<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Lingkungan Hidup &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 03:57:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Lingkungan Hidup &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wamen Ossy: Pembukaan Lahan dengan Membakar Tidak Akan Ditoleransi</title>
		<link>https://khazminang.id/wamen-ossy-pembukaan-lahan-dengan-membakar-tidak-akan-ditoleransi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 03:50:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[apel kesiapsiagaan karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Djamari Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Guna Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[hgu]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan dan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran lahan]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas udara]]></category>
		<category><![CDATA[larangan bakar lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan HGU]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[PP Nomor 18 Tahun 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Waka BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen ATR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=12891</guid>

					<description><![CDATA[Palembang, Khazminang.id&#8211; Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembang, Khazminang.id&#8211;</strong> Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Palembang, Rabu (06/05/2026), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengimbau para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) untuk aktif melakukan langkah pencegahan kebakaran lahan.</p>
<p>“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pemegang HGU untuk wajib melakukan tindakan pencegahan kebakaran lahan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016,” tegas Ossy Dermawan.</p>
<p>Dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelepasan atau Pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Pakai (HP), disebutkan bahwa pemegang HGU diwajibkan mengelola dan menjaga lahannya secara bertanggung jawab.</p>
<p>Kewajiban tersebut mencakup memelihara kesuburan tanah, mencegah kerusakan lingkungan, menyediakan sarana pengendalian kebakaran serta sumber air, hingga memastikan tata kelola lahan tetap aman dan tidak mudah terbakar.</p>
<p>Wamen ATR/Waka BPN juga mendorong jajaran di daerah untuk melakukan pemantauan rutin terhadap wilayah HGU yang berpotensi mengalami kebakaran. Pengawasan dilakukan dengan membandingkan data bidang HGU dengan titik panas (<em>hotspot</em>) yang terpantau.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak akan ditoleransi. Pemegang HGU yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Sanksi dapat berupa peringatan, evaluasi terhadap pemanfaatan tanah, hingga langkah administratif lainnya sesuai tingkat pelanggaran dan hasil pemeriksaan lintas instansi,” ujar Wamen Ossy.</p>
<p>Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Kegiatan diawali dengan pemantauan pasukan Satgas Karhutla, serta dilanjutkan dengan demonstrasi pemadaman api menggunakan berbagai peralatan oleh petugas di lapangan. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju 30 Persen RTHB, ATR/BPN Perkuat Komitmen Pembangunan Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://khazminang.id/menuju-30-persen-rthb-atr-bpn-perkuat-komitmen-pembangunan-ramah-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 03:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Dekarbonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[GALANG RTHB]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Indonesia Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Net Zero Emission]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Terbuka Hijau dan Biru]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Tebet Eco Park]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen ATR/Waka BPN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=10638</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mendukung Gerakan Nasional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (GALANG RTHB) yang resmi dicanangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pada acara pencanangan GALANG RTHB, Wamen Ossy mengapresiasi pengembangan ini karena mendorong masyarakat untuk menempatkan RTHB sebagai elemen yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Tentunya kami menyambut baik inisiatif GALANG RTHB ini karena terus terang ini merupakan satu perubahan <em>mindset</em> yang harus kita lakukan kepada masyarakat. Bagaimana mem-<em>value</em> ruang terbuka hijau dan biru di-<em>incorporate</em> dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Wamen Ossy dalam acara Town Hall Meeting dan Pencanangan GALANG RHTB yang berlangsung di Tebet Eco Park, Jakarta, Jumat (13/02/2026).</p>
