×

Iklan

MENUJU DESTINASI WISATA BARU:
Tim PPNB UNP Kolaborasikan Agrowisata dan Seni Pertunjukan di Setara Nanggalo, Pessel

23 November 2022 | 13:35:09 WIB Last Updated 2022-11-23T13:35:09+00:00
    Share
iklan
Tim PPNB UNP Kolaborasikan Agrowisata dan Seni Pertunjukan di  Setara Nanggalo, Pessel
Kelompok Ibu-ibu PKK telah dilatih dan diberi pengetahuan mengolah jeruk menjadi sirup oleh Tim Penelitian PPNB UNP (foto: dokumen Nerosti)

Padang, Khazminang.id--  Sebagai penyangga wisata terpadu Mandeh, Nagari Setara Nanggalo yang memiliki geografis daerah yang berbukit dan bersawah terus berbenah, di Nagari ini terdapat  sawah seluas 137.903 hektar dan Agrowisata jeruk seluas 187 hektar.

Di sela-sela mengolah sawah dan ladang para petani di nagari ini juga berperan sebagai pemain randai dan seni pertunjukan tradisional lainnya. Hanya saja sejak tahun 2019 potensi yang dimiliki sempat terhenti, hasil panen jeruk menurun karena banyak yang rusak, serta hasil panen dari sawah juga tidak memadai.

Berkaca dari kenyataan tersebut, Tim Penelitian dari Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program Penelitian PPNB yang diketuai Dra. Nerosti, M.Hum., dengan anggota., Prof. Dr. Jamaris, M.Pd., Hendra Afriwan S.Sn, M.Sn., dan Delfi Elfiza, S. Pd., M. Pd., berkesimpulan nagari ini belum mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

    Akibatnya, masyarakat masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil jeruk dan menawarkan solusi mengkolaborasi agrowisata dengan seni pertunjukan yang bertujuan untuk menuju destinasi wisata baru. 

    Menurut Ketua Tim Peneliti, Dra. Nerosti, M.Hum., Ph.D., Rabu (23/11) solusi ini diberikan setelah diidentifikasi sejumlah permasalahan yang ada di nagari tersebut seperti, kelompok tani yang belum mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyuburkan tanah supaya hasil panen meningkat.

    “Selain itu juga ada permasalahan kelompok pemuda yang belum mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengemas seni wisata dari potensi Randai yang pernah ada di Nagari tersebut, serta kelompok Ibu-ibu PKK yang belum tersentuh dengan IPTEKS terutama dalam pengolahan jeruk yang dapat dijadikan home insdustrijelas Nerosti. 

    Adapun metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal (PRA) yang merupakan metode penelitian aksi yang dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

    Disampaikan Nerosti, dalam kesempatan itu masyarakat berperan aktif menemukan dan memecahkan masalahnya melalui kelompok-kelompok atau Focus Group Discussion (FGD) dan working with community yang melibatkan tokoh-tokoh nagari/pemuka adat termasuk ibu-ibu PKK, unsur pemuda, dan kelompok tani yang peduli agrowisata.  

    “Selain itu, potensi seni pertunjukan yang ada tidak hanya sebagai penceria agrowisata namun juga dapat menjadi  paket wisata dalam mencapai terciptanya destinasi wisata baru,” kata dia.

    Selanjutnya, tim peneiti dari UNP memberikan penyuluhan dan pelatihan melalui metode PRA dan FGD. Dalam hal ini kelompok tani, diberikan penyuluhan berupa pengetahuan dan pelatihan dalam menyuburkan tanah dan membuatan kompos dari pupuk kandang dan batang pisang.

    Kelompok Pemuda, diaktifkan kembali belajar randai dengan memberdayakan Sanggar Pincuran Batu, sanggar yang ditunjuk oleh Wali Nagari Setara Nanggalo dengan cerita Puti Sari Mulie. Selain itu, kelompok wanita PKK diberikan pelatihan mengolah jeruk menjadi sirup. 

    Sejumlah hasil dari kegiatan pelaksanaan Program Pengembangan Nagari Binaan yang telah dilaksanakan tersebut mulai tampak, seperti Kelompok tani diberikan penyuluhan dan praktek membuat kompos oleh   Prof. Dr. Hermansah, M.S., M.Sc) sebagai konsultan dari UNAND Padang.

    Untuk kelompok Ibu-ibu PKK telah dilatih dan diberi pengetahuan mengolah jeruk menjadi Sirup oleh Dr. Delfi Eliza, M.Pd., sedangkan kelompok pemuda diberi Pelatihan Randai oleh Dra. Nerosti, M.Hum., Ph.D

    Dilanjutkan Nerosti, kegiatan dan kreativitas yang telah dilakukan pada tahun 2022 ini berpeluang untuk dilanjutkan pada tahun kedua (PPNB-2023) dan tahun ketiga (PPNB-2024).

     Kegiatan yang direncanakan berjalan selama 3 tahun, diharapkan Nagari Setara Nanggalo dapat seratus persen mencapai destinasi wisata baru,” kata Nerosti.


    Dijelaskan Nerosti, pencapaian tahun pertama (2022) berhasil dengan tiga kegiatan yaitu Kelompok Tani mampu membuat pupuk kompos, Kelompok PKK mahir mengolah jeruk menjadi sirup dan dipromosikan dengan nama “Sirup Manola”, dan Kelompok Pemuda telah mahir dan mempertunjukkan Randai dengan cerita Puti Sari Mulie yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2022 lalu.

    Selain itu menurut Nerosti, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Rektor UNP, LP2M UNP, Dekan beserta Wakil Dekan FBS UNP, dan Kepala Departemen Sendratasik sehingga penelitian tersebut dapat terselenggara (Novrizal Sadewa).