<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Literasi Digital &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/literasi-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 07:56:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Literasi Digital &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menolak AI adalah Kenaifan, Mendewakannya adalah Kebodohan</title>
		<link>https://khazminang.id/menolak-ai-adalah-kenaifan-mendewakannya-adalah-kebodohan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 07:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=14014</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Raihan Al Karim* Histeria selalu datang lebih dulu ketimbang pemahaman setiap kali teknologi baru lahir. Hari ini, narasi bahwa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Raihan Al Karim*</strong></p>
<p>Histeria selalu datang lebih dulu ketimbang pemahaman setiap kali teknologi baru lahir. Hari ini, narasi bahwa Artificial Intelligence (AI) adalah ancaman yang akan menyingkirkan peran manusia, atau bahkan skenario kiamat layaknya fiksi ilmiah, terus berdengung. Namun, benarkah semengerikan itu?</p>
<p>Mari kita meminjam analogi klasik: api. Di tangan yang gegabah, ia bisa membakar habis sebuah kota. Namun di tangan yang mahir, api menjadi alat untuk memasak, menghangatkan tubuh, hingga memicu mesin uap yang melahirkan revolusi industri. AI pun persis demikian. Ia adalah pedang bermata dua; instrumen yang sepenuhnya netral. Ia bisa melesatkan produktivitas jika dikemudikan dengan benar, namun bisa menjadi bumerang yang menghancurkan kredibilitas jika kita menelan mentah-mentah semua hasilnya.</p>
<p><strong>Batas Demarkasi di Ruang Redaksi</strong></p>
<p>Mari kita bedah realitas ini dari meja redaksi. Jika seorang penulis mengandalkan AI seratus persen untuk memproduksi konten dari nol hingga tayang, itu adalah sebuah bunuh diri jurnalistik. Mesin tak punya empati, nir-etika, dan tak bisa turun ke lapangan mencecap nuansa lokal sebuah liputan.</p>
<p>Namun, menolak AI sepenuhnya juga sebuah kenaifan. Menjadikannya asisten bayangan adalah langkah rasional. Ketika <em>writer’s block</em> (kebuntuan ide) melanda, AI sigap membantu menyusun kerangka tulisan, merangkum data riset, hingga mengoptimasi SEO. Batasannya mutlak: AI hanyalah alat bantu, bukan pemimpin redaksi. Membiarkan algoritma mengeksekusi dan menerbitkan tulisan tanpa kurasi editor manusia sama dengan menebar karpet merah bagi penyebaran disinformasi.</p>
<p><strong>Revolusi di Dapur Pemrograman</strong></p>
<p>Transisi yang sama radikalnya terjadi di industri IT. Menolak AI di dapur pemrograman berarti menolak bekerja efisien. Dulu, merancang sistem digital—katakanlah aplikasi administrasi atau sistem kasir—membuat klien harus frustrasi menunggu berbulan-bulan akibat panjangnya proses perancangan database, penulisan kode, hingga debugging.</p>
<p>Kini, boilerplate (baris kode dasar) bisa disajikan dalam hitungan menit. AI dengan cepat menemukan letak error dan menyodorkan referensi logika struktur. Apakah programmer akan kehilangan pekerjaan? Tentu tidak. Mesin tidak memahami business logic yang unik dari setiap klien. Celah dan bug kompleks akan selalu menuntut nalar programmer sungguhan. AI hanya mengambil alih beban kerja kasar, membiarkan manusia fokus pada pemecahan masalah inti.</p>
<p><strong>Sekretaris Cerdas dan Bot &#8220;Dua Otak&#8221;</strong></p>
<p>Di luar urusan teknis, AI telah menjelma bak sekretaris cerdas yang bekerja 24/7 tanpa menuntut slip gaji. Bagi mereka yang didera jadwal padat, menyortir puluhan email panjang, merancang draf surat penawaran, hingga menyusun detail itinerary perjalanan keluarga kini tuntas dalam hitungan detik.</p>
<p>Kecanggihan ini kian telanjang di pasar keuangan dan kripto. AI kini lumrah dimanfaatkan sebagai bot trading tanpa lelah yang seolah memiliki &#8220;dua otak&#8221;. Otak pertama bekerja murni sebagai <em>screener</em> analitis—memindai pergerakan pasar, membaca sentimen global, dan menelaah koin secara serentak, sesuatu yang mustahil dilakukan mata telanjang.</p>
<p>Otak kedua bertindak sebagai algojo eksekusi. Ketika otak pertama memberi sinyal hijau, otak kedua otomatis melancarkan transaksi jual-beli, ketat mengikuti target <em>Take Profit</em> (keuntungan) dan batas <em>Stop Loss</em> (kerugian) yang sudah dipatok penggunanya. Sistem ini meriset dan mengeksekusi nonstop, kebal terhadap virus emosi, kelelahan, maupun keserakahan manusia.</p>