<p>Penguatan RTHB tidak lagi dapat diposisikan sekadar sebagai pelengkap pembangunan, melainkan harus menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan. “RTHB ini justru harus menjadi inti pembangunan nasional itu sendiri. Dan perubahan tersebut dapat dimulai dengan berusaha memberikan edukasi melalui Town Hall Meeting kepada masyarakat untuk meningkatkan apresiasi terhadap RTHB,” kata Wamen ATR/Waka BPN.</p>
<p>Menurut Wamen Ossy, upaya peningkatan dan perluasan RTHB memiliki dasar yang kuat, tidak hanya dari mandat global seperti <em>Sustainable Development Goals</em> SDGs, tetapi juga telah diamanatkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Dengan demikian, keberadaan RTHB menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai pencetus pengembangan ini, Menko AHY menjelaskan bahwa RTHB sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Gerakan tersebut mengusung visi mewujudkan Indonesia yang semakin aman, sehat, resik, dan indah.</p>
<p>“RTHB ini penting, sangat mendasar dan sesuai dengan mandat undang-undang kita menuju 30% ruang terbuka hijau dan biru, agar masyarakat bisa memiliki ruang yang sehat, produktif dan juga kreatif dan ini penting untuk keberlanjutan lingkungan hidup kita,” jelas Menko AHY usai pencanangan GALANG RTHB.</p>
<p>Melalui GALANG RHTB ini, pemerintah juga mendorong langkah dekarbonisasi dan memperluas pengembangan ruang terbuka hijau. “Seperti ini (GALANG RHTB, red) yang mudah-mudahan akan berkontribusi signifikan terhadap upaya kita menuju net zero emission, termasuk kita menunjang semangat dekarbonisasi dan menciptakan lingkungan yang asri,” pungkas Menko AHY.</p>
<p>Pencanangan GALANG RTHB ditandai dengan pelepasan burung ke alam terbuka sebagai wujud komitmen pelestarian lingkungan. Pelepasan tersebut juga diikuti oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono; dan sejumlah wali kota. Hadir pula mendampingi Wamen Ossy, Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Ariodilah Virgantara. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Negara Ambil Alih 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan, Izin Puluhan Perusahaan Dicabut</title>
		<link>https://khazminang.id/negara-ambil-alih-409-juta-hektare-kawasan-hutan-izin-puluhan-perusahaan-dicabut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 02:39:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabutan Izin Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Penertiban Kawasan Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Penguasaan Kembali Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelamatan Aset Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Perizinan PBPH]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Restorasi Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas PKH]]></category>
		<category><![CDATA[Tesso Nilo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9788</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut berperan aktif sebagai anggota Satuan Tugas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut berperan aktif sebagai anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam upaya pemerintah menertibkan pemanfaatan kawasan hutan sekaligus menyelamatkan aset negara dari praktik penyalahgunaan. Menteri Nusron menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 4,09 juta hektare yang sebelumnya dimanfaatkan tidak sesuai ketentuan.</p>
<p>“Pemerintah telah menguasai kembali 4,09 juta hektare lahan hutan dari praktik penyalahgunaan lahan. Pemerintah juga melakukan pemulihan lingkungan melalui restorasi Taman Nasional Tesso Nilo seluas 81.793 hektare sebagai habitat penting gajah, harimau sumatra, dan satwa endemik lainnya,” kata Menteri Nusron usai konferensi pers Pemerintah Mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/01/2026) malam.</p>
<p>Dari total kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali tersebut, sekitar 900 ribu hektare dikembalikan sebagai kawasan hutan konservasi guna menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem jangka panjang.</p>
<p>Selain penyelamatan kawasan hutan, Satgas PKH juga berhasil mengamankan aset negara dengan nilai total mencapai Rp6,62 triliun. Menteri Nusron menjelaskan bahwa nilai tersebut terdiri atas Rp4,28 triliun yang merupakan hasil rampasan negara dari perkara tindak pidana korupsi, serta Rp2,34 triliun yang berasal dari penagihan denda administratif atas pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan.</p>
