×

Iklan

SIMAK MALAM INI DI LADANG TARI NAN JOMBANG
Ulu Ambek, Seni Tradisi dari Tandikek

17 Oktober 2021 | 09:48:41 WIB Last Updated 2021-10-17T09:48:41+00:00
    Share
iklan
Ulu Ambek, Seni  Tradisi dari Tandikek
Ulu Ambek

Padang, Khazminang.id – Ulu Ambek akan menjadi pembuka rangkaian panjang rencana kegiatan Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM) sepanjang 2021/2022. Seni pertunjukan yang berasal dari Tandikek Kabupaten Padang Pariaman itu dipilih sebagai kesenian yang akan tampil pada tampilan perdana rencana mendokumentasikan ragam kesenian Minangkabau oleh Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau.

Sebuah helat bulanan bertajuk ‘PKM-17’ direncanakan akan ada sepanjang tahun dengan menampilkan semua kesenian tradisional yang didiperkirakan sudah hampir punah, untuk didokumentasikan. “Kita berupaya mendokumentasikannya menjadi sebuah dokumentasi seni tradisi Minangkabau untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang,” kata Ketua Harian PKM, Hasril Chaniago.

    Pemilihan kesenian Ulu Ambek dilakukan melalui serangkaian diskusi dengan para pengamat kesenian, pelaku dan pengurus PKM di sekretariat PKM, Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Padang.

    “Terakhir kita kirim tim ke Tandikek, tempat kesenian itu tumbuh dan berkembang,” ujar Sekretaris Umum PKM,  Yulizal Yunus.

    Ia menjelaskan bahwam seni pertunjukan Ulu Ambek pada dasarnya adalah kesenian dengan ruh pencak silat Minangkabau. Tetapi tidak tidak ada body contact alias hanya eksploitasi pergerakan dengan menampilkan pesan-pesan lewat tuturan penuturnya yang disebut dampeang.

    “Kurang lebih seperti pantomim, tapi ada penuturnya di luar penampilan gerak.

    Menurut Sekretaris KAN Tandikek, Ali Idris Dt. Mudo, seni Ulu Ambek ini asli dan merupakan warisan spesifik nenek moyang Pariaman.  Ulu Ambek  dinilai sakral karena dari perspektif konten sarat dengan nilai adat dan Islami.

    Peneliti Rusdi Ramli dari UIN Imam Bonjol Padang menyebutkan bahwa  Alu Ambek berasal dari Aceh. Seorang ulama Tandikek yang menyukai kesenian bernama Idris Katik Majo Lelo sering dipanggil dengan Katik Sangko membawanya dari Aceh.

    Katik Sangko belajar agama ke Aceh, berguru dengan Syek Abdul Rauf Singkil Aceh. Ia lebih awal dari Syekh Burhanuddin dan kawan-kawannya ke Aceh. Makam Katik Sangko Tandikek ini terdapat di pulau Anso di perairan  pantai Pariaman.

     Minggu Siang ini Diskusi Ulu Ambek di Ladang Tari Nan Jombang

     Bagaimana persisnya Ulu Ambek?

    “Itulah yang akan kita saksikan malam ini di Ladang Tari Nan Jombang, sambil kita dokumentasikan,” kata Ketua Umum YPKM, Shofwan Karim. Ia mengatakan, Ulu Ambek adalah dapat kehormatan pembuka saja, artinya setiap bulan akan dilanjutkan dengan kesenian tradisi lain. Masyarakat boleh mengusulkan kesenian langka di nagari-nagari kepada YPKM untuk ditampilkan dan didokumentasikan di acara PKM-17 setelah melalui satu tim kurator,” kata Shofwan.

    Untuk Anda yang tidak sempat datang malam ini ke Ladang Tari Nan Jombang (dengan protokol kesehatan) bisa menyaksikan acara tersebut secara langsung lewat kanal youtube dengan link: https://youtu.be/mPxkOYZBcNE (eko)