<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>legalisasi aset &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/legalisasi-aset/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 02:35:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>legalisasi aset &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wamen Ossy Dorong Penguatan GTRA, Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Tanah Laut</title>
		<link>https://khazminang.id/wamen-ossy-dorong-penguatan-gtra-kunci-penyelesaian-konflik-pertanahan-di-tanah-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 02:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[GTRA]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus Tugas Reforma Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pertanahan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[legalisasi aset]]></category>
		<category><![CDATA[Ossy Dermawan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Tanah Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Trianto]]></category>
		<category><![CDATA[redistribusi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Reforma Agraria Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sertipikat Hak Pakai]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen ATR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=13933</guid>

					<description><![CDATA[Tanah Laut, Khazminang.id&#8211; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, meminta Pemerintah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Laut, Khazminang.id&#8211;</strong> Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut mengoptimalkan peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagai forum kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di Kabupaten Tanah Laut. GTRA ini menjadi sarana dukungan pemerintah daerah (Pemda) untuk membantu pemerintah pusat dalam penyelesaian pertanahan di daerahnya.</p>
<p>“Bupati punya kewenangan yang sangat kuat untuk bisa mengurus dan menangani segala permasalahan pertanahan yang ada di daerahnya. Bupati merupakan Ketua GTRA di kabupaten, ditetapkan sesuai Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria,” jelas Ossy Dermawan dalam pertemuan bersama Pemkab Tanah Laut, di Balairung Tuntung Pandang, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (31/05/2026).</p>
<p>Kementerian ATR/BPN menginisiasi GTRA untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dan bersama-sama mencari jalan keluar yang dapat diterima semua pihak atas suatu masalah pertanahan. Pihak yang bersangkutan tersebut meliputi Pemda, aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian, TNI, serta instansi terkait dan juga perwakilan masyarakat.</p>
<p>Menurut Wamen Ossy, saat menghadapi masalah pertanahan, pendekatan dialog dan musyawarah perlu lebih diutamakan dibanding membawa persoalan ke jalur litigasi yang sering kali memakan waktu panjang. “Kalau ini sifatnya sudah sistemik dan struktural, Pemda bisa melakukan mekanisme penyelesaian melalui GTRA. Kumpulkan seluruh unsur terkait, dicari solusinya di sana. Paling tidak masyarakat melihat ada niat baik dari pemimpinnya untuk berusaha menyelesaikan masalah,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, Wakil Bupati Tanah Laut, Zazuli, dan unsur Forkopimda ini, Wamen Ossy juga menyerahkan sertifikat kepada lima perwakilan penerima. Kelima sertifikat ini adalah bagian dari 111 sertifikat yang diterbitkan Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tanah Laut. Adapun sertifikat tersebut meliputi 106 Sertifikat Hak Pakai atas nama Pemkab Tanah Laut serta lima sertifikat hak atas tanah lintas sektor.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Wamen Ossy turut didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Tenaga Ahli Menteri Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Hendri Teja; Kepala Kantah Kota Banjarbaru, Ahmad Suhaimi; serta Plh. Kepala Kantah Kabupaten Tanah Laut, Isa Widyatmoko. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MoU ATR/BPN-Aceh Fokus Percepatan Legalisasi Aset dan Penyelesaian Sengketa</title>
		<link>https://khazminang.id/mou-atr-bpn-aceh-fokus-percepatan-legalisasi-aset-dan-penyelesaian-sengketa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 03:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[agraria Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Arinaldi]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Bob Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Dalu Agung Darmawan]]></category>
		<category><![CDATA[data spasial]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil BPN Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama pemerintah daerah]]></category>
		<category><![CDATA[legalisasi aset]]></category>