<p>Lebih lanjut, pascabencana hidrologi yang terjadi di sejumlah wilayah, Satgas PKH mempercepat pelaksanaan audit di tiga provinsi. Pada Senin, 19 Januari 2026, Presiden Republik Indonesia memimpin rapat terbatas secara daring dari London, Inggris, yang di dalamnya Satgas PKH melaporkan hasil investigasi terhadap sejumlah perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan.</p>
<p>Berdasarkan laporan tersebut, Presiden memutuskan untuk mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan. Pencabutan izin tersebut mencakup 22 perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di kawasan hutan alam dan hutan tanaman dengan total luas mencapai 1.010.592 hektare. Selain itu, izin juga dicabut terhadap 6 perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, serta Perizinan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).</p>
<p>Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Turut hadir, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin; Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo; Jaksa Agung, ST Burhanuddin; Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita; Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh; Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki; Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono; Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Agung Febrie Adriansyah; serta Kepala Staf Umum TNI, Richard Taruli Horja Tampubolon. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Planet Biru tak Lagi Balance, Manusia Menuai Bencana</title>
		<link>https://khazminang.id/ketika-planet-biru-tak-lagi-balance-manusia-menuai-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Yanche Edrie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 01:35:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Fitri alfarisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan aam]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9257</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Dr. Fitri Alrasi, M.A Dosen UM Sumatera Barat &#160; “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari Allah jika Dia menghendaki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2968 alignleft" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/05/Fitri-Alfarisi-Dosen-UMSB.jpg" alt="" width="289" height="250" />Oleh: Dr. Fitri Alrasi, M.A</strong></p>
<p><em>Dosen UM Sumatera Barat</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Siapakah yang dapat melindungi kamu dari Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” (QS. Al Ahzab (33) : 17</em></p>
<p>Bumi mulai kehilangan keseimbangannya, seperti keseimbangan geraknya, keseimbangan iklimnya, keseimbangan sirkulasi air hujan, keseimbangan rantai makanan dan lain-lain. Pergeseran keseimbangan itu muncul disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, disebabkan oleh Continental Drift yaitu pergerakan lempeng tektonik. Pergerakan selama jutaan tahun ini sedang mencari keseimbangan finalnya. Dalam pergerakan  ini muncul tabrakan-tabrakan antar lempeng bumi sehingga terjadi gempa-gempa tektonik dalam berbagai skala, dan juga aktifitas gunung berapi. Hal ini wajar terjadi karena memang usia bumi ini sudah terlalu renta yaitu hampir dari 5 miliaran tahun, ibarat usia manusia yang sudah renta akan mengalami gejala-gejala ketuaannya seperti, penyakit degenerative tulang-tulang tidak lagi kuat dan kropos, otot-otot mengeras dan kaku, kulitnya mengeriput dan pikiran tidak lagi sempurna. Maka dari itu bumi ini sering goyang, sering terjadi gempa dan iklim tidak teratur.</p>
<p>Kedua, memburuknya keseimbangan bumi itu disebabkan oleh aktifitas manusia yang berlebihan dalam merusak kondisi bumi. Manusia telah merusak lingkungannya sendiri yang disebabkan oleh keserakahan dan akhlak buruk mereka. Bumi ini sedang dalam keadaan kritis untuk menyeimbangkan kembali kondisinya karena kerusakannya sudah begitu parah. Jika kita analogikan bumi ini seperti ban mobil yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi, kita akan merasakan mobil kita bergetar-getar yang disebabkan ban mobil kita tidak balance yang disebabkan berbagai hal seperti, velgnya yang penyok, atau karena permukaan bannya sudah cuil di sana sini, atau barangkali dikarenakan aus secara tidak merata. Oleh karena itu, ban harus dibawa ke bengkel spooring dan balancing  agar ban seimbang kembali, artinya kita manusia harus mendekatkan diri kepada Yang Maha Tahu yaitu Allah Ta’ala untuk berdoa agar bumi ini dipulihkan kembali keseimbangannya.</p>
