×

Iklan


Tak Pakai Masker, 54 Orang Terjaring Operasi Yustisi di Padang

16 Oktober 2020 | 20:43:13 WIB Last Updated 2020-10-16T20:43:13+00:00
    Share
iklan
Tak Pakai Masker, 54 Orang Terjaring Operasi Yustisi di Padang
Seorang warga di Padang terjaring Satpol PP karena tidak memakai masker, Jumat (16/10). IST

Padang, Khazminang-- Hingga saat ini, personel Satpol PP Padang terus gencar menggar menggelar operasi yustisi bagi pelanggar Perda Sumbar No. 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Jumat (16/10), petugas yang dipimpin Edrian Edwar, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Padang, menyasar warga yang beraktivitas di Pasar Nanggalo, Padang, Sumatera Barat.

Bagi warga yang kedapatan melanggar ketentuan Perda tersebut, personel Satpol PP didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), langsung memberikan sanksi. Data-data mereka dicatat melalui aplikasi Sistim Informasi Pelanggar Perda (Sipelada) dan disebutkan jenis pelanggarannya, seperti ditemukan petugas tidak memakai masker.

    “Untuk mempermudah pencatatan Sipelada ini saat operasi yustisi, maka kita telah siapkan 10 petugas yang bertindak sebagai operator dan dua orang sebagai admin pada layanan aplikasi Sipelada ini,” katanya.

    Bagi pelanggar Perda, mereka diberi dua pilihan sanksi, masing-masing sanksi sosial atau denda. Pada umumnya warga yang terjaring razia ini memilih sanksi kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum yang ada di Pasar Nanggalo.

    Dari data Satpol PP Padang pada operasi yustisi Jumat (16/10), sebanyak 32 warga telah terjaring di Pasar Nanggalo dan 22 warga lainnya dijaring pelanggaran Perda di kawasan GOR H. Agus Salim. Sehingga total warga yang terjaring operasi 54 orang.

    “Bagi warga yang terjaring dalam operasi yustisi ini, diharapkan untuk ke depannya tidak mengulangi pelanggaran yang sama. Jika masih ditemukan melakukan pelanggaran serupa, untuk selanjutnya akan diberikan sanksi administrasi atau kurungan,” kata Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi yang ditemui terpisah.

    Ditambahkan, pihaknya setiap hari menerjunkan personel, baik siang maupun malam dalam operasi yustisi ini, mengingat angka positif Covid-19 di Kota Padang terus meningkat.

    "Hal itu dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Covid-19. Masyarakat sangat diharapkan mematuhi protokol kesehatan, sehingga Kota Padang kembali dinyatakan zona hijau," pungkas Alfiadi. (Devi Diany)