		<category><![CDATA[MoU ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Muzakir Manaf]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Provinsi Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan aset daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelesaian sengketa tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pertukaran data spasial]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen ATR BPN]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa agraria]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Objek Reforma Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[TORA]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi pertanahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=12956</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Khazminang.id&#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Khazminang.id&#8211;</strong> Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam rangka Sinergi Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang pada Selasa (12/05/2026) di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Penandatanganan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola agraria dan pertanahan di Provinsi Aceh.</p>
<p>“MOU ini ruang lingkupnya cukup signifikan dalam konteks membangun (tata kelola) agraria dan pertanahan di Provinsi Aceh. Ini memang tugas kami di Kementerian ATR/BPN mulai dari tata kelola dan sertifikasi aset, kemudian tata ruang sekaligus pengendalian juga asistensi pencegahan dan penanganan sengketa. Ini penting untuk pembangunan agraria di Aceh,” ujar Dalu Agung Darmawan dalam sambutannya.</p>
<p>Sebelum penandatangan yang dilakukan oleh Sekjen ATR/BPN hari ini berlangsung, dokumen kerja sama tersebut sudah ditandatangani secara terpisah oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Banda Aceh. Penandatanganan MoU ini menjadikan Aceh sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki mekanisme koordinasi formal dalam pertukaran data dan informasi spasial secara terintegrasi dengan pemerintah pusat.</p>
<p>Dalu Agung Darmawan berharap, berbagai program strategis Kementerian ATR/BPN di Aceh dapat dipercepat melalui sinergi ini, termasuk salah satunya penguatan legalisasi aset dan penyelesaian persoalan pertanahan masyarakat. “Nanti selanjutnya Pemerintah Provinsi Aceh dengan Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh untuk menyiapkan kerja sama lanjutan. Nanti mohon ditindaklanjuti Pak Kepala Kanwil dan para Kepala Kantor Pertanahan,” ujar Sekjen ATR/BPN.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, hadir sebagai wakil dari Pemerintah Provinsi Aceh, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh, Bob Mizwar. Ia mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang telah bersama-sama melakukan pembahasan secara maraton hingga tercapainya proses finalisasi rancangan MoU bidang agraria, pertanahan dan tata ruang dengan Provinsi Aceh ini.</p>
<p>“Melalui MoU ini kita harapkan upaya mempercepat proses legalitas lahan akan berdampak langsung pada kepastian usaha pekebun. Ini juga memberikan opsi penyelesaian sengketa agraria yang lebih terintegrasi dengan pusat, termasuk mendorong optimalisasi program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Aceh,” ujar Bob Mizwar.</p>
<p>Pada kegiatan ini, turut hadir Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi serta sejumlah perwakilan dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian ATR/BPN; Plh. Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Nizwar; serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ATR/BPN dan UIN Datokarama Kolaborasi, Mahasiswa Turun Langsung Urus Tanah Wakaf</title>
		<link>https://khazminang.id/atr-bpn-dan-uin-datokarama-kolaborasi-mahasiswa-turun-langsung-urus-tanah-wakaf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 04:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[KKN tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi kampus]]></category>
		<category><![CDATA[legalisasi aset]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pertanahan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Datokarama Palu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11914</guid>

					<description><![CDATA[Palu, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid bersama Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palu, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid bersama Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, menandatangani Nota Kesepahaman/MoU terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di bidang pertanahan pada Rabu (01/04/2026). Kerja sama ini menjadi langkah konkret mendorong keterlibatan mahasiswa untuk membantu menyelesaikan legalisasi tanah wakaf.</p>
<p>“Melalui KKN Tematik, kami mengajak mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat, membantu menyisir tanah-tanah wakaf yang belum memiliki kepastian hukum, mulai dari pengurusan Akta Ikrar Wakaf hingga sertifikasi tanah wakaf,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN saat mengisi Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah.</p>
