<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Penghargaan &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/penghargaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 16:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Penghargaan &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersama Suharto dan Gus Dur, Tiga Pejuang Ranah Minang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://khazminang.id/bersama-suharto-dan-gus-dur-tiga-pejuang-ranah-minang-diusulkan-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Budiman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 16:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=7295</guid>

					<description><![CDATA[Padang-Tiga pejuang Ranah Minang, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Chatib Sulaiman bersama HM Suharto dan K.H. Abdurrahman Wahid...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2">Padang-Tiga pejuang Ranah Minang, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Chatib Sulaiman bersama HM Suharto dan K.H. Abdurrahman Wahid masuk sebagai tokoh yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.</p>
<p class="p2"><span class="s1">Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang dikutip dari beberapa media nasional menyatakan, pada tahun ini ada 40 nama yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Nama yang masuk ini telah melalui seleksi ketat disertai penelitian dan pengkajian.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Sebelum memenuhi syarat gelar pahlawan,40 nama ini telah dikaji dan seleksi yang ketat,” terang Fadli Zon.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Dikitip dari Wikipedia, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah adalah tokoh reformasi pendidikan Islam dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang mendirikan Diniyah Putri, sekolah khusus perempuan pertama di Indonesia. Selain mendirikan lembaga pendidikan, ia juga berperan dalam perjuangan melawan penjajah dan menginspirasi Universitas Al-Azhar di Mesir untuk membuka fakultas khusus perempuan. Jasa-jasanya diakui secara anumerta oleh pemerintah dengan penganugerahan Bintang Mahaputra Adiprana. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia adalah salah satu orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih di Padang Panjang saat proklamasi kemerdekaan. Saat revolusi kemerdekaan, ia memelopori pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Padang Panjang dan menyediakan logistik untuk pasukan tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Sementara </span><span class="s1">Syekh Sulaiman Ar-Rasuli yang juga dikenal </span><span class="s2">Inyiak Canduang</span><span class="s1"> adalah seorang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ulama_Minangkabau" target="_blank" rel="noopener">ulama Minangkabau</a> yang mendirikan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Tarbiyah_Islamiyah" target="_blank" rel="noopener">Persatuan Tarbiyah Islamiyah</a>(Perti) dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Madrasah_Tarbiyah_Islamiyah_Canduang" target="_blank" rel="noopener">Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang</a>. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia juga merupakan tokoh yang menyebarluaskan gagasan keterpaduan adat Minangkabau dan syariat lewat ungkapan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Adat_Basandi_Syarak,_Syarak_Basandi_Kitabullah" target="_blank" rel="noopener"><span class="s3">Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah</span></a>.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sedangkan, Chatib Sulaiman adalah seorang pejuang kemerdekaan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" target="_blank" rel="noopener">Indonesia</a>. Ia terlibat dalam perjuangan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_Darurat_Republik_Indonesia" target="_blank" rel="noopener">Pemerintahan Darurat Republik Indonesia</a> di bawah pimpinan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Syafruddin_Prawiranegara" target="_blank" rel="noopener">Syafruddin Prawiranegara</a>.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Khatib yang hobi menggesek biola ini memutuskan hijrah ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang" target="_blank" rel="noopener">Padang Panjang</a>, episentrum dari pusat pendidikan dan pergerakan kebangsaan. Dalam buku </span><span class="s3">Menuju Lentera Merah</span><span class="s1"> ditulis bahwa masa itu Padang Panjang telah menjelma sebagai pusat modernisasi Islam, yang ditandai dengan lahirnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah" target="_blank" rel="noopener">Muhammadiyah</a> dan dua sekolah Islam modernis <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Thawalib" target="_blank" rel="noopener">Sumatra Thawalib</a>dan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diniyah_School&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank" rel="noopener">Diniyah School</a>. (Faisal Budiman)</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dihadiri Fadlizon, HPN Di Banjarmasin Meriah, Pemimpin Perusahan Khazanah Terima Penghargaan PCNO</title>
