<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>pemetaan tanah &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/pemetaan-tanah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 03:58:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>pemetaan tanah &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru, Tawarkan Program Studi Langka di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang</title>
		<link>https://khazminang.id/politeknik-agraria-stpn-buka-pendaftaran-taruna-baru-tawarkan-program-studi-langka-di-bidang-pertanahan-dan-tata-ruang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 02:55:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agraria]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[data spasial]]></category>
		<category><![CDATA[Geomatika]]></category>
		<category><![CDATA[geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[Kadaster]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[Karier Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Lulusan SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Penataan Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Pendaftaran Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Taruna Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuran tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Agraria STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana Terapan Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Penerimaan Taruna Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[SPTB 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Yanti Achmad]]></category>
		<category><![CDATA[STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Taruna dan Taruni]]></category>
		<category><![CDATA[taruna STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13993</guid>

					<description><![CDATA[Sleman, Khazminang.id&#8211; Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Khazminang.id&#8211;</strong> Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), menawarkan program studi yang secara khusus berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Keunikan tersebut menjadikan Politeknik Agraria STPN sebagai salah satu perguruan tinggi yang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi spesifik untuk mendukung pembangunan sektor agraria dan tata ruang di Indonesia.</p>
<p>“Program studi di Politeknik Agraria STPN tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain. Pembelajarannya bersifat multidisiplin untuk membahas berbagai persoalan keagrariaan sehingga lulusannya dapat langsung mendukung tugas-tugas di bidang agraria, pertanahan, tata ruang, dan pengelolaan aset. Saat ini kami sedang membuka pendaftaran taruna dan taruni baru,” jelas Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, di Sleman, Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta, Jumat (05/06/2026).</p>
<p>Lulusan SMA/sederajat yang tertarik menempuh pendidikan di bidang agraria dan tata ruang, saat ini sudah bisa ikut mendaftar ke Politeknik Agraria STPN melalui Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman sptb.stpn.ac.id. Pendaftaran tahun ajaran baru bagi calon taruna/i bisa dilakukan hingga 18 Juni 2026.</p>
<p>Calon taruna/i yang ingin mendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan umum, di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, serta memenuhi persyaratan kesehatan dan administrasi yang ditetapkan. Selain jalur umum, Politeknik Agraria STPN juga membuka Jalur Kerja Sama Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kerja sama antara Politeknik Agraria STPN dan pemerintah daerah terkait.</p>
<p>Khusus untuk Program Studi Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan, para pendaftar harus berasal dari jurusan yang relevan, seperti IPA, Survei Pemetaan, Geomatika, Komputer, Bangunan, Pertambangan, Geologi, atau bidang lain yang linier. Program studi ini juga membuka kesempatan bagi lulusan D1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4,00 dan usia maksimal 23 tahun per 31 Agustus 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs web stpn.ac.id.</p>
<p>Perguruan tinggi yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini membuka empat program studi. Terdapat program Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan. Seluruh program studi dirancang untuk menjawab kebutuhan SDM di sektor agraria, pertanahan, dan tata ruang yang terus berkembang.</p>
<p>Selain pendidikan akademik dan praktik lapangan, Taruna/i Politeknik Agraria STPN juga dapat mengembangkan kemampuan organisasi melalui berbagai wadah kemahasiswaan, seperti Dewan Perwakilan Taruna (DPT), Badan Senat Taruna (BST), Korps Taruna Bela Negara (KTBN), dan Urusan Dinas Dalam (Urdisdal).</p>
<p>“Kami mengundang lulusan SMA/sederajat untuk bergabung dan mempersiapkan masa depan kariernya bersama Politeknik Agraria STPN. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat dilihat melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN,” pungkas Sri Yanti Achmad. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tertarik Bidang Pertanahan dan Tata Ruang? Politeknik Agraria STPN Siapkan Jalur Karier untuk Generasi Muda</title>
		<link>https://khazminang.id/tertarik-bidang-pertanahan-dan-tata-ruang-politeknik-agraria-stpn-siapkan-jalur-karier-untuk-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 04:46:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agraria]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[data spasial]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[informasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kadaster]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[Karier Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Penataan Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerimaan Taruna Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuran tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Agraria STPN]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kedinasan]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Yanti Achmad]]></category>
