<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Sertifikasi Tanah Wakaf &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/sertifikasi-tanah-wakaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 03:46:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Sertifikasi Tanah Wakaf &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kampung RA Clumprit Diresmikan, ATR/BPN Optimistis Wakaf Produktif Mampu Perkuat Ekonomi Masyarakat</title>
		<link>https://khazminang.id/kampung-ra-clumprit-diresmikan-atr-bpn-optimistis-wakaf-produktif-mampu-perkuat-ekonomi-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 03:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Permodalan]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Tenri Abeng]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Freddy A. Kolintama]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Ivanovich Agusta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Wiyono]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung RA]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung RA Clumprit]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Reforma Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Degayu]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Aset]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Wakaf Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[penataan akses]]></category>
		<category><![CDATA[penataan aset]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Reforma Agraria Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Tanah Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Ahli ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Wakaf Produktif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13983</guid>

					<description><![CDATA[Pekalongan, Khazminang.id&#8211; Staf Ahli (Sahli) Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, Khazminang.id&#8211;</strong> Staf Ahli (Sahli) Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Tenri Abeng, meresmikan Kampung Reforma Agraria (RA) Clumprit dan meluncuran Gerakan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (05/06/2026). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan melalui RA.</p>
<p>“Peresmian Kampung RA dan berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat dari sisi aksesnya ini, harapannya dapat berkelanjutan sehingga cita-cita RA untuk menyejahterakan masyarakat dapat terwujud,” ujar Andi Tenri Abeng, usai meresmikan Kampung RA Clumprit.</p>
<p>Kampung RA Clumprit dikembangkan dengan memanfaatkan 173 bidang tanah wakaf produktif di Kota Pekalongan. Melalui kolaborasi antara program RA dan pemberdayaan tanah wakaf, kawasan ini diarahkan sebagai pusat integrasi berbagai program pemberdayaan masyarakat. Mulai dari program penguatan sektor pertanian, akses permodalan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan akses pasar.</p>
<p>Menurut Andi Tenri Abeng, model tersebut menjadi bukti bahwa tanah yang sebelumnya kurang produktif dapat memberikan manfaat ekonomi. “Ini membuktikan adanya pemanfaatan lahan yang tadinya tidak produktif menjadi produktif setelah kita tata asetnya dan kita tata aksesnya. Kita sama-sama melihat bahwa lahan tersebut dapat menghasilkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p>Andi Tenri Abeng menjelaskan, Kampung RA Clumprit merupakan Kampung RA ke-177 yang telah dibentuk di Indonesia. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Pekalongan, Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut.</p>
<p>“Harapannya, melihat koordinasi yang telah terbangun sejak awal pelaksanaan, program ini dapat terus berlanjut sampai masyarakat di sini bisa berdiri dan mandiri,” tambah Andi Tenri Abeng.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono, mengungkapkan bahwa Kampung RA Clumprit yang berada di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara ini merupakan wujud dari upaya penataan kawasan yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan banjir rob dan permukiman kumuh. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menyongsong Kota Pekalongan sebagai Kota Wakaf Produktif pada 2027.</p>
<p>Usai peresmian Kampung RA Clumprit dan peluncuran Gerakan Pemberdayaan Wakaf Produktif, dilaksanakan penyerahan lima sertifikat tanah wakaf kepada masyarakat Kota Pekalongan sebagai bagian dari upaya percepatan sertifikasi dan penguatan kepastian hukum aset wakaf di Kota Pekalongan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penanaman bersama padi biosalin serta tanaman penghijauan lainnya.</p>
<p>Turut hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Freddy A. Kolintama; Ketua DPRD Kota Pekalongan, Mohamad Azmi Basyir; Kepala Pusat Studi Pengembangan Pertanian dan Pedesaan IPB, Ivanovich Agusta; jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah; serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir, Sertifikasi Tanah Wakaf Melonjak 206 Persen</title>
