×

Iklan


Terhalang Pandemi Covid-19, WBP Rupajang Takziah Secara Virtual

08 September 2021 | 23:44:38 WIB Last Updated 2021-09-08T23:44:38+00:00
    Share
iklan
Terhalang Pandemi Covid-19, WBP Rupajang Takziah Secara Virtual
(foto: Istimewa)

Padang Panjang, Khazminang.id-- Terhalang masa pandemi seorang warga binaan Rutan Padang Panjang tidak bisa mendapat izin melayat dan takziah saat orang tuanya meninggal dunia.

 

Beruntung Rutan tersebut mempunyai inovasi pelayanan grup WA Rupajang Sigap, sehingga yang bersangkutan bisa mengikuti prosesi pemakaman ayahnya secara virtual.

     

    Rabu pagi (8/9) sekira pukul 07.00 WIB melalui layanan Group WA Rupajang Sigap  yang merupakan salah satu inovasi andalan Rutan Padang Panjang (Rupajang), keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bernama Daud menyampaikan ingin disambungkan layanan video call kepada WBP Andri F.

     

    Melihat pagi-pagi sebelum jam pelayanan Video Call di buka sudah ada yang mendaftar layanan Video Call, Kepala Rupajang Rudi Kristiawan segera merespon permintaan masyarakat tersebut.

     

    Setelah di jawab Rudi, ternyata Keluarga WBP tersebut menyampaikan berita duka bahwa Ayah dari WBP Andri F meninggal dunia karena sakit.

     

    Mendengar hal tersebut Rudi segera menginstruksikan anggotanya untuk segera memfasilitasi layanan video call tersebut walaupun belum waktunya dibuka.

     

    “Ini sifatnya insidentil dan harus segera kita layani karena ini merupakan salah satu peningkatan pelayanan publik kita ke masyarakat,” ujar Rudi yang juga Alumnus Akip 43 itu.

     

    Selanjutnya WBP Andri F bermohon kepada Karutan melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan untuk bisa diberikan ijin luar biasa guna menghadiri pemakaman ayahnya di daerah Batipuh.

     

    Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan instruksi pimpinan dalam rangka pencegahan penularan virus covid-19, Rudi menyampaikan bahwa jajaran Rupajang tidak bisa memberikan ijin karena terbentur dengan peraturan dan kondisi pandemi saat ini.

     

    Menurut Rudi, untuk sementara pihaknya belum bisa membantu mengantarkan takziah kerumah kemudian kepada Andri disarankan untuk di bantu menghadiri pemakaman dari awal sampai selesai melalui virtual.

     

    “Segera kita lakukan video call dengan keluarga anda dirumah dan kami berikan waktu khusus kepada andri di ruang layanan video call. Kami turut berduka cita dan menurut kami saat ini sebaiknya kita doakan alm dari jauh karena bahaya pandemi ini,” jelas Rudi.

     

    Dari penjelasan tersebut akhirnya WBP Andri dapat menerima dan menyadari memang situasi dan kondisinya memang tidak memungkinkan untuk keluar.

     

    Selanjutnya WBP Andri video call mengikuti prosesi pemakaman sampai selesai didampingi oleh Karutan langsung dan petugas lainnya.

     

    “Kami ucapkan terimakasih kepada bapak Karutan dan semua petugas Rupajang atas pelayanannya yang baik kepada kami,” ungkap WBP berusia 39 tahun itu (Novrizal Sadewa).