		<category><![CDATA[STPN]]></category>
		<category><![CDATA[STPN Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[survei dan pemetaan]]></category>
		<category><![CDATA[Taruna]]></category>
		<category><![CDATA[taruna STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13987</guid>

					<description><![CDATA[Sleman, Khazminang.id&#8211; Seiring kompleksitas pembangunan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan tanah dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Khazminang.id&#8211;</strong> Seiring kompleksitas pembangunan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan tanah dan ruang terus meningkat. Kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka peluang bagi generasi muda yang tertarik mendalami bidang agraria/pertanahan dan tata ruang untuk ikut berkontribusi menjadi bagian dari pembangunan Indonesia.</p>
<p>“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” terang Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, di Gedung Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta pada Rabu (03/06/2026).</p>
<p>Untuk mengakomodasi beragam kebutuhan kompetensi di bidang tersebut, Politeknik Agraria STPN saat ini menyelenggarakan empat program studi, yaitu Sarjana Terapan Pertanahan; Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah; Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan; dan Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.</p>
<p>Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, serta survei dan pemetaan. Kompetensi tersebut didukung kemampuan pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan layanan pertanahan modern.</p>
<p>Menurut Sri Yanti Achmad, hal itu pula yang membuat Politeknik Agraria STPN berbeda dengan banyak perguruan tinggi lain karena secara khusus berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Fokus tersebut membuat proses pembelajaran tidak hanya mempelajari satu disiplin ilmu, melainkan mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan yang saling berkaitan untuk memahami persoalan agraria secara utuh.</p>
<p>Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kalau persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pemetaan atau pengukuran tanah, namun juga mencakup aspek hukum, kepastian subjek dan objek hak atas tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian. Oleh karena itu, kurikulum Politeknik Agraria STPN dirancang secara multidisiplin agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria, pertanahan, dan tata ruang di Indonesia.</p>
<p>Pendidikan di Politeknik Agraria STPN tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. Sistem pendidikan berasrama yang diterapkan juga menjadi sarana pembentukan karakter, integritas, dan kemampuan sosial para taruna. “Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau <em>hard skill</em>, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” jelas Sri Yanti Achmad.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Sri Yanti Achmad mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat yang sedang mencari perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai pilihan pendidikan tinggi. “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkontribusi dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan taruna baru Politeknik Agraria STPN dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id. Calon pendaftar juga dapat memperoleh informasi terkini terkait persyaratan, tahapan seleksi, jadwal pendaftaran, hingga berbagai kegiatan kampus melalui akun media sosial resmi Politeknik Agraria STPN. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamen Ossy Soroti Pentingnya Data Akurat, Kunci Selesaikan Masalah Pertanahan</title>
		<link>https://khazminang.id/wamen-ossy-soroti-pentingnya-data-akurat-kunci-selesaikan-masalah-pertanahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 04:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[BPN daerah]]></category>
		<category><![CDATA[data pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Humbang Hasundutan]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan publik]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola data]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi layanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11934</guid>

					<description><![CDATA[Medan, Khazminang.id&#8211; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa data...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, Khazminang.id&#8211;</strong> Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa data pertanahan yang akurat menjadi kunci utama menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Saat memberikan pengarahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada Rabu (01/04/2026), Wamen Ossy mengimbau agar pembenahan data dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai fondasi utama sistem pertanahan.</p>
<p>“Data sangatlah penting. Kita di BPN sehari-hari selalu bermain dengan data. Salah satu penyebab mengapa kita mengalami banyak kesulitan saat ini dalam menyelesaikan suatu permasalahan, ya kembalinya ke masalah data. Sehingga, saya memberikan apresiasi penuh kepada seluruh jajaran BPN Humbang Hasundutan yang telah berhasil melakukan pemetaan terhadap tiga kecamatan yang cukup padat,” ujar Wamen ATR/Waka BPN, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Tata Bhumi Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang Hasundutan.</p>
<p>Di Kabupaten Humbang Hasundutan, upaya mewujudkan data pertanahan yang akurat terus didorong melalui percepatan pemetaan yang telah dilakukan di tiga kecamatan. Wilayah ini juga tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan capaian foto tegak terbesar di Sumatera Utara, dengan luasan mencapai sekitar 35.000 hektare. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah signifikan dalam mendukung ketersediaan data pertanahan yang akurat.</p>
<p>“Alhamdulillah bisa diselesaikan sehingga bisa dikatakan petanya <em>proven</em>, <em>reliable</em>, relevan, dan bisa kita jadikan dasar. Sebenarnya ini adalah wujud bagaimana kita ingin memperbaiki ke depan, perlahan-lahan harus kita benahi dulu data kita,” tutur Wamen ATR/Waka BPN.</p>