<p>Kenapa bencana datang beruntun kepada kita? Apa salah kita? Bukankah yang terdampak bencana mayoritas muslim, mereka melaksanakan sholat, di sana sini berkumpul mengadakan pengajian, doa bersama, menjamurnya majlis-majlis dzikir, bahkan berlomba-lomba membangun masjid di sepanjang jalan raya. Untuk kita ketahui bahwa bencana tidak memandang siapa rajin sholat, rajin puasa dan lain-lain, bencana akan menimpa orang baik, orang jahil, anak-anak, dewasa. Jadi bencana merupakan ujian bagi orang-orang baik agar dia menjadi lebih tinggi derjadnya di sisi Allah dan menjadi azab bagi orang-orang yang berbuat kezhaliman dimuka bumi Allah. Akibat dari kezhaliman manusia itulah bumi menjadi tidak bersahabat dan tidak seimbang, sebelumnya air hujan adalah rahmat yang menyuburkan tanah untuk para petani sehingga pada akhirnya mereka menuai hasil pertaniannya dengan sempurna, ketika Allah menghendaki air menjadi ujian maka semua Allah ratakan semua tanaman dalam sekejap.</p>
<p>Di dalam benak manusia masih menyimpan ungkapan air adalah sumber kehidupan dan turunnya hujan adalah rahmat bagi manusia. Namun kondisi yang terjadi ketika bumi tidak lagi seimbang, ratusan miliar ton air yang siap mengancam kehidupan manusia, air menjadi bencana yang mengerikan dan air hujan deras telah berubah menjadi banjir bandang. Apakah ini cobaan atau ujiankah bagi manusia ataukah azab?</p>
<p>“Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum (30 : 41)</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bahwa bencana alam bias menjadi peringatan bagi manusia untuk kembali ke jalan yang benar, bertaubat, dan memperbaiki perilaku mereka. Dalam konteks bencana banjir, tanah longsong dan hujan deras disertai angin puting beliung di Sumatera, kita bias mengambil pelajaran bahwa bencana alam harus menjadi pengingat bagi kita untuk lebih menjaga lingkungan, tidak merusak alam, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.</p>
<p>Sebenarnya bumi ini telah memiliki mekanisme sempurna untuk mengendalikan musim dan iklim. Rezeki yang disediakan Allah dimuka bumi untuk kehidupan manusia ini tidak akan habis asal saja manusia tidak serakah dan mementingkan diri sendiri. Namun kini semua itu telah kacau disebabkan manusia lebih mengandalkan teknologi, zat-zat kimiawi, dan pemaksaan-pemaksaan atas kondisi alam. Hal ini terjadi bukan produktifitas yang meningkat, melainkan semakin kacaunya proses produksi. Unsur-unsur hara di dalam tanah mengalami kerusakan. Dan yang paling merepotkan, iklim dan musim kini semakin sulit diprediksi. Hujan salah musim, volume air yang turun jauh melebihi biasanya. Banyak lahan-lahan gundul yang memicu terjadinya tanah longsong, banjir dimana-mana, membuat jalan putus, jembatan hanyut. Lapisan subur permukaan tanah pun mengelupas, sehingga semakin banyak daerah kritis dan tandus.</p>
<p>Oleh karena hal demikian, maka bencana ini bisa jadi cobaan bisa juga jadi peringatan keras atau azab.  Kita harus introspeksi diri dalam menyikapi hal ini. Bagi orang-orang yang menggunakan akalnya dan opened mind, mereka  bakal bisa mengambil hikmah dari berbagai peristiwa yang terjadi disekitar mereka. Hikmah yang terkandung di dalam bencana itu selalu memuat beberapa pelajaran agar kita berintrospeksi, dan kemudian termotivasi untuk melangkah ke arah yang  lebih baik dan produktif.</p>
<p>Memang kita selalu bertanya-tanya, kenapa ya kita terkena bencana dan musibah ini. Dan selalu jawabannya tidak pernah tuntas. Padahal sebenarnya kita bisa berkaca kepada bencana-bencana yang telah terjadi, termasuk pada zaman para nabi. Bahwa bencana selalu memiliki pelajaran multi-dimensi. Tiga dimensi di antaranya adalah ujian, cobaan, dan azab. Bagi orang-orang yang positive thingking, mereka akan selalu berpendapat bahwa selama ini adalah ujian dan cobaan. Ujian terhadap keimanan kita. Dan cobaan bagi kesabaran kita di dalam musibah. Karena semuanya itu datang dari Allah. Tak ada yang kebetulan di alam semesta ini. Begitulah salah satu sikap yang diajarkan Allah kepada kita dalam menghadapi bencana, yaitu sikap positif yang mengarah kepada ketauhidan yang kokoh.</p>