		<link>https://khazminang.id/menteri-nusron-apresiasi-peran-nazir-sertifikasi-tanah-wakaf-melonjak-206-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 02:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Umat]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Hukum Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[ICOP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[International Conference on Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Legalitas Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR/Kepala BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Nazir]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamanan Aset Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Aset Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Strategis Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PSN]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Tanah Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Umat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Darunnajah]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Wakif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13976</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan tanah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan tanah wakaf. Menurutnya, peran para nazir dan wakif menjadi faktor penting dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Perbandingan datanya, tahun 2015-2016 total bidang tanah wakaf baru 100 ribu, tapi sekarang sudah tambah 200 ribu sehingga ada kenaikan 206%. Saya terima kasih kepada para wakif, para nazir, kesadaran untuk mendaftarkan tanah wakaf makin hari makin meningkat,&#8221; kata Menteri Nusron dalam acara International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertifikat Wakaf di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (06/06/2026).</p>
<p>Ia menilai peningkatan jumlah bidang tanah wakaf yang terdaftar menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mengamankan aset umat melalui kepastian hukum. Sertifikasi tanah wakaf dinilai penting agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan dan terhindar dari berbagai persoalan di kemudian hari.</p>
<p>Menurut Menteri Nusron, salah satu risiko yang kerap muncul pada tanah wakaf yang belum bersertifikat adalah potensi sengketa ketika nilai tanah meningkat akibat pembangunan di sekitarnya, termasuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). &#8220;Banyak sekali terutama di Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek dan Banten ada PSN. Tanah tersebut sebelum ada PSN nilainya tidak tinggi, akibat ada PSN valuasi asetnya naik drastis,&#8221; tutur Menteri Nusron.</p>
<p>Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu munculnya klaim atau tuntutan terhadap tanah yang sebelumnya telah diwakafkan, terutama apabila status hukumnya belum memiliki kepastian yang kuat. Oleh karena itu, sertifikasi tanah wakaf menjadi langkah preventif untuk melindungi aset umat dari potensi konflik yang berkepanjangan.</p>
<p>&#8220;Supaya (konflik) tidak berkepanjangan, kami harapkan para nazir untuk segera menyertifikatkan tanah wakaf untuk kepentingan keamanan aset umat,&#8221; ujar Menteri Nusron.</p>
<p>Ia berharap tren peningkatan sertifikasi tanah wakaf dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak aset umat yang terlindungi secara hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serahkan 1.032 Sertifikat Wakaf, Menteri Nusron Ajak Penerima Jadi Pelopor Pengamanan Aset Umat</title>
		<link>https://khazminang.id/serahkan-1-032-sertifikat-wakaf-menteri-nusron-ajak-penerima-jadi-pelopor-pengamanan-aset-umat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 03:18:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ana Anida]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Umat]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Hukum Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ICOP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[International Conference on Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lampri]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR/Kepala BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Musala]]></category>
		<category><![CDATA[Nazir]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamanan Aset Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Aset Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Tanah Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[SHM]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Umat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-Undang Pokok Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Darunnajah]]></category>
		<category><![CDATA[UUPA]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Wakif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13969</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan 1.029 sertifikat tanah wakaf dan 3...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan 1.029 sertifikat tanah wakaf dan 3 Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan, dalam acara International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertifikat Wakaf, yang diselenggarakan di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (06/06/2026). Momen ini juga digunakan Menteri Nusron untuk mengajak para penerima berkontribusi memperluas gerakan sertifikasi tanah wakaf di berbagai daerah.</p>