<p>Data pertanahan yang berkualitas menjadi fondasi penting bagi peningkatan kinerja pelayanan di daerah. Menurut Wamen Ossy, dengan tersedianya data yang akurat dan terbarui, setiap pihak yang bertugas di Humbang Hasundutan dapat bekerja lebih efektif dan memiliki pijakan yang jelas dalam menjalankan tugasnya.</p>
<p>“Ini tentunya akan sangat membantu keberadaan kantor ini karena dengan data yang baik, kita akan bisa meminimalisir kesalahan dalam penerbitan hak dan pengurusan-pengurusan lain yang tentunya akan makin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” pungkas Wamen Ossy.</p>
<p>Pada kunjungan ini, Wamen Ossy juga menyerahkan secara langsung enam Sertifikat Elektronik kepada masyarakat. Sertifikat tersebut merupakan hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.</p>
<p>Didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto, serta Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang Hasundutan, Andes Saragi, Wamen Ossy lanjut melakukan peninjauan ke sejumlah ruang pelayanan dan unit kerja di kantor tersebut. Ia melihat secara langsung proses pelayanan pertanahan yang berjalan sekaligus memastikan pelayanan telah dilaksanakan secara optimal, transparan, dan berbasis data yang akurat. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Ancaman Bencana, Sertifikasi Tanah Ulayat Dinilai Penting untuk Menjaga Kepastian Batas di Sumbar</title>
		<link>https://khazminang.id/hadapi-ancaman-bencana-sertifikasi-tanah-ulayat-dinilai-penting-untuk-menjaga-kepastian-batas-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 04:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agraria]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[lkaam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat hukum adat]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan tanah adat]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah ulayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah adat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ulayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11481</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#8211; Kerawanan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kejelasan batas tanah ulayat. Pergeseran aliran sungai,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazminang.id&#8211;</strong> Kerawanan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kejelasan batas tanah ulayat. Pergeseran aliran sungai, longsor, hingga perubahan bentang alam dapat memicu sengketa lahan apabila batas tanah tidak didukung data pertanahan yang akurat dan terdokumentasi secara resmi.</p>
<p data-start="473" data-end="721">Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif <em data-start="520" data-end="538">“Padang Menyapa”</em> yang disiarkan RRI Padang pada Rabu (4/3) dengan tema <em data-start="593" data-end="619">Sertifikasi Tanah Ulayat</em>. Dialog tersebut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat, Teddi Guspriadi.</p>
<p data-start="723" data-end="1002">Dalam pemaparannya, Teddi menjelaskan bahwa selama ini banyak batas tanah ulayat masih ditentukan berdasarkan tanda-tanda alam, seperti bukit, sungai, maupun pohon besar. Metode tersebut berpotensi menimbulkan persoalan ketika terjadi bencana yang mengubah kondisi geografis.</p>
<p data-start="1004" data-end="1245">“Jika aliran sungai bergeser hingga ratusan meter akibat bencana, maka batas tanah yang sebelumnya berpatokan pada sungai bisa menjadi sumber sengketa. Karena itu, pengukuran dan pemetaan berbasis koordinat menjadi sangat penting,” jelasnya.</p>
<p data-start="1247" data-end="1603">Melalui proses sertifikasi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan pengukuran dan pemetaan batas tanah secara pasti. Data hasil pengukuran tersebut kemudian disimpan dalam sistem administrasi pertanahan sehingga dapat ditelusuri kembali apabila terjadi perubahan kondisi alam maupun sengketa di masa mendatang.</p>
<p data-start="1605" data-end="1929">Ia menambahkan, penerbitan sertifikat bertujuan memberikan jaminan kepastian hukum terhadap subjek dan objek tanah. Subjeknya adalah Masyarakat Hukum Adat yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati atau Wali Kota, sementara objeknya dipastikan melalui proses pengukuran dan pemeriksaan tanah secara menyeluruh.</p>
<p data-start="1931" data-end="2152">“Pemerintah tidak memiliki niat mengambil alih tanah ulayat. Justru sertifikasi menjadi langkah perlindungan agar hak masyarakat hukum adat tetap terjaga dan tercatat secara resmi dalam administrasi pertanahan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2154" data-end="2497">Dalam dialog tersebut, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, juga menyoroti pentingnya sertifikasi tanah ulayat dalam konteks kebencanaan. Ia mencontohkan peristiwa longsor di wilayah Pariaman yang sempat menimbun lahan pertanian sehingga menyulitkan identifikasi batas tanah.</p>
<p data-start="2499" data-end="2709">“Dengan sertifikasi dan dukungan teknologi pemetaan, batas tanah yang tertimbun atau berubah akibat bencana masih dapat ditelusuri kembali. Ini penting untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari,” ujarnya.</p>
<p data-start="2711" data-end="3019">Sementara itu, pakar Hukum Agraria dan Hukum Adat dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, menegaskan bahwa pencatatan tanah ulayat dalam dokumen negara merupakan langkah penting agar keberadaan tanah adat tidak hanya diakui secara normatif, tetapi juga terdokumentasi secara administratif.</p>
<p data-start="3021" data-end="3313">Dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan bencana, sertifikasi Tanah Ulayat Nagari dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga kepastian hukum, mencegah potensi sengketa, sekaligus memastikan hak masyarakat hukum adat tetap terlindungi di tengah dinamika alam yang terus berubah. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
