×

Iklan

SERBA SERBI PEMILU2024
Terlalu Banyak Parpol dan Caleg, Warga Asal Coblos

20 Februari 2024 | 18:53:49 WIB Last Updated 2024-02-20T18:53:49+00:00
    Share
iklan
Terlalu Banyak Parpol dan Caleg, Warga Asal Coblos

Padang, Khazanah – Helat pesta demokrasi di tanah air, baru saja usai. Riuhnya kini tak terdengar lagi. Namun cerita dibalik pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu)  2024 ini sangat banyak. Setiap orang agaknya punya kisahnya masing-masing mulai sejak awal tahapan Pemilu hingga saat ini tahap penghitungan suara.

Cerita ini terjadi saat hari pencoblosan, Rabu (14/02/2024) pada salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Sejak pagi warga sudah berdatangan ke TPS. Mereka membawa surat panggilan untuk memilih dan juga identitas diri (KTP). Usai mendaftar, lalu mereka duduk di kursi yang telah disediakan sambil menunggu namanya dipanggil untuk masuk ke bilik suara.

Seorang pemuda, Rudi Rahmat, dia memilih tidak duduk tetapi langsung berjalan menuju dinding pembatas ruangan TPS. Rudi berdiri bersama beberapa warga lainnya. Pada dinding tersebut, terpampang nama-nama calon anggota legislatif (caleg) mulai dari caleg DPRD kota/kabupaten, caleg provinsi dan caleg DPR RI. Ada pula daftar nama calon anggota DPD RI dan pastinya daftar calon presiden dan wakil presiden.

    “Sampai saat ini, saya tidak tahu siapa yang akan saya pilih, baik untuk DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, juga DPD. Saya hanya tahu calon presiden/wakil presiden,” ujar Rudi sedikit bingung.

    Lalu satu persatu dipelototinya daftar nama caleg beserta fotonya dengan ukuran yang sangat kecil. Masih untung calon DPD RI jumlahnya tidak banyak, sehingga foto calon dapat dilihatnya dengan jelas. Dia pun lalu menetapkan pilihannya. Sedangkan untuk caleg DPRD, sama sekali dia tak punya referensi. Meski demikian, dia menulis di ponselnya beberapa nama caleg beserta nama partai politik yang akan dipilihnya.

    “Saya sudah menggunakan hak pilih saya walau saya hanya asal coblos saja. Saya tidak kenal dengan caleg dan program yang diusungnya,” terang Rudi.

    Warga lainnya yang sama seperti Rudi, tidak tahu siapa yang akan dipilihnya, yaitu Asep, mengaku hanya tahu caleg DPRD provinsi yang akan dipilihnya karena masih termasuk kerabatnya. Sedangkan caleg lainnya, dia tidak tahu.

    “Ada 5 kertas yang harus dicoblos, partai politiknya banyak, calegnya juga banyak dan mereka tidak ada yang saya kenal satu pun. Maksudnya, tidak ada kedekatan yang terjalin antara kami sebagai warga dengan caleg tersebut,” terang Asep. (devi)