×

Iklan


Untung Ruginya Pembangunan Jalan Tol di Indonesia

14 Oktober 2022 | 08:04:16 WIB Last Updated 2022-10-14T08:04:16+00:00
    Share
iklan
Untung Ruginya Pembangunan Jalan Tol di Indonesia
Lebuh Raya Utara Selatan, jalan tol di Malaysia

Oleh : Abdul Aziz

PDIM Universitas Andalas, Padang


    Ketika harus menjawab pertanyaan sahabat saya yang menanyakan “apa kuntungan jalan tol dibandingkan jalan arteri ?”. Kening saya pun mulai berkerut, kemana arah pertanyaan sahabat saya ini. Saya harus menjawab dari paradigma yang mana. Jawaban dari  paradigma pengusaha, kepentingan pemerintah, study kelayakan atau jawab sebagai peneliti. 

    Ketika saya harus menjawab dari paradigma pengusaha, jelas saya akan mengarahkan bagaimana agar proyek jalan tol bisa diwujudkan karena ada potensi besar keuntungan disana. Kalau dijawab dari paradigma pemerintah tentunya harus dapat meng-absorb berbagai kepentingan. Namun ketika saya harus menjawab dari paradigma study kelayakan maka bisa saja jalan tol menjadi pilihan paling layak ketika ada pengusaha yang mengintervensi saya saat membuat FS. Semua paradigma diatas sepertinya sangat rentan untuk dipengaruhi oleh berbagai kepentingan yang bisa di setting sesuai kehendak.

    Sepertinya saya harus menjawabnya dari paradigma peneliti atau research paradigma agar jawaban yang saya berikan lebih netral dan menampilkan informasi yang dapat digunakan teman saya itu sebagai landasan pengambil keputusan.

    Secara filosofi ilmu, untuk menjawab pertanyaan diatas, tahap awal perlu pemahaman terdapat filosofi dari jalan tol atau arteri itu. Pemahaman pertama pada ontologi dari kebutuhan jalan raya sebagai pendorong peningkatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai makhluk sosial. Seberapa besar pengaruh keberadaan jalan raya itu terhadap peningkatan ekonomi dan mobilitas masayarakat dalam beraktifitas. Apakah dampak keberadaan jalan raya itu akan memeberikan kemakmuran bagi masyakat disekitar jalan tol dibandingkan pengorbanannya karena harus menyerahkan tanah milik keluarganya dijual untuk pembuatan jalan raya. Diperlukan ekplorasi yang mendalam agar didapatkan data yang valid untuk dianalisa pada tahan berikutnya.

    Pemahaman kedua, harus mengkaji dari aspek Epitemologinya. Kajian ini lebih mengarah kepada landasan mengapa dibutuhkan jalan raya baru ditempat itu. Apakah daerah itu dibutuhkan sebagai pengembangan kota, zona industri, atau hanya sebagai penghubung dari satu kota ke kota lainnya sebagai bagian dari kebutuhan supply chain.

    Pemahaman ketiga adalah dari aspek Axiologi yang akan memperlihatkan keuntungan dari dibangunnya jalan raya tsb, apakah dalam bentuk jalan tol atau arteri. Apakah memang lebih besar manfaat dari mudharatnya, maka akan terjawan pada tinjauan aspek Axiologi ini.

    Dan yang terakhir dapat dikaji dari aspek metodologinya untuk pengolahan semua data yang didapatkan diatas. Banyak sekali metodologi yang dapat digunakan untuk menganalisa data dalam memvalidasi data yang terkumpul sebagai dasar pengakajian apakah harus memilik jalan tol atau cukup jalan arteri saja.

    Orang awam, boleh saja berpendapat apa saja tentang untung rugi dibangunnya jalan tol  atau arteri itu karena berpendapat merupakan hak manusia sebagai makhluk sosial. Semua pendapat, asumsi dan narasi yang dimunculkan akan tersaring secara benar ketika data itu dianalisis dengan metodologi yang tepat dan statistic analysis serta penggunaan analisa kualitatif akan mempermelihatkan sumua faktor-fakto yang mempengaruhi. 

    Disaat hasil analisis melerlihatkan banyaknya faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan maka itulah yang sebenarnya menjadi jawaban awalnya. Apakah harus membangun jalan tol baru atau cukup hanya dengan revitalisasi jalan raya yang sudah ada sebagai jalan arteri.

