×

Iklan

Mahyeldi Launching Subuh Madani
UAS: Seperti Kehidupan di Madinah

27 Maret 2021 | 09:39:06 WIB Last Updated 2021-03-27T09:39:06+00:00
    Share
iklan
UAS: Seperti Kehidupan di Madinah

Padang, Khazanah — Ribuan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat memadati Masjid Raya Sumbar, Jum’at pagi (26/3/2020) untuk mengikuti sholat Subuh berjemaah dan mengikuti tausyiah Ustadz Abdul Somad (UAS).

Tabligh Akbar dan Launching Subuh Madani tersebut, dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri oleh Kepala OPD beserta jajarannya dan ribuan masyarakat Kota Padang,
“Program Subuh madani bertujuan agar setiap ASN menjadi inisiator dan motivator shalat subuh berjamaah ditempat nya masing masing”, kata Gubenur Sumbar dalam sambutannya.

    Mahyeldi juga menganjurkan Sujud Sajadah di setiap shalat subuh jumat ditempat masing masing sebagai wujud memperkuat dan bersinergi program yg ada di kabupaten kota.

    Dalam ceramahnya UAS menyampaikan pemimpin yang bertaqwa adalah yang memakmurkan masjid dengan cara mendirikan bangunan indah dan sholat berjamaah di masjid.

    “Subuh Madani sama seperti budaya dan kehidupan di Madinah. Shalat berjamaah di masjid dan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan syariat dan kaedah Islam, bekerjasama menjaga persatuan dan kesatuan dengan membayar zakat, maka rezeki yang didapatkan semakin berkah,” katanya.

    Lebih lanjut UAS menjelaskan, agama Islam tidak akan bisa tegak dan abadi tanpa ditunjang oleh pemimpin, dan pemimpin tidak bisa langgeng tanpa ditunjang dengan agama. Dalam Islam istilah kepemimpinan dikenal dengan kata Imamah. Sedangkan kata yang terkait dengan kepemimpinan dan berkonotasi pemimpin dalam Islam ada delapan istilah, yaitu; Imam, Khalifah, Malik dan Wali.

    “Ada imam dan khalifah dua istilah yang digunakan Alquran untuk menunjuk pemimpin. Jadi kalau ingin menjadi pemimpin ya harus memiliki Iman,” sebutnya.

    Sedangkan untuk khalifah berakar dari kata khalafa yang pada mulanya berarti “di belakang”. Kata khalifah sering diartikan “pengganti” karena yang menggantikan selalu berada di belakang, atau datang sesudah yang digantikannya.

    “Kalau mencari pemimpin harus memiliki dasar-dasar kepemimpinan, kita tidak boleh mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang-orang muslim karena bagaimanapun akan mempengaruhi kualitas keberagamaan rakyat yang dipimpinnya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an; Surat An-Nisaa: 144,” ucapnya.

    Pemimpin harus bisa diterima (acceptable), mencintai dan dicintai umatnya, mendoakan dan didoakan oleh umatnya.

    “Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim,“Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” Ucap UAS.

    Pemimpin harus mengutamakan, membela dan mendahulukan kepentingan umat, menegakkan keadilan, melaksanakan syari’at, berjuang menghilangkan segala bentuk kemunkaran, kekufuran, kekacauan, dan fitnah. Itu salah satu hukumnya memilih pemimpin, Ustadz Somad mengajak jamaah untuk memilih pemimpin yang peduli dengan agama.

    “Pilihlah pemimpin yang peduli agama. Selama perintahnya masih berlaku, pakailah untuk menolong agama Allah,” pungkas UAS.

    Menutup kegiatan Subuh Madani tersebut UAS memimpin doa dan selawat bersama masyarakat Kota Padang. (Marlim)