×

Iklan

KLAIM BOS LAB WUHAN:
Varian Baru Akan Terus Muncul, Persiapkan Diri untuk Hidup Berdampingan dengan COVID-19

05 Agustus 2021 | 14:59:00 WIB Last Updated 2021-08-05T14:59:00+00:00
    Share
iklan
Varian Baru Akan Terus Muncul, Persiapkan Diri untuk Hidup Berdampingan dengan COVID-19
Shi Zhengli. Foto: Chinatopix via AP

Wuhan, Khazminang.id-- Varian baru virus Corona COVID-19 disebut akan terus muncul di masa depan. Itu karena semakin tingginya angka infeksi menyediakan lebih banyak peluang bagi virus itu untuk bermutasi.

Demikian dikatakan oleh Shi Zhengli, Direktur Center for Emerging Infectious Diseases di Wuhan Institute of Virology (WIV). Wanita yang dijuluki bat woman lantaran sudah lama meneliti virus kelelawar ini menyinggung varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India.

Saat ini, varian Delta menjadi masalah besar di banyak negara karena tingkat penularan lebih tinggi. Varian delta menurut World Health Organization (WHO) sudah terdeteksi di 98 negara.

    Walaupun virus Corona diprediksi tak henti bermutasi, Zhengli meminta semua orang tetap tenang. Selain itu, dia menyarankan agar semua orang secepatnya vaksin Corona.

    "Kita tidak seharusnya panik, tapi kita perlu mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan virus Corona ini dalam jangka panjang," cetusnya seperti dikutip Khazminang.id dari Global Times, Kamis (5/8/2021).

    Vaksinasi disebutnya menjadi perlindungan yang cukup untuk virus Corona maupun mutasinya. Zhengli menyampaikan bahwa meskipun vaksin tidak bisa mencegah infeksi, namun tetap efektif untuk mencegah agar gejala Corona tidak memburuk atau membuat pasien kritis.

    Langkah pencegahan yang selama ini sudah dilakukan juga masih efektif. "Cegah ada kerumunan, praktikkan social distancing, pakai masker dan sering-seringlah cuci tangan," kata dia.

    Di sisi lain, Zhengli termasuk ilmuwan di Lab Wuhan yang jadi sorotan lantaran teori kebocoran virus Corona dari lab yang masih digaungkan. Belum lama ini, dia membantah semua tuduhan. "Bagaimana mungkin saya bisa membuka bukti untuk sesuatu yang memang tidak ada buktinya?" katanya seperti dikutip dari New York Times.

    "Saya tidak tahu kenapa dunia bisa sampai pada hal ini, secara konstan membanjiri keburukan pada ilmuwan-ilmuwan yang tidak bersalah," tambah dia dalam keterangan singkat. (han/*)