		<link>https://khazminang.id/dihadiri-fadlizon-hpn-di-banjarmasin-meriah-pemimpin-perusahan-khazanah-terima-penghargaan-pcno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Budiman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 13:39:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[Dihadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Fadlizon]]></category>
		<category><![CDATA[HPN]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[PCNO]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahan]]></category>
		<category><![CDATA[Terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=1474</guid>

					<description><![CDATA[Banjarbaru, Khazminang.id – Puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, yang digelar Minggu (9/2) di Gedung Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banjarbaru, Khazminang.id</strong> – Puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, yang digelar Minggu (9/2) di Gedung Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, menjadi momen bersejarah bagi Pemimpin Perusahan Harian Khazanah, Faisal Budiman. Betapa tidak, di HPN 2025 ini Faisal Budiman bersama dua wartawan Sumbar lainnya, Nita Indrawati dan Ikhlas Darma Murya mendapat penghargaan Press Card Number One (PCNO). Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme, kompetensi, dan integritasnya dalam dunia jurnalistik.</p>
<p>Faisal Budiman menjadi salah satu dari 17 wartawan se-Indonesia yang menerima penghargaan PCNO pada HPN 2025. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Panitia Pusat HPN 2025 Nomor: 61-SK/PWI-P/HPN 2025/1/2025.<br />
Ketua Pelaksana HPN 2025, Raja Parlindungan Pane, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada jurnalis yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berintegritas.</p>
<p>Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry CH. Bangun, turut mengapresiasi para penerima PCNO, termasuk Ikhlas Darma Murya. Ia menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk penghormatan bagi insan pers yang terus menjaga standar etika dan kualitas pemberitaan di Indonesia.</p>
<p>Tak hanya di tingkat nasional, karya-karya jurnalistik Plt Sekretaris PWI Sumatera Barat itu juga diakui di tingkat internasional. Konsistensinya dalam menyajikan berita yang akurat, tajam, dan berimbang menjadikannya sebagai salah satu jurnalis yang diperhitungkan dalam dunia pers global.</p>
<p>Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) tanggal 9 Februari, siap digelar di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjar Baru, pukul 09.25 pagi ini. Suasana meriah, mewah, khidmad sudah tampak, terasa jelang acara dibuka.<br />
Hendry Ch Bangun tampak sudah hadir di lokasi acara sejak pukul 07.30 bersama Ketua Panpel HPN Pusat Raja Pane dan panitia HPN 2025 lainnya.</p>
<p>Panitia siap menyambut tamu-tamu kehormatan yang dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon; Gubernur Kalsel H Muhidin; Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto; Pangdam VI/Mulawarman Rudy Rachmat Nugraha hingga Ketua PWI Kalsel H Zainal Helmie. Disediakan sekitar 2.000 kursi untuk tamu undangan termasuk pengurus dan anggota PWI dari seluruh Indonesia.<br />
Acara Puncak HPN 2025 tanggal 9 Februari&#8212;yang juga Peringatan Hari Ulang Tahun PWI&#8212; akan dibuka dengan tari persembahan, yakni tarian tradisional khas Kalsel.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan laporan Penanggung Jawab HPN 2025/Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, disusul Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin selaku tuan rumah.</p>
<p>Acara inti yang berkaitan dengan bidang pers, akan diisi dengan penyerahan penghargaan kepada tujuh pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro (AJA) 2024.</p>
<p>Selanjutnya juga ada penyerahan Press Card Number One untuk dua orang dan PIN Emas satu orang.<br />
Gubernur Kalsel H Muhidin yang dinilai berjasa bagi kemajuan pers nasional maupun Kalsel akan &#8220;didapuk&#8221; mendapatkan penghargaan Pena Emas.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, HPN 2025 akan menyerahkan buku &#8220;Bumi Lambung Mangkurat Bentangan Zamrud Lumbung Pangan, Pertanian dan Wisata&#8221; dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.</p>
<p>Acara puncak HPN 2025 di Banjarbaru dihadiri oleh berbagai tokoh pers, pejabat pemerintah, serta insan media dari seluruh Indonesia. Penghargaan PCNO menjadi salah satu bentuk apresiasi tertinggi bagi wartawan yang berkontribusi besar dalam perkembangan pers nasional dan internasional. (*/sal)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
