×

Iklan


Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh Bubarkan Orgen Tunggal dan Panjat Pinang

18 Mei 2021 | 10:41:32 WIB Last Updated 2021-05-18T10:41:32+00:00
    Share
iklan
Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh Bubarkan Orgen Tunggal dan Panjat Pinang
Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Payakumbuh, menyatakan telah membubarkan dua kegiatan keramaian yang dilakukan oleh masyarakat saat libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah beberapa waktu lalu (foto: Ist/net).

Payakumbuh, Khazminang.id--  Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Payakumbuh, menyatakan telah membubarkan dua kegiatan keramaian yang dilakukan oleh masyarakat saat libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra di Payakumbuh, Selasa (18/5), dua kegiatan keramaian yang dibubarkan tim Satgas Covid-19 tersebut adalah panjat pinang di Kelurahan Tiakar dan organ tunggal di Koto Panjang Payobasuang.

"Kegiatan keramaian yang dibubarkan itu terjadi pada Sabtu (15/5) karena diduga telah melanggar protokol kesehatan (prokes)," kata
Devitra yang didampingi Kabid PPD Ricky Zaindra dan Kasi Penyidik Alrinaldi.

Devitra mengatakan, penanggung jawab kegiatan waktu itu telah dibawa ke Polres Kota untuk diproses dan sekarang (Senin, 17/5) sudah dilimpahkan perkaranya kepada penyidik Satpol PP.

"Dari hasil penyidikan pelanggaran yang dilakukan untuk kali pertama, penanggung jawab acara di Tiakar telah dikenakan denda administratif Rp500 ribu, sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020, sementara itu untuk acara organ tunggal, saat ini Satpol PP masih menunggu pelimpahan perkara dari pihak kepolisian," ujarnya.

Dijelaskan Devitra, beberapa hari sebelum Idul Fitri pihaknya juga telah menindak salah satu kafe di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dengan membubarkan kegiatan karena melanggar protokol kesehatan.

Pihak kafe telah diberikan sanksi denda administratif kepada pemilik usaha dengan bayar denda Rp500 ribu.

"Disarankan kepada camat dan satgas PPKM di tingkat kelurahan untuk menjadi perhatian dan menyampaikan kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan dengan tidak melanggar prokes sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Sementara Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi mengatakan kondisi C
ovid-19 di wilayahnya, Kelurahan Tiakar masih menjadi daerah terparah.

Dia mengimbau warga untuk kalau bisa menargetkan fokus bagaimana menjadikan seluruh kelurahan kembali berada di zona hijau atau kuning.

"Acaranya sebetulnya positif, tapi situasinya saja yang tidak pas. Energi berlebih dari anak-anak muda ini harusnya sekarang diarahkan ke penanganan C
ovid-19," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat mengikuti anjuran pemerintah, Satpol PP bersama instansi penegak hukum akan intens melakukan penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020 AKB.

"Kondisi kita saat ini banyak kelurahan zona kuning, fokus kita tentu mengarahkannya kembali ke zona hijau, kalau sudah zona hijau, kami tak bosan menghimbau warga agar jangan lupa dengan protokol kesehatannya dengan tetap wajib memakai masker," kata dia
(Lili Yuniati).