×

Iklan


Tak Hanya 80 Orang, 600 Mahasiswa Unand Berhenti Sepanjang 2021

17 Juli 2021 | 10:31:47 WIB Last Updated 2021-07-17T10:31:47+00:00
    Share
iklan
Tak Hanya 80 Orang, 600 Mahasiswa Unand Berhenti Sepanjang 2021
GEDUNG Fakultas Pertanian Unand Padang. IST

Padang, Khazminang.id-- Universitas Andalas (Unand) memberhentikan 80 mahasiswa Fakultas Pertanian. Sesuai salinan SK Rektor Unand, pemberhentian dilakukan karena mahasiswa tidak mendaftar ulang selama dua semester berturut-turut dan dinyatakan mengundurkan diri.

Wakil Rektor I Unand, Mansyurdin menjelaskan, berdasarkan Peraturan Rektor Unand No. 14/2020 tentang Peraturan Akademik Program Sarjana Unand Pasal 14 ayat (2), bahwa mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang selama dua semester berturut-turut, dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa.

“Dari hasil evaluasi status registrasi, terdapat mahasiswa yang dinyatakan mengundurkan diri sebagaimana peraturan tersebut,” katanya.

    Disebutkan, pemberhentian tertuang dalam dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Andalas Nomor 1332/UN16.R/KPT/2021, yang ditetapkan pada tanggal 31 Maret 2021. 80 orang mahasiswa tersebut tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa dan tidak diperkenankan melanjutkan studi di Unand.

    “Ketentuannya sudah jelas dalam SK, kalau secara prosedural sudah kita lakukan juga, sudah dua kali ditunda pembayaran, tapi tidak juga mendaftar,” katanya.

    Ia menambahkan, efek kepada kampus karena mahasiswa tidak membayar ini yaitu menjadi piutang Unand kepada negara. Hal itu menjadi temuan bagi Unand oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga masalahnya harus diselesaikan.

    “Hal ini tentu menjadi temuan, karena jumlah mahasiswa yang dilaporkan tidak sesuai dengan jumlah uang yang disetorkan kepada negara. Temuan itu juga sudah diedarkan pihak rektorat kepada masing-masing fakultas agar dilunasi segera,” pungkasnya.

    Dikatakan, pada tahun 2020 lalu, ada sekitar Rp10 miliar utang Unand kepada negara akibat mahasiswa yang menghilang begitu saja. Dengan memberhentikan siswa, maka utang Unand kepada negara bisa selesai.

    “Mahasiswa yang berhenti bukan 80 orang itu saja. Tercatat di tahun 2021 ini saja sudah sekitar 600 orang mahasiswa yang berhenti di berbagai fakultas,” ujarnya.

    Diketahui, 80 orang mahasiswa yang dianggap mengundurkan diri itu berasal dari sejumlah program studi. Yakni, Agroteknologi, Agribisnis, Ilmu Tanah, Proteksi Tanaman dan Penyuluhan Pertanian. Namun dia menegaskan, memberhentikan mahasiswa bukan harga mati karena masih dapat dilakukan peninjuan ulang.

    “Itu dilakukan kalau ada mahasiswa yang mengajukan peninjauan ulang,” pungkasnya. ryn/lgm