<p>“Bapak/Ibu yang tanahnya sudah disertifikatkan, kami mohon menjadi contoh dan pionir untuk mengajak nazir masjid, musala, dan pondok pesantren lainnya yang belum tersertifikatkan agar bekerja sama dengan Kementerian Agama dan ATR/BPN. Ayo kita sertifikatkan bersama-sama,” ujar Menteri Nusron.</p>
<p>Dari total 1.032 sertifikat yang diserahkan dalam kesempatan ini, sebanyak 251 sertifikat adalah aset dari Banten, 687 dari Jawa Barat, dan 94 dari DKI Jakarta. Kementerian ATR/BPN juga menggandeng berbagai organisasi masyarakat dan pondok pesantren untuk mempercepat proses sertifikasi wakaf, dengan target seluruh sertifikat tanah wakaf rampung sebelum 2029 sebagai warisan pengamanan aset umat. “Target kami, tahun 2028 kalau bisa sudah sapu bersih 100% selesai tanah wakaf ini,” kata Menteri Nusron.</p>
<p>Kepada seluruh peserta dan penerima sertifikat di ICOP 2026, Menteri Nusron juga menjelaskan bahwa tanah wakaf merupakan salah satu dari lima jenis tanah dalam sistem pertanahan nasional. Kelima jenis tanah tersebut, yaitu tanah negara, tanah hak, tanah ulayat atau tanah adat, tanah aset, serta tanah wakaf yang telah diakui dalam Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960.</p>
<p>Secara nasional, dari sekitar 126,7 juta bidang tanah yang terdaftar di Indonesia, sebanyak 97 juta bidang telah bersertifikat. Sementara itu, khusus tanah wakaf tercatat ada sebanyak 522.026 bidang, namun baru 306.189 bidang yang telah bersertifikat. Jika dibandingkan, tingkat sertifikasi tanah wakaf saat ini baru mencapai sekitar 58,65%.</p>
<p>Meski demikian, langkah menjamin keamanan tanah-tanah wakaf ini terus berproses. Sejak 2016, jumlah bidang tanah wakaf bersertifikat meningkat signifikan, dari 100.144 bidang menjadi tambahan sekitar 206.045 bidang atau naik lebih dari 200%. Di momen ini, Menteri Nusron mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat untuk menyertipikatkan tanah wakaf.</p>
<p>“Saya berterima kasih kepada para wakif dan nazir. Kesadaran untuk menyertipikatkan tanah wakaf semakin meningkat. Ini menunjukkan kesadaran untuk mengamankan aset umat juga meningkat,” tutur Menteri Nusron.</p>
<p>Dalam rangkaian acara ini, Menteri ATR/Kepala BPN turut didampingi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta jajaran. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Nusron: Sertifikasi Tanah Wakaf Kunci Menjaga Aset Umat dari Sengketa</title>
		<link>https://khazminang.id/menteri-nusron-sertifikasi-tanah-wakaf-kunci-menjaga-aset-umat-dari-sengketa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 02:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ana Anida]]></category>
		<category><![CDATA[aset keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Umat]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Hukum Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Darunnajah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiyanto Arief]]></category>
		<category><![CDATA[ICOP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[International Conference on Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil BPN Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil BPN DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil BPN Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lampri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR/Kepala BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Much Hasan Darojat]]></category>
		<category><![CDATA[Nazir]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan aset]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Tanah Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[SHM]]></category>
		<category><![CDATA[Sofwan Manaf]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Darunnajah]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Wakif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13965</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat untuk segera menyertifikatkan tanah wakaf...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat untuk segera menyertifikatkan tanah wakaf guna mengamankan aset umat dari berbagai potensi sengketa di masa mendatang. Pesan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di acara International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertifikat Wakaf, yang diselenggarakan di Universitas Darunnajah, Jakarta pada Sabtu (06/06/2026).</p>
<p>“Pesan dari acara ini adalah memberikan sinyal dan ajakan yang kuat kepada masyarakat, terutama para pemangku kepentingan agar segera menyertipikatkan tanah wakafnya. Wakaf merupakan aset publik, aset umat. Tidak boleh hilang, kalau aset publik hilang yang dirugikan bukan hanya wakif, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan wakaf tersebut,” ujar Menteri Nusron.</p>
<p>Di depan ribuan peserta ICOP 2026, Menteri ATR/Kepala BPN menjelaskan bahwa sertifikasi tanah adalah langkah yang penting dilakukan untuk melindungi aset wakaf. Dengan sertifikat, negara memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap aset wakaf sehingga pemanfaatannya dapat terus berlangsung bagi kepentingan umat. “Dengan sertifikat, negara mengakui dan melindungi aset tersebut,” kata Menteri Nusron.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen mengamankan aset umat melalui sertifikasi tanah wakaf, Kementerian ATR/BPN pada kesempatan ini menyerahkan sebanyak 1.032 sertifikat. Jumlah tersebut meliputi 251 sertifikat untuk aset di Banten, 687 sertifikat di Jawa Barat, dan 94 sertifikat di DKI Jakarta. Dari total sertifikat yang diserahkan, sebanyak 1.029 merupakan sertifikat tanah wakaf, sedangkan tiga lainnya adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan.</p>
