×

Iklan

PLH. SEKDA TANAH DATAR USIR KOMITE DAN PIHAK SEKOLAH
Tebanglah Pohon Jati, Kau Ku Polisikan

01 Mei 2021 | 14:03:33 WIB Last Updated 2021-05-01T14:03:33+00:00
    Share
iklan
Tebanglah Pohon Jati, Kau Ku Polisikan
Gara-gara pohon jati, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Tanah Datar Edi Susanto, SH, MM., ancam polisikan Komite dan Kepala SMKN 2 Batusangkar, Tanah Datar Sumatera Barat (foto: Istimewa).

Batusangkar, Khazminang.id--  Gara-gara pohon jati, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Tanah Datar Edi Susanto, SH, MM., ancam polisikan Komite  dan Kepala SMKN 2 Batusangkar, Tanah Datar Sumatera Barat.

 

    Pasalnya komite dan Kepala sekolah berencana menembang pohon-pohon jati yang berada di lingkungan SMK 2 Batusangkar dan lokasi yang dulunya dimanfaatkan untuk praktek sekolah itu.

     

    Rencananya uang dari hasil penjualan ratusan batang kayu jati yang sudah berusia lebih 15 tahun itu akan dimanfaatkan untuk membeli Bus Sekolah.

     

    Tetapi Edi Susanto tidak menyetujui pohon-pohon jati itu ditebang oleh pihak SMK 2 Batusangkar.

     

    Edi Susanto mengklaim pohon jati yang berada di lingkungan SMP 5 dan  Diklat BKSDM merupakan milik Pemkab Tanah Datar dan dimanfaatkan Pemerintah Daerah Tanah Datar yang bisa menjadi pendapatan lain-lain bagi daerah.

     

    Komite SMK 2 Batusangkar Jumharman mengatakan, pihak sekolah hanya minta izin Pemkab Tanah Datar untuk menebang ratusan batang pohon jati yang ditanam siswa kejurusan itu.

     

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Khazminang.id, pohon jati itu sebelumnya ditanam siswa SMK 2 Batusangkar di lahan praktek sekolah itu.

     

    Sebagai salah sekolah yang kejuruan pertanian, tentunya mempunyai lahan untuk budidaya tanaman dan tanaman praktek bagi para siswa.

     

    Sekolah yang punya tiga jurusan itu juga mengharuskan para siswa melakukan pratek tanaman keras, untuk praktek tanaman keras majelis guru menyetujui menanam pohon jati, selain untuk penghijauan juga bernilai ekonomi.

     

    Dengan dasar itu, maka dilakukanlah penanaman ratusan pohon jati oleh siswa pada lahan-lahan praktek sekolah itu.

     

    Hanya saja ketika bupati Tanah datar dua periode Shadiq Pasadigoe merencanakan Bukit Gombak sebagai pusat pendidikan di Tanah Datar, maka di lokasi SMK 2 Batusangkar itu dibangun Bangunan SMP 5 yang akhirnya menjadi sekolah unggulan tingkat SLTP.

     

    Selanjutnya masih memanfaatkan lahan praktek SMK 2 Batusangkar juga dibangun SMA 3 dan juga menjadi sekolah unggulan tingkat STLA, sementara lokasi lainnya yang berada diujung lapangan pacu kuda Bukit Gombak yang juga lahan praktek sekolah itu akan dimanfaatkan untuk Diklat BKPSDM Pemkab Tanah Datar.

     

    "Tanah Diklat  dulunya diminta oleh Pemda Tanah Datar kepada pihak sekolah dan ketua komite untuk di jadikan diklat bagi BKPSDM," kata Jumharman, Sabtu (1/5).

     

    Pihak kepala sekolah dan komite sebut Jumhaan menyetujui penyerahan lahan tersebut, pasalnya untuk meningkatkan SDM di Tanah datar khususnya untuk para ASN.

     

    "Saat penyerahan tanah tersebut, pohon jati yang ada ditanah itu sudah besar dan berumur lebih dari 1 tahun," katanya.

     

    Dalam serah terima lahan disepakati, pohon jati yang ditanam oleh siswa untuk praktek tetap milik SMKN 2, boleh ditebang bila diperlukan, hal itu lansung didengar  Kepala BKPSD Suhermen yang kini menjabat Asisten I Pemkab Tanah Datar.

     

    Komite Sekolah Diancam Polisikan

     

    Namun masalah akhirnya timbul ketika Komite dan Kepala SMK 2 Batusangkar berencana untuk menembang pohon jati dan dananya dimanfaatkan untuk membeli Bus Sekolah.

     

    Sebelum menebangnya pihak sekolah memberitahukan pada Pemkab setempat, pasalnya pohon jati yang berada di SMP 5 Batusangkar dan dan lahan Diklat sudah menjadi milik Pemkab.

     

    Lewat surat balasan yang dikeluarkan Plh. Sekda Tanah Datar permintaan penebangan pohon jati yang sudah berumur 15 tahun itu ditolak dengan alasan pohon Jati itu milik BKPSDM Kabupaten Tanah Datar.

     

    Bahkan pihak komite dan pihak sekolah sempat diusir oleh Plh Sekda ketia mereka mencoba menghadap untuk membicarakan hal tersebut, bahkan diancam akan dipolisikan jika tetap ngotot melakukan penebangan.

     

    Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar yang dicoba konfirmasi oleh sejumlah media akan permasalahan tersebut beberapa waktu lalu mengaku tidak tahu dan beralasan baru menjabat (Destia Sastra/Novrizal Sadewa).