    Bagaimana keberadaan jan tol di luar negeri ?

    Jalan tol memang menjadi salah satu kunci keberhasilan China memacu pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan memajukan daerah-daerah terpencil. Terlepas dari dampak negatif jalan tol itu sendiri terhadap stabilitas sosial budaya, jalan tol membuat China bisa mengeksplor kemampuan ekonomi daerah sehingga mampu menjadi menopang ekonomi nasional, membuat China menjadi raksasa ekonomi dunia.

    London sebagai ibu kota Inggeris, ternyata memetik manfaat dari keberadaan jalan tol yang berhasil mengatasi kemacetan lalulintas.  Hal itu disebabkan pembangunan jalan tol dalam kota seimbang dengan pembangunan sistem transportasi massal yang terpadu.

    Malaysia dengan luas wilayah yang lebih kecil dari negara kita, memiliki rasio panjang jalan tol 3.008 km per satu juta penduduk, sementara Indonesia baru mencapai 126 km per satu juta penduduk. Angka ini semakin jauh jika dibandingkan dengan rasio jalan tol di Jepang dimana rasionya sebesar 9.422 km per satu juta penduduk.

    Fakta yang terjadi di Amerika Serikat, pembangunan jalan bebas hambatan antar negara bagian (Interstate Highways) bukanlah menjadi kunci utama perkembangan sektor perkotaan di Amerika Serikat. Jauh sebelum moda transportasi jalan raya berkembang, sistem perkeretaapian menjadi kunci perkembangan sektor perkotaan di Amerika Serikat mengingat sejak pertengahan abad ke-18 kereta api sudah menjadi transportasi masal di Kota Adikuasa itu. 

    Jaringan rel kereta api di Amerika Serikat menghubungkan sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Kota-kota besar seperti Chicago, Detroit, dan Atlanta adalah contoh kota-kota yang berkembang pesat akibat adanya prasarana kereta api.

    Sebagai jawaban yang lebih kongkrit, selanjutnya akan dipaparkan hasil literatur review yang disimpulkan dari beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian pembangunan jalan tol itu. Hal tersebut tentunya akan lebih tepat ketimbang membuat narasi-narasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

    Keuntungan keberadaan jalan tol :

    Banyak bukti yang menunjukkan jalan tol turut memajukan ekonomi daerah dan mempersibuk kegiatan bisnis, terbukanya lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi rakyat bahkan transaksi sosial. 

    Ruas jalan tol juga telah memicu pertumbuhan kawasan.

    Dampak sosialnya lainnya adalah dengan dibuatkannya jalan arteri bagi penduduk di tepi jalan tol, harga tanah pun menjadi tinggi, tumbuhnya peluang ekonomi dan usaha di lingkungannya.

    Kerugian keberadaan jalan tol :

    Sebagai dampak negatif kehadiran jalan tol, warga masyarakat di sepanjang jalan tol terancam kehidupanya karena tidak bisa berharap banyak dari keberadaan jalan tol. Dampak negatif lainnya adalah berkurangnya daerah resapan air. 

    Tidak sedikit pihak-pihak yang merasa dirugikan, khususnya masyarakat yang berbatasan langsung dengan jala tol karena tidak bisa melakukan akses langsung ke jalan tersebut. 

    Keuntungan pembangunan jalan tol lebih banyak dinikmati oleh wilayah yang merupakan tujuan pergerakan, sedangkan pada wilayah yang bukan merupakan tujuan pergerakan cenderung kurang mendapat manfaatnya.

    Jawaban terhadap keberadaan jalan tol diatas yang merupakan simpulan sederhana dari penelitian terdahulu belumlah selesai, mengingat perkembangan wilayah setelah beroperasinya jalan tol masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

    Akhirnya, amat perlu mempertimbangan kembali ketika pembangunan jalan tol melewati lahan pertanian. Beralih fungsinya lahan pertanian menjadi jalan tol akan menghancur ekonomi kerakyatan, mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian negara. Jika harus tetap membangun jalan tol, hindari melintasi lahan-lahan subur yang menjadi lumbung pangan. Akan lebih baik bila pembangunan jalan tol tersebut diarahkan ke lahan-lahan kering yang selama ini tidak produktif.