<p>Sertifikasi tanah wakaf ini terus didorong percepatannya. Menurut Menteri Nusron, tanah wakaf yang belum bersertifikat rentan menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik berupa sengketa kepemilikan maupun konflik pemanfaatan lahan. Oleh karena itu, ia mendorong para wakif, nazir, serta pengelola lembaga keagamaan untuk segera mengamankan tanah wakaf melalui sertifikasi tanah.</p>
<p>Seiring dengan upaya tersebut, Menteri Nusron mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyertipikatkan tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan terhadap aset umat. “Saya berterima kasih kepada para wakif dan nazir. Kesadaran untuk menyertipikatkan tanah wakaf semakin meningkat. Ini menunjukkan kesadaran untuk mengamankan aset umat juga meningkat,” tuturnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, President of Darunnajah University, Hadiyanto Arief, menyatakan bahwa wakaf juga memiliki peran sebagai fondasi keberlangsungan lembaga pendidikan Islam. Dari kepastian hukum yang diberikan sertifikat tanah membuka peluang keberlanjutan dalam pengelolaan aset pendidikan.</p>
<p>“Wakaf adalah fondasi yang paling stabil bagi lembaga pendidikan Islam. Stabil dalam dua makna, yaitu kokoh secara legal standing dan kokoh karena ditopang oleh kuasa Allah SWT,” tutur Hadiyanto Arief.</p>
<p>ICOP yang merupakan agenda tahunan ini sudah terselenggara empat kali. Di tahun keempatnya, ICOP 2026 mengangkat tema soal wakaf, yang mana penyelenggaraannya diadakan melalui kolaborasi antara Universitas Darunnajah dan Kementerian ATR/BPN.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan aset keagamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertipikasi tanah wakaf. Rangkaian acara ini juga dihadiri President of Darunnajah, Sofwan Manaf; Rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat; perwakilan Kementerian Agama; mahasiswa Universitas Darunnajah; serta ribuan penerima sertipikat wakaf.</p>
<p>Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kesempatan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta jajaran. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Nusron Dorong Santri Jadi Ulama, Teknokrat, hingga Pemimpin Masa Depan Bangsa</title>
		<link>https://khazminang.id/menteri-nusron-dorong-santri-jadi-ulama-teknokrat-hingga-pemimpin-masa-depan-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR/Kepala BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Milad YASPIDA]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan umat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Santri Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Tanah Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Shamy Ardian]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Teknokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[YASPIDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13958</guid>

					<description><![CDATA[Sukabumi, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi penerus, namun juga mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan bangsa. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (04/06/2026).</p>
<p>“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN.</p>
<p>Di hadapan ratusan santri, Menteri Nusron berpesan bahwa setiap santri perlu memiliki visi dan kesiapan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Ia mengibaratkan santri sebagai <em>mudhaf ilaih</em> dalam ilmu nahwu yang suatu saat harus siap menjadi <em>mudhaf</em>, yakni generasi yang tidak hanya menerima estafet kepemimpinan, tapi juga mampu menggantikan dan melanjutkan peran para pendahulunya.</p>
<p>Menteri Nusron menjelaskan, untuk dapat memajukan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan umat, diperlukan sinergi antara tiga unsur penting sebagaimana diajarkan Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Ketiga unsur tersebut meliputi ilmu para ulama (<em>ilmal</em><em>ulama</em>), kebijaksanaan para teknokrat dan pelaksana kebijakan (<em>hikmatal hukama</em>), serta kepemimpinan dan wawasan kebangsaan (<em>siyasatul muluk</em>). Ia menilai, di sinilah letak pentingnya pesantren dalam mencetak generasi yang mampu berkiprah pada ketiga bidang tersebut.</p>
<p>Para santri yang hadir juga ia dorong untuk meningkatkan literasi politik. “Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegas Menteri Nusron.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum atas aset lembaga pendidikan keagamaan. Dengan kepastian hukum, diharapkan tanah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Hadir mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas; Kepala Kepolisian Resor Sukabumi, AKBP Samian; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Wendi Isnawan. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