<p>Berserah diri kepada Allah, setelah melewati proses. Bukan pasrah diri tanpa usaha namun menyadari semuanya datang dari Allah dan terjadi atas izin Allah. Dalam menghadapi bencana itu juga Allah mengajarkan kita untuk sabar karena Allah memang menguji kesabaran kita. Kesabaran itu tidak hanya dimulut melainkan juga dibuktikan dengan perbuatan, yaitu dengan meyakini bahwa Allah telah berkehendak dan tugas kita adalah berdoa dengan penuh harap kepada Allah untuk menolong kita. Bukannya minta pertolongan kepada selain Allah apalagi sampai menggugat Allah. Karena dibalik bencana yang Allah timpakan ada Rahmat dan hikmah dibaliknya. Allah selalu mendampingi orang-orang yang berorientasi pada kebaikan dan menjalani hidup dalam kesabaran. Sifat sabar dalam menghadapi bencana juga membawa kita saling peduli, saling membahu, saling mengasihi dan saling membantu. Inilah hikmah besar dari bencana yang sebagian manusia mengetahui hal tersebut. Dari mana-mana akan melakukan donasi penggalangan dana, terjun menjadi relawan di lokasi bencana, datang memberikan pendampingan trauma healing atau psiko-traumatik pada anak-anak. Semua kegiatan itu menyadarkan manusia bahwa setiap kejadian ada hikmahnya. Bagi orang-orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah, malahan dibalik kejadian bencana dia mampu tetap bersyukur dengan segala nikmat dan rahmat yang sudah diterimanya sebelum terjadinya bencana, dan akhirnya dia bertawakkal kepada Allah seraya mengucapkan Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, semua yang dating dari Allah akan kembali kepada Allah. Wallahu A’lam bi as-Shaw</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FPS Bersama AJPLH Sepakati Komitmen Jaga Iklim Investasi yang Sehat dan Berkelanjutan di Sumbar</title>
		<link>https://khazminang.id/fps-bersama-ajplh-sepakati-komitmen-jaga-iklim-investasi-yang-sehat-dan-berkelanjutan-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[John Edward Rhony]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 15:46:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9206</guid>

					<description><![CDATA[Painan, Khazminang.id&#160;&#8211; Forum Pemuda Sumbar (FPS) bersama Aliansi Jurnalis Penyelamatan Lingkungan Hidup (AJPLH) menyepakati komitmen bersama menjaga iklim investasi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Painan, Khazminang.id</strong>&nbsp;&#8211; Forum Pemuda Sumbar (FPS) bersama Aliansi Jurnalis Penyelamatan Lingkungan Hidup (AJPLH) menyepakati komitmen bersama menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepakatan itu dicapai dalam dialog antara kedua organisasi tersebut di Padang, Kamis (25/12/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua organisasi berbeda ruh itu menyepakati untuk tetap melakukan kontrol sosial dan pengawasan partisipatif terhadap dunia usaha yang ada di wilayah itu, terkhusus sektor lingkungan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Eksekutif FPS, Dr. Muhammad Jamil, M.A, mengatakan, kolaborasi dan sinergi antar lembaga dan keorganisasian sangat penting dalam menciptakan kondusifitas serta kenyamanan bagi para investor di Sumatera Barat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya pemberitaan konflik-konflik di sektor dunia usaha, katanya, maka akan memberikan tekanan terhadap para investor untuk berinvestasi di Sumatera Barat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Muhammad Jamil, Investor dalam mengembangkan dunia usaha memerlukan kondusifitas, kenyamanan, kestabilan politik hingga penerimaan masyarakat akan investasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Itu menjadi pertimbangan serius bagi investor, karena mereka menggelontorkan uang yang tidak sedikit, makanya berhati-hati dan kita akan jaga itu,&#8221; ujar Muhammad Jamil.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamil mengatakan dukungan terhadap keberadaan investasi tidak hanya diberikan oleh pemerintah, namun organisasi kemasyarakatan juga tidak kalah penting dalam menjaga kestabilan investasi dan kenyamanan bagi investor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Oleh sebab itu, kita hadir untuk menjaga iklim investasi di Sumbar,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Umum AJPLH, Soni menjelaskan, organisasi yang dinakhodai nya itu saat ini berorientasi terhadap pengawasan atau kontrol di sektor lingkungan hidup.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena, lingkungan hidup merupakan salah satu sarana untuk keberlangsungan hidup hajat orang banyak untuk kedepannya,&#8221; tuturnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, tegasnya, pihaknya sepakat sekali untuk menjaga iklim investasil tanpa mengabaikan kaidah dan pengelola lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap, investor yang akan berinvestasi di Sumbar agar merealisasikan komitmen yang jelas sesuai dengan regulasi dan perizinan yang mendukung terhadap keberlangsungan lingkungan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mari kita ciptakan iklim investasi kondusif, tapi tetap memprioritaskan kelestarian alam dan lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara pemuda, jurnalis, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas iklim investasi sekaligus melindungi lingkungan hidup di Sumatera Barat. (Milhendra Wandi)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
