×

Iklan

DARI ADVOKASI PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN POLITIK
Terungkap IPG Sumbar Rendah, Kontribusi Perempuan Harus Ditingkatkan

27 November 2023 | 19:33:54 WIB Last Updated 2023-11-27T19:33:54+00:00
    Share
iklan
Terungkap IPG Sumbar Rendah, Kontribusi Perempuan Harus Ditingkatkan

Padang, Khazanah – Kurang dari 3 bulan lagi, rakyat Indonesia akan memilih wakilnya yang duduk di parlemen. Persiapan kampanye tentu sudah dimatangkan oleh para caleg, tak terkecuali caleg perempuan. Bekal yang diperlukan untuk bisa meraup suara pemilih terus diberikan sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan di bidang politik.

Kali ini, bekal diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar bekerjasama dengan KPPI Sumbar dengan tema Perempuan Cerdas Memilih, Mampu Berperan di Legislatif dan Siap Menerima Tantangan Pemilu.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari, Senin (27/112023) hingga Rabu (29/112023) di Padang ini, diikuti peserta 100 orang caleg perempuan seluruh parpol peserta Pemilu  setiap harinya dengan pemateri Dermawan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Direktur Pusat Pengembangan Gender , Anak dan Keluarga Unand, Jendrius serta Motivator Hidayatullah Taufik.

    Ketua KPPI Sumbar, Armiati menyebutkan, perjuangan caleg perempuan untuk lolos ke parlemen pada Pileg 2024 cukup berat. Salah satu penyebabnya adalah PKPU No. 10 tahun 2023 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang mengkebiri kesempatan caleg perempuan.

    “Untuk mencadi caleg saja, kesempatan perempuan itu sudah kena pangkas dengan PKPU No. 10 tahun 2023 ini. Tak mengherankan jika jumlah caleg perempuan itu tidak banyak. Pada akhirnya yang lolos ke parlemen pun bisa dihitung dengan jari,” katanya prihatin.

    Armiati yang bersuara lantang ini juga mengkritisi praktek caleg incumbent di lapangan yang membuatnya risih. Pasalnya, anggaran APBD terkuras untuk aktivitas anggota dewan yang diduga untuk kepentingan politiknya karena dinilai kegiatannya tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

    “Meski hal tersebut ada aturannya, tetapi penganggarannya sangat melukai hati masyarakat. Dulu sewaktu saya jadi anggota dewan, tidak ada aturan demikian,” kata Armiati yang pernah menjadi anggota DPRD Sumbar periode 2014-2019.

    Meski demikian, para caleg perempuan yang akan terjun di lapangan tak perlu gentar. Seberat apapun perjuangannya, jangan menyerah, harus tangguh dan selalu optimis. Dia juga mengingatkan para caleg perempuan dari partai politik manapun untuk tidak saling sikut.

    Sementara Kepala DP3AP2KB Sumbar, Gemala Ranti saat membuka kegiatan mengatakan, caleg perempuan harus menjadi agen perubahan dan memberikan solusi bagi berbagai permasalahan, seperti issu perubahan global, masalah pendidikan, kesehatan dan lainnya.

    Untuk bisa melakukannya, maka caleg perempuan harus mampu mengkomunikasikannya. Komunikasi publik yang efektif dapat mempengaruhi pendpat publik. Selain itu kompetensi caleg harus ditingkatkan agar mumpuni.

    “Fakta hari ini, Indek Pemberdayaan Gender (IDG) dan Indek Pembangunan Gender (IPG) di seluruh kabupaten/kota di Sumbar masih rendah dan berada di bawah angka nasional. Ini adalah tantangan kita,” katanya.

    Hal tersebut dibenarkan oleh narasumber Jendrius dan Dermawan, karena IPG Sumbar rendah maka berpengaruh pada Indek Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar. IPG merujuk kepada kontribusi perempuan di bidang ekonomi, kontribusi perempuan dalam jabatan publik serta kontribusi perempuan di parlemen.

    “Ini adalah salah satu tugas berat kita semua untuk meningkatkan IPG,” kata Jendrius. (devi)