<p>Menteri Nusron mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak tanah wakaf yang belum tercatat secara resmi. Untuk itu, bersama dengan ditekennya MoU tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, ini ia yakin kontribusi mahasiswa dapat mendongkrak jumlah pendaftaran tanah wakaf di Indonesia.</p>
<p>“Kami percaya mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Menteri Nusron.</p>
<p>Lukman S. Thahir sebagai Rektor UIN Datokarama Palu, menyambut baik kolaborasi bersama Kementerian ATR/BPN. Ia menegaskan kesiapan pihak kampus untuk terlibat aktif dalam program KKN Tematik yang menyasar persoalan pertanahan di masyarakat.</p>
<p>“Insyaallah mungkin di bulan April ini, akan mulai KKN Tematik yang menyangkut tentang pertanahan. Jadi tanah wakaf kita akan bantu juga untuk identifikasi, terutama masjid-masjid yang mungkin belum terselesaikan untuk sertifikat tanahnya,” ungkap Lukman S. Thahir.</p>
<p>Selain penandatanganan MoU, dalam kegiatan tersebut Menteri ATR/Kepala BPN juga menyerahkan Sertifikat Hak Pakai kepada Rektor UIN Datokarama Palu. Penyerahan sertifikat menjadi bentuk komitmen pemerintah memberikan kepastian hukum atas aset negara, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus mendukung pengembangan kampus ke depan.</p>
<p>Mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana; Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Naim beserta jajaran. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kantongi Sertifikat Tanah, MTs Istiqamah Talu Selangkah Lagi Menuju Status Negeri</title>
		<link>https://khazminang.id/kantongi-sertifikat-tanah-mts-istiqamah-talu-selangkah-lagi-menuju-status-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 08:50:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Negara]]></category>
		<category><![CDATA[aset pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Pertanahan Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[legalisasi aset]]></category>
		<category><![CDATA[MTs Istiqamah Talu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[penegerian madrasah]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi tanah sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11629</guid>

					<description><![CDATA[Simpang Empat, Khazminang.id&#8211; MTs Istiqamah Talu kini semakin dekat menuju perubahan status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri setelah berhasil memperoleh sertifikat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="121" data-end="421"><strong>Simpang Empat, Khazminang.id&#8211;</strong> MTs Istiqamah Talu kini semakin dekat menuju perubahan status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri setelah berhasil memperoleh sertifikat tanah sebagai dasar legal atas aset lahannya. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam proses penegerian lembaga pendidikan.</p>
<p data-start="423" data-end="781">Sertifikat tanah tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Madrasah, Ismaiza Busti, pada Senin (16/3). Penyerahan dilakukan oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat, Benny Syofyan, yang turut didampingi oleh H. Rommy Candra serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat.</p>
<p data-start="783" data-end="1091">Penerbitan sertifikat ini melalui proses yang cukup panjang, mulai dari penelusuran administrasi, verifikasi data fisik dan yuridis, hingga penyelesaian dokumen legalitas tanah secara menyeluruh. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan MTs Istiqamah Talu.</p>
<p data-start="1093" data-end="1333">Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Benny Syofyan, menjelaskan bahwa penerbitan sertifikat tanah untuk aset pendidikan merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian hukum atas pemanfaatan tanah untuk kepentingan publik.</p>
<p data-start="1335" data-end="1552">“Dengan diterbitkannya sertifikat ini, status hukum tanah menjadi jelas dan kuat. Hal ini penting untuk mendukung proses penegerian serta menjamin keberlangsungan pemanfaatan lahan untuk kegiatan pendidikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1554" data-end="1774">Ia menambahkan bahwa Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat terus mendorong percepatan legalisasi aset, khususnya untuk fasilitas umum dan sosial seperti sekolah dan madrasah, agar memiliki kepastian hukum yang jelas.</p>
<p data-start="1776" data-end="1992">“Legalitas aset sangat penting, terutama bagi lembaga pendidikan. Dengan adanya sertifikat, pengelolaan aset menjadi lebih tertib, aman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.</p>
<p data-start="1994" data-end="2255">Dengan terbitnya sertifikat tanah ini, MTs Istiqamah Talu kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk melanjutkan proses penegerian. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