<p>Bayangkan, saat Anda sedang terlelap tidur, atau sedang menikmati waktu liburan berkualitas bersama keluarga, ada &#8220;orang&#8221; (sistem AI) yang terus bekerja memantau peluang, membeli, dan menjual aset untuk Anda. Ini adalah realitas teknologi hari ini. Pekerjaan analitis yang menguras fisik kini telah resmi didelegasikan, memberi kita kemewahan waktu yang tidak ternilai.</p>
<p>Namun perlu dicatat, ini bukan tentang uang yang jatuh dari langit secara ajaib. Ini adalah tentang efisiensi yang bisa kita delegasikan selama kita paham cara mengendalikan kemudinya.</p>
<p><strong>Kekuatan Berada pada Instruksi</strong></p>
<p>Lantas, jika mesin kian mahir, untuk apa manusia?</p>
<p>Jawabannya kembali ke esensi awal interaksi manusia dan komputer: instruksi atau prompt. Kecerdasan mesin pemikir ini sangat bergantung pada manusia di baliknya. Semakin detail dan tajam prompt yang diberikan, semakin presisi hasilnya. Sebaliknya, instruksi yang malas dan ambigu hanya akan melahirkan teks halusinasi yang terkesan asal-asalan.</p>
<p>Kitalah yang memegang kendali. Pada akhirnya, kecerdasan buatan tak akan pernah secara utuh menggantikan manusia. Namun, manusia yang menolak beradaptasilah yang kelak akan tergeser oleh mereka yang fasih memerintahkan AI.</p>
<p><em>(Penulis merupakan jurnalis bersertifikasi Wartawan Madya yang juga aktif bergelut sebagai Praktisi IT dan menaruh minat besar pada perkembangan teknologi finansial, khususnya tren aset kripto dan blockchain.)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CPNS ATR/BPN Didorong Jadi Komunikator Andal di Era Digital</title>
		<link>https://khazminang.id/cpns-atr-bpn-didorong-jadi-komunikator-andal-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 02:53:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Bagas Agung Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[BPSDM ATR BPN]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS ATR BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Humas]]></category>
		<category><![CDATA[informasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi publik]]></category>
		<category><![CDATA[Latsar CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan publik]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi birokrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=12184</guid>

					<description><![CDATA[Cikeas, Khazminang.id&#8211; Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cikeas, Khazminang.id&#8211;</strong> Dalam era digital yang serba cepat dan terbuka, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bukan hanya memiliki tugas teknis, namun juga menjadi representasi instansi dalam menyampaikan informasi ke publik. Untuk itu, Kementerian ATR/BPN melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), membekali para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ATR/BPN dengan kemampuan komunikasi publik agar siap berperan sebagai garda terdepan yang tepercaya.</p>
<p>“Setiap ASN, khususnya di lingkungan ATR/BPN adalah humas. Dan, strategi komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Kita sebagai bagian ATR/BPN dituntut untuk mampu menyampaikan setiap informasi secara jelas agar pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterima oleh masyarakat.” ujar Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga (Kabag PMHAL) Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Bagas Agung Wibowo, dalam Ceramah Klasikal Latsar CPNS Gelombang 4 Tahun Anggaran 2025, di Cikeas, Jumat Jumat (10/04/2026).</p>
<p>Komunikasi tidak sebatas menyampaikan suatu informasi. Sebagai komunikator ada tugas lanjutan untuk memastikan pesan yang disampaikan bisa dipahami dan diterima publik. Pesan tersebut juga diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat. Kabag PMHAL menyebut, keberhasilan komunikasi publik akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program-program Kementerian ATR/BPN.</p>
<p>Di era digital, ASN sebagai humas juga menghadapi tantangan cepatnya perputaran informasi dan hoaks. Oleh karena itu, ASN juga diminta untuk meluruskan isu-isu yang kelur, sekaligus ikut membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang akurat.</p>
