×

Iklan


Uji Coba di Sumbar, Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina

28 Juni 2022 | 20:42:36 WIB Last Updated 2022-06-28T20:42:36+00:00
    Share
iklan
Uji Coba di Sumbar, Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina
Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen

Padang, Khazminang.id --- Tak gampang lagi orang kaya di Sumbar beli bertalite untuk kendaraan pribadinya, karena pertalite hanya ditujukan untuk mereka yang tidak kaya. Pertamina membatasinya dengan mewajibkan pembeli pakai aplikasi mypertamina, makin repot?

PT Pertamina (Persero) menyatakan aplikasi MyPertamina akan menjadi syarat untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar agar penyaluran subsidi bisa tepat sasaran.

    Uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota maupun kabupaten yang tersebar di lima provinsi yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

    “Khusus untuk Sumatera Barat belum di semua Kabupaten/Kota diterapkan penggunaan aplikasi myPertamina untuk membeli BBM bersubsidi, ini akan diuji cobakan di Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, dan Tanah Datar,” kata Ketua Hiswanamigas Sumbar, Ridwan Hosen kepada Khazanah  Selasa malam.

    Dipilihkan lima Kabupaten/Kota Sumbar itu sebagai sasaran uji coba menurut Ridwan Hosen, bukan karena Hiswanamigas yang menentukan, melainkan ditentukan dan dipilih sendiri oleh BPH Migas. “Saya juga tidak tahu alasannya, kenapa lima daerah itu,” kata Ridwan.

    Menurutnya langkah ini diambil pemerintah dan Pertamina untuk bisa membuat masyarakat yang layak dapat subsidi benar-benar dapat dan yang tidak berhak tidak bisa mendapatkannya. Menurut Ridwan Hosen, setelah uji coba di lima Kabupaten/Kota itu akan dilakukan evaluasi, dimana ada kelemahan dan kekurangannya akan diperbaiki kemudian.

    Menjawab pertanyaan soal kesiapan masyarakat beraplikasi myPertamina itu, Ridwan Hosen mengatakan bahwa dirinya bersama anggota Hiswanamigas hanya menjalankan apa yang digariskan pemerintah dan Pertamina. “Tentu nanti di lapangan akan ada saja kelemahannya, dan kita akan perbaiki bersama-sama, kelemahan itu bisa saja di jaringan, di aplikasinya dan atau tersedia atau tidaknya android di tangan pengemudi,” ujar dia.

    Yang jelas, menurut Ridwan, tentu akan terjadi perubahan dalam perilaku juga, misalnya para pembeli BBM dengan jeriken sudah sulit menembus SPBU karena tiap kali membeli BBM, data pembeli akan terekam di database myPertamina. Para penjual minyak ketengan akan terpekik.

    Sementara itu Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan, pihaknya berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina mulai 1 Juli 2022.

    "Kami menyiapkan website MyPertamina, yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022," kata Alfian.

    Pertamina menjelaskan bahwa masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui laman tersebut untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar.

    Sistem MyPertamina akan membantu perseroan dalam melakukan pencocokan data pengguna yang akan membeli BBM bersubsidi.

    Alfian meminta masyarakat untuk tidak khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina karena pendaftaran dilakukan semua di laman MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/.

    Menurutnya, pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan.

    "Pengguna terdaftar akan mendapatkan kode QR khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar," jelas Alfian.

    Pertamina menjamin jika seluruh data sudah cocok, maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital.

    "Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar, sehingga bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi," pungkas Alfian.

    Saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta sistem untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran.

    Namun demikian, kewajiban penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Solar dan Pertalite dilakukan secara bertahap alias tidak serta-merta diterapkan di seluruh Indonesia. Untuk tahap pertama atau per 1 Juli 2022, penerapan distribusi BBM terbaru ini akan diberlakukan di 11 daerah di lima provinsi.

    Baru setelahnya akan mulai diperluas ke daerah lainnya. Dikutip dari laman https://subsiditepat.mypertamina.id/, berikut ini daftar 11 daerah kabupaten/kota yang diwajibkan menggunakan MyPertamina dalam pembelian BBM Solar dan Pertalite: Kota Bukit Tinggi Kabupaten Agam Kabupaten Padang Panjang Kabupaten Tanah Datar Kota Banjarmasin Kota Bandung Kota Tasikmalaya Kabupaten Ciamis Kota Manado Kota Yogyakarta Kota Sukabumi

    Pertamina mengimbau kepada masyarakat pengguna BBM Pertalite dan Solar sesuai kriteria di 11 daerah tersebut untuk segera melakukan pendaftaran secara online. "Untuk kelancaran pendaftaran, kami mengimbau agar pendaftar adalah konsumen yang berada di wilayah implementasi tahap 1 atau yang sering bepergian ke lokasi tahap 1," tulis keterangan resmi Pertamina.  (eko/berbagai sumber)