×

Iklan


UP-DATE PENCARIAN KRI NANGGALA: Ini Kecanggihan P-8 Poseidon

24 Apr 2021 | 11:44:20 WIB Last Updated 2021-04-24T11:44:20+00:00
    Share
iklan
UP-DATE PENCARIAN KRI NANGGALA: Ini Kecanggihan P-8 Poseidon
P-8A yang juga canggih (Foto: Arabian Aerospace)

Padang, Khazminang.id -- Boeing P-8 Poseidon adalah pesawat militer AS yang dulu disebut Multimission Maritime Aircraft atau MMA. Dikembangkan oleh Boeing Defense, Space & Security, dimodifikasi dari arsitektur pesawat Boeing 737-800. P-8 Poseidon juga memiliki kemampuan sebagai pesawat anti-kapal selam (ASW) serta peran intelijen elektronik (ELINT). 

Ia dilengkapi dengan torpedo, rudal anti-kapal SLAM-ER, dan senjata lainnya. Boeing P-8 Poseidon ini juga akan dapat menjatuhkan dan memantau pergerakan sonobuoys. Sonobuoys adalah salah satu Alutsista Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mendeteksi kapal selam lawan. Hanya berbobot delapan pon, panjangnya tiga kaki dan tidak meledak. Sonobuoy adalah sensor yang dimasukkan ke air untuk mendeteksi kapal selam musuh, kemampuan ini telah dimiliki Amerika dan sekutunya selama beberapa dekade. Pentagon ingin membeli 204.000 sonobuoy dalam permintaan anggaran tahun 2020 atau meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2018.

P-8 memiliki kemampuan terbang sampai 41.000 kaki dengan maksimal kecematan 490 knot (1 knots sama dengan 1.852 Km/jam) 

    Pesawat yang lebih pas disebut pesawat mata-mata ini memiliki dua mesin CFM56-7 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 27.000 lbf. Satuan Lbf adalah satuan untuk mengukur LBF adalah satuan untuk mengukur massa dan gaya. Lbf adalah singkatan dari Pound force. 

    Pesawat sepanjang 39,47 meter dan dan rentang sayap 37,64 meter, dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah membuktikan kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan. Pesawat patroli ini telah terjual ke setidaknya tujuh negara. Selain AS, India dan Australia, negara lain yang telah membeli pesawat P-8 ini adalah Korea Selatan, Selandia Baru, Norwegia dan Inggris. (eko/berbagai sumber)