×

Iklan


Ternyata Pandemi Mampu Angkat Kearifan Lokal di Nagari Pasia Laweh, Palupuh Agam

11 Jun 2021 | 10:34:34 WIB Last Updated 2021-06-11T10:34:34+00:00
    Share
iklan
Ternyata Pandemi Mampu Angkat Kearifan Lokal di Nagari Pasia Laweh, Palupuh Agam
Tim Penilai Desa/Nagari dan Kelurahan saat berada di Nagari Pasia Laweh

Pasis Laweh, Khazminang.id - Tak disangka, pandemi Covid-19 ternyata mampu mengangkat kearifan lokal di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ninik mamak, masyarakat dan perantau muncul secara bersamaan dan bersatu melawan Covid-19.

Temuan Tim Penilai Desa/Nagari dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Sumbar 2021 yang mengunjungi langsung Nagari Pasia Laweh, Kamis (10/6), selain wawancara dengan perangkat nagari dan lembaga masyarakat untuk mencocokkan data administrasi, tim juga langsung mengecek fakta ke lapangan dan melakukan wawancara dengan masyarakat setempat.

Penanggungjawab Tim H. Syafrizal Ucok mengungkapkan, penanganan Covid-19 berbasis kaum ini merupakan salah satu keunggulan Nagari Pasia Laweh, dimana setiap suku menyiapkan rumah isolasi untuk berjaga-jaga jika ada anggota sukunya yang terpapar Covid-19, termasuk rumah isolasi bagi para perantau yang pulang pulang.

    Pembiayaan dari rumah isolasi kaum ini dibiayai sepenuhnya secara gotong royong oleh anggota suku, baik yang di kampung maupun dunsanak mereka yang berada di rantau.

    "Anggota suku yang berada di kampung bergantian mengantar makanan kepada dunsanak mereka yang berada di rumah Isolasi. Sehingga peran Pemerintahan Nagari adalah menambah bantuan berupa sembako dan pembinaan. Ini merupakan bentuk sinergitas yang sangat baik melawan pandemi," kata Syafrizal Ucok menyampaikan hasil temuannya.

    Menariknya, meski jumlah suku hanya 7 saja di Nagari Pasia Laweh, namun rumah isolasi yang tersedia jumlahnya cukup banyak, bahkan mencapai 32 buah rumah. 

    Selain tingginya kesadaran berkaum, ini juga dikarenakan cukup banyak rumah warga yang kosong karena pemiliknya pergi merantau ke Malaysia dan Pulau Jawa, sehingga dapat dimanfaatkan.

    Kedatangan Tim Penilai Lomba Desa/Nagari dan Kelurahan Sumbar 2021 disambut di Kantor Wali Nagari  oleh Sekda Agam Martias Wanto Dt. Maruhun bersama Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin,, Ketua PKK Agam Ny. Andri Warman, Kadis PMN Wahyu Bestari, perangkat nagari, Ketua Bamus dan ninik mamak nagari, termasuk Pendamping Dana Desa.

    Dalam eksposnya Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin mengatakan, penanganan Covid-19 berbasis kaum (suku) sangat membantu pemerintahan nagari, yang membuat keberadaan ninik mamak semakin dihargai oleh anak kemenakannya.

    "Melibatkan ninik mamak dalam penanganan masalah sosial di nagari sudah kami mulai sejak pendataan dan penyaluran BLT Dana Desa setahun lalu, dan ternyata hasilnya sangat efektif, tidak ada keributan dan protes dari masyarakat nagari," kata Zul Arifin, yang kini Candidat Doktor di Fakultas Hukum Universitas Andalas ini.

    Nagari Pasia Laweh tetap menggandeng ninik mamak untuk menegakkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan tidak berkerumun. 

    "Tidak saja di pemukiman tetapi juga di Pasar Palupuah," kata Wali Nagari Pasia Laweh.

    Nagari Pasia Laweh memiliki luas 74,3 kilometer persegi dengan penduduk 4.263 jiwa. Nagari dengan 8 jorong ini dikenal sebagai penghasil jeruk, pisang dan hasil pertanian lainnya.