×

Iklan

DIPERKIRAKAN PARA PESERTA JUGA TERPAPAR
Usai Menyunat Massal, Mantan Wawako Padang Panjang Dinyatakan Positif Covid-19

23 Juni 2020 | 11:49:29 WIB Last Updated 2020-06-23T11:49:29+00:00
    Share
iklan
Usai Menyunat Massal, Mantan Wawako Padang Panjang Dinyatakan Positif Covid-19
GERBANG masuk Kota Padang Panjang. NET

Padang Panjang, Khazminang.id-- Kabar kurang baik dari Padang Panjang, Mantan Wakil Walikota Padang Panjang, dr Mawardi dan istrinya Ny. Hj. Agusnilra, dinyatakan positif corona atau Covid-19.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Padang Panjang, H. Ampera Salim yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Kini, kata Ampera, kedua pasien sudah diisolasi di RSUD Padang Panjang.

"Hasil test swab dari laboratorium diagnostik dan riset terpadu penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Unand Padang tersebut keluar dini hari tadi. Dua warga Padang Panjang itu dinyatakan positif," kata Ampera Salim di ruang kerjanya.

    Dalam wawancara dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Nuryunuwar, Selasa (23/6), sebelumnya pada Sabtu (20/6) lalu, istri dari mantan Wakil Walikota itu mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan. Beliau kemudian dibawa ke RSUD Padang Panjang.

    Sementara Mawardi yang berprofesi sebagai dokter itu tidak mengalami gejala dengan suhu 36°C . "Saat di rontgen dinyatakan PDP," katanya.

    SOP ditindaklanjuti dengan test swab, Senin (22/6). Berdasarkan laporan dari Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian, keduanya (Mawardi dan istrinya) dinyatakan positif dan saat ini ditangani di RSUD Kota Padang Panjang.

    "Mawardi diisolasi karena tidak memiliki gejala, sedangkan istrinya dirawat karena memiliki penyakit lainnya," katanya.

    Kadis DKK menyampaikan, bagi yang merasa ada kontak untuk melapor. "Bagi yang merasa ada kontak dengan yang bersangkutan agar melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas terdekat dan membatasi kontak untuk di swab," katanya.

    Nuryanuwar menghimbau agar masyarakat Kota Padang panjang tetap waspada dan mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan.

    Nuryanuwar mengatakan, pihaknya akan melakukan tracing dan tracking terhadap kedua pasien, untuk memutus rantai penyebaran virus. “Pak Mawardi dikenal sebagai salah satu dokter di Padang Panjang yang memiliki banyak pasien. Kita akan tracing dan tracking,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, pasien positif kembali ditemukan setelah tidak ada penambahan kasus selama 2 bulan terakhir. “Kami menduga ini klaster baru,” ujarnya.

    Khitanan Massal

    Informasi yang beredar, dua hari lalu dr Mawardi dikabarkan sempat terlibat langsung dalam bakti sosial khitanan massal. Dikhawatirkan akan banyak yang terinfeksi pasca kegiatan itu dan sekarang sedangkan dikumpulkan data-datanya untuk langkah tracking.

    Sementara itu walikota Fadly Amran mengimbau warganya tetap meningkatkan kewaspadaan. "Covid-19 belum berakhir. Tetaplah taat pada protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak, hindari kontak fisik dan sering cuci tangan pakai sabun," kata Walikota yang juga Ketua KNPI Sumbar itu.

    Fadly berharap, gairah masyarakat untuk menghadapi era new normal jangan sampai membuat kewaspadaan menurun.

    Apalagi, kasus baru positif corona (Covid-19) Sumbar masih terhitung tinggi setiap harinya.

    Dokter Mawardi Samah adalah Wakil Walikota di masa Hendri Arnis memimpin Kota Serambi Mekah itu. PadaPilkada lalu, ia juga maju dan diusulkan sejumlah tokoh sebagai Walikota, namun ia tidak mendapat dukungan suara yang memadai dibanding Fadly Amran.**

    (Paul Hendri)