<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Wartawati senior Antara &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/wartawati-senior-antara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2025 18:15:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Wartawati senior Antara &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Zeynita Gibbons, Perempuan Minang di Jantung Berita Eropa</title>
		<link>https://khazminang.id/zeynita-gibbons-perempuan-minang-di-jantung-berita-eropa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Yanche Edrie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 18:15:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Peluncuran Buku Zeynita Gibbons]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawati senior Antara]]></category>
		<category><![CDATA[zeynita gibbons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=4736</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Oleh : Eko Yanche Edrie &#160; Ketika pesan WhatsApp dari Uni Ta –begitu saya menyapa Zeynita Gibbons—saya baca, oo…...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-weight: 400;"><br />
</span><span style="color: #ff0000;"><strong>Oleh : Eko Yanche Edrie</strong></span></h2>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_4737" aria-describedby="caption-attachment-4737" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4737" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/08/Uni-Zeynita-Gibbons-memubuhkan-tandatangan-pada-buku-beliau-yang-diberikan-sebuah-untuk-saya.jpg" alt="" width="1600" height="1068" srcset="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/08/Uni-Zeynita-Gibbons-memubuhkan-tandatangan-pada-buku-beliau-yang-diberikan-sebuah-untuk-saya.jpg 1600w, https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/08/Uni-Zeynita-Gibbons-memubuhkan-tandatangan-pada-buku-beliau-yang-diberikan-sebuah-untuk-saya-1536x1025.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-4737" class="wp-caption-text">Uni Zeynita Gubbon membubuhkan tandatangan pada buku yang diberikan kepada saya.</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika pesan WhatsApp dari Uni Ta –begitu saya menyapa Zeynita Gibbons—saya baca, oo… beliau akan meluncurkan buku terbarunya di kantor LKBN Antara Biro Sumbar di kawasan Kampung Nias Padang. “Mohon berkenan datang menghadirinya” tulis Uni Ta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ya, iya lah…. Insya Allah saya hadir, kata saya dalam hati saja tanpa membalas panjang-panjang WA tersebut kecuali dengan  sepatah kata saja ‘ Insya Allah’</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Senin siang memang agak sesak lantai dasar gedung Biro Antara di Kampung Nias itu, ada enam puluhan orang yang hadir dalam peluncuran yang didukung LKBN ANTARA serta ditaja oleh SatuPena Sumbar, yang diketuai Sastri Bakry.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka ketika saya telat datang, akhirnya dapat juga hadiah buku itu dari panitia. Sambil mendengar sejumlah testimoni dari sahabat-sahabat Uni Ta, saya buka sampul plastiknya untuk mengintip datar isi dari buku ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tadinya saya membayangkan ini adalah sebuah otobiografi yang ditulis oleh pelakunya sendiri, tetapi dugaan saya meleset. Ini adalah buku catatan atau sering juga disebut memoar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Buku setebal 320 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Artaz memuat sejumlah catatan perjalanan Uni Ta baik ketika berada dalam medan tugas di jantung Eropa, di UK maupun dalam perjalanan domestiknya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dulu saya sering mengutip feature karya Uni Ta ketika saya menjadi redaktur di Harian Singgalang, Harian Mimbar Minang maupun ketika jadi Redaktur Pelaksana Harian Haluan di Jl Damar 59. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Zeynita Gibbons, tadinya saya menduga wartawati Antara Biro Eropa ini adalah seorang asing. Baru tahun 1999 saya tahu bahwa Zeynita Gibbons itu adalah wartawati asli Indonesia, bahkan asli perempuan Minangkabau dari Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diateh. Saya penasaran saja, maka saya tanyakan langsung kepada Suchyar yang menjadi Kepala Biro ANTARA ketika itu. “Urang awak tulen baliau tu mah, bung” kata Suchyar ketika itu. Dan mengatakan bahwa Zeynita akan pindah ke Inggris.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Meskipun saya tidak pernah berkorespondensi dengan beliau, tetapi setiap kali ada feature yang ditulis Zeynita Gibbons di Bulettin ANTARA, pasti saya kutip dan muat. Pada kurun tahun 2000an itu ANTARA memiliki rubrik bernama Pumpunan dan  Spektrum. Pumpunan untuk berita-berita yang lebih analisis, sedang Spektrum adalah pure feature atau karangan khas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada peringatan Hari Pers Nasional 2018 di Padang saya terlibat menerbitkan buku profil 121 Wartawan Hebat dari Minangkabau. Buku yang diterbitkan Panitia HPN memuat riwayat ringkas para wartawan asal Minangkabau sejak zaman Belanda sampai 2018. Dari Mahyudin Datuk Maharaja sampai, Adinegoro, Karni Ilyas dan Chairul Harun. Salah satu nama dalam buku itu adalah Zeynita Gibbons. Ketua Penyunting bung Hasril Chaniago menugaskan saya untuk mewawancarai dan menulis profil beliau. Ini lantaran saya pernah berada sebentar dalam naungan LKBN ANTARA, jadi dianggap pas untuk mewawancarai Uni Ta dan menuliskannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka kalau dalam buku 121 Wartawan Hebat itu perjalanan hidup Zeynita Gibbons hanya tercantum dalam tiga atau empat halaman buku saja, dengan membaca buku “</span><i><span style="font-weight: 400;">Di Bandara Heathrow Semua Bermula dan Berakhir</span></i><span style="font-weight: 400;">’ anda akan mengenal lebih jauh tentang apa yang dicatat pada berbagai perjalanan jurnalistiknya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Zeynita Gibbons lebih suka mencatat hal yang kadang dianggap para wartawan lain remeh temeh. Tapi di tangannya menjadi tulisan yang hidup dan enak. Misalnya tulisan tentang Blanca  Salcedo (Hal 107). Bagaimana Zeynita mencatat hal kecil tentang keterbatasan bahasa hingga Blanca dari Formosa itu lebih banyak senyum-senyum saja di acara International Minangkabau Literacy Festival (IMLF). Zeynita melihat Blanca mungkin sedih lantaran keterbatasan bahasa pengantar tadi, karena tidak semua berbahasa Inggris. Lalu Zeynita menghiburnya dengan mengutip judul lagu ‘Don’t Cry for Me Argentina’ sebab Blanca meski dari Formosa, dia adalah warga Argentina. Dan lagu yang dinyanyikan beberapa penyanyi termasuk Madonna  adalah untuk mengenang Evita Peron, ibu negara istri Presiden Argentina, Juan Domingo Peron.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Begitulah Uni Ta, perempuan dari Paninjauan di jantung berita Eropa. Bagi saya, spirit of journalism nya amat memberi kesan kegigihan. Banyak (maaf) wartawati begitu meningkah, maka karir jurnalistiknya kemudian terpinggirkan. Saya ingin juga mengenang Yuli Ismartono (Tempo) dan Threes Nio (Kompas) yang harus meninggalkan keluarga demi tugas jurnalistiknya di luar negeri,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan ketika Zeynita kembali ke Ranah Minang, kampung halamannya, ia tidak pernah berhenti menulis. Sejumlah tulisannya dibagikan kepada kawan-kawan redaktur untuk dimuat. Saya beberapa kali termasuk yang dikirimi beliau untuk saya terbitkan di Harian Khazanah, di portal Khazminang.id dan hariankhazanah.com.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibarat lagu, setelah refrain kita masuk ke coda atau penutup lagu. Pada penutup tulisan ini bolehlah saya sampaikan juga kritik untuk buku memoar Zeynita Gibbons ini. Karena tak ada secuil pun foto dalam buku itu, maka paling tidak kelelahan mata tak terobati. Tadinya saya membayangkan akan ada foto-foto di mana tokoh sentralnya beraktifitas. Siapa tahu pada cetakan kedua akan direvisi, hehehe.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Proficiat</span></i><span style="font-weight: 400;">, Uni Zeynita Gibbons.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
