×

Iklan


Walaupun Disubsidi Rp7 juta, Peminat Motor Listrik Tetap Sepi

08 November 2023 | 08:21:49 WIB Last Updated 2023-11-08T08:21:49+00:00
    Share
iklan
Walaupun Disubsidi Rp7 juta, Peminat Motor Listrik Tetap Sepi

Jakarta, Khazanah – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merasa heran pertumbuhan penjualan motor listrik dengan subsidi Rp7 juta sepi peminat. Belum ada tanda-tanda peningkatan penjualan motor listrik.

Menanggapi hal ini, Founder & CEO Tangkas Motor Listrik Agung Pamungkas menilai ada beberapa alasan subsidi motor listrik Rp7 juta sepi peminat. Alasannya adalah sejak awal kebijakan subsidi motor listrik Rp7 juta dinilai terburu-buru dan tanpa ada perhitungan matang.

"Sejak awal, saya sudah sampaikan yaitu masalah momentum dan waktu. Kesalahan pertama, pada saat itu adalah terburu-buru mengeluarkan statement bahwa nanti akan ada subsidi motor listrik 7 juta," katanya di Jakarta, Selasa (07/11/2023).

    Moeldoko menambahkan, pada saat itu motor listrik sedang booming pada 2021-2022 mengalami puncaknya dan masyarakat antusias membeli.

    "Namun statement pemerintah yang menyatakan nanti akan ada subsidi otomatis itu secara masif membuat masyarakat menunda pembelian dan semua menunggu subsidi. Alhasil industri ini terpukul sekali atas statement itu," katanya.

    Pada 2022, penjualan motor listrik dan minat masyarakat untuk beralih ke motor listrik sangat besar. Adanya kebijakan subsidi motor listrik itu masyarakat yang awalnya mulai tertarik untuk beralih ke motor listrik jadi hilang di pasaran karena menunggu subsidi.

    "Namun setelah ditunggu-tunggu ternyata hanya 4 kategori yang menerima, masyarakat jadi urung membeli," katanya.

    Memang setelah itu muncul lagi kebijakan baru yang menyatakan setiap NIK akan dapat subsidi motor listrik, namun itu pun tidak mudah karena sistem pengurusan TKDN yang rumit, SRUT dan SUT.

    Kemudian kebijakan lintas lembaga dan kementerian yang perlu dikombinasi dan keengganan APM atau dealer menalangi uang Rp7 juta dengan alasan cost of fund.

    "Belum kekhawatiran akan uang yang tertahan atas pembelian Rp7 juta itu," katanya.

    Selain aturan subsidi motor listrik Rp 7 juta tersebut, dia juga menilai bahwa dalam sistem pengurusan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sektor industri mencapai 40% dan sejumlah aturan yang masih dinilai berbelit-belit. Untuk itu, dirinya menyarankan agar pemerintah membuat aturan yang mempermudah industri motor listrik bisa berkembang di Indonesia.

    "Industri motor listrik, adalah industri yang baru. Sudahlah, mudahkanlah semua dulu. Kasih privilege dan berbagi hal insentif," katanya.

    Sebelumnya, Moeldoko mengaku heran dengan laju pertumbuhan penjualan motor listrik subsidi Rp7 Juta. Dari total kuota 20.000 motor listrik di 2024, penyalurannya belum mencapai 50% padahal tahun ini sudah mau berakhir.

    "Iya, itu agak aneh ini memang kenapa agak sulit berkembangnya ya pertumbuhannya. Agak aneh ya," ujarnya.

    Di sisi lain, Moeldoko bilang pemerintah sendiri sudah menghilangkan persyaratan ketat pada motor listrik subsidi. Namun, sampai saat ini penyalurannya tetap minim.