×

Iklan

POTENSIAL DIKEMBANGKAN DI SUMBAR
Wagub Sebut Ikan Sidat Berpeluang Dipasarkan Hingga ke Mancanegara

10 Jun 2021 | 16:46:40 WIB Last Updated 2021-06-10T16:46:40+00:00
    Share
iklan
Wagub Sebut Ikan Sidat Berpeluang Dipasarkan Hingga ke Mancanegara
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, saat kunjungan kerja ke Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/6).

Padang, Khazminang.id-- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy menyebut, sidat merupakan salah satu jenis ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan masyarakat di Sumbar.

"Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai ‘Belut Bertelinga’ memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar lokal maupun luar negeri," ujarnya saat kunjungan kerja ke Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/6).

Permintaan pasar akan ikan sidat sangat tinggi, bahkan mencapai 500.000 ton per tahun. Terutama dari Jepang dan Korea, pemasok utama sidat adalah Cina dan Taiwan (Anonim, 2006).

    Sidat yang dikenal dengan ’unagi’ di Jepang sangat mahal harganya karena memiliki kandungan protein 16,4 persen dan vitamin A yang tinggi sebesar 4700IU.

    "Selain belajar pengelolaan sampah, kita juga ingin belajar budidaya sidat di Cilacap ini. Kita tahu sidat merupakan komoditas yang cukup seksi untuk di ekspor ke Jepang. Masakan sidat disebut Unagi," ungkap Andy.

    Wagub Audy menceritakan bahwa sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, pernah mengunjungi Sumbar untuk meningkatkan pendapatan nelayan salah satunya budidaya sidat.

    Hal itu, kata dia merupakan salah satu visi dan misi dari pemerintah Sumbar yang menganggarkan 10 persen untuk pertanian dan pertenakan.

    "Kita juga budidaya ikan nila dan emas terbesar di pulau Sumatera yang bisa menghasilkan dari provinsi tetangga," ucapnya.

    Mengingat tingginya potensi ikan sidat sebagai komoditi penghasil devisa dan perlunya pengembangan pembudidayaannya, maka akan dikupas sekilas mengenai morfologi, reproduksi dan aspek budidayanya.

    "Semoga dalam kunjungan ini bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat Sumbar. Kami juga berharap Bapak Bupati juga bisa melakukan kunjungan balasan ke Sumbar. Kami yakin Bapak nanti bisa makan 9 kali sehari di Sumbar, karena masakan Minangkabau ada dua rasa yaitu enak dan enak sekali," tuturnya. (Rina Akmal)