<p>“Media sosial saat ini menjadi sarana utama komunikasi publik. Saat memanfaatkannya, kita harus bijak dengan menyajikan konten yang informatif, relevan, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait layanan ATR/BPN.” imbau Bagas Agung Wibowo.</p>
<p>Latsar kali ini diikuti oleh 326 peserta CPNS angkatan XXV-XXXII Gelombang 4 Tahun 2025. Peserta berasal dari berbagai unit teknis Kementerian ATR/BPN, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi, serta Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia. Adapun pelatihan ini dimoderatori oleh Widyaiswara Ahli Madya, Sukamto. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu ke Kantor, Warga Sinuruik Kini Bisa Akses Informasi Pertanahan Lewat Sentuh Tanahku</title>
		<link>https://khazminang.id/tak-perlu-ke-kantor-warga-sinuruik-kini-bisa-akses-informasi-pertanahan-lewat-sentuh-tanahku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 02:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Pertanahan Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[layanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Sinuruik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[redistribusi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[sentuh tanahku]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9561</guid>

					<description><![CDATA[Simpang Empat, Khazminang.id&#8211; Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, menyambut positif langkah Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat dalam mendekatkan layanan pertanahan kepada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="122" data-end="560"><strong>Simpang Empat, Khazminang.id&#8211;</strong> Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, menyambut positif langkah Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat dalam mendekatkan layanan pertanahan kepada masyarakat melalui edukasi penggunaan aplikasi Sentuh Tanahku. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Penyerahan Sertipikat Hak Atas Tanah Program Redistribusi Tanah Tahun 2025 pada Kamis (8/1/2026), yang dinilai sangat membantu warga memahami hak dan informasi pertanahan mereka.</p>
<p data-start="122" data-end="560">Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat, Habrianto Manda mengatakan, melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan pertanahan secara mandiri, mulai dari pengecekan status sertifikat, informasi bidang tanah, hingga layanan pertanahan lainnya secara cepat, mudah, dan transparan tanpa harus datang langsung ke kantor pertanahan.</p>
<p data-start="122" data-end="560">&#8220;Dalam kegiatan ini, kita juga turut memberikan penjelasan langsung mengenai fitur-fitur utama aplikasi Sentuh Tanahku. Kita juga menekankan pentingnya literasi digital di bidang pertanahan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan dapat mengakses data resmi dengan lebih aman,&#8221; bebernya.</p>
<p data-start="122" data-end="560">Habrianto berujar, edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Nagari Sinuruik untuk memanfaatkan Sentuh Tanahku sebagai sumber informasi pertanahan yang terpercaya, sekaligus sebagai sarana untuk melindungi hak atas tanah yang dimiliki.</p>
<p data-start="1506" data-end="1841">Wali Nagari Sinuruik, Frianton, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Program Redistribusi Tanah di wilayahnya. Ia menilai sertifikat yang diterima masyarakat menjadi bentuk kepastian hukum yang sangat penting dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup serta memperkuat perekonomian nagari.</p>
<p data-start="1843" data-end="2158">Sementara itu, Habrianto Manda mengimbau masyarakat agar menjaga sertifikat tanah dengan baik dan memanfaatkannya secara bijak. &#8220;Sebab, sertifikat tidak hanya berfungsi sebagai bukti kepemilikan yang sah, tetapi juga dapat menjadi modal penting dalam mendorong kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2160" data-end="2418">Sebagai bagian dari keterbukaan informasi, Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat juga mengajak masyarakat untuk mengikuti akun media sosial resmi agar selalu memperoleh informasi terbaru terkait layanan dan program pertanahan yang bermanfaat bagi publik. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
