<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>cuaca ekstrem &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/cuaca-ekstrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 03:10:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>cuaca ekstrem &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menteri ATR/BPN Soroti Pentingnya Keseimbangan Sistem Penanganan Bencana</title>
		<link>https://khazminang.id/menteri-atr-bpn-soroti-pentingnya-keseimbangan-sistem-penanganan-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 02:02:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amirsyah Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan Basri Sagala]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia rawan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[LAK-PB MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Nusron Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Raker MUI]]></category>
		<category><![CDATA[recovery bencana]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[SDM penanggulangan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi penanggulangan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggap Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=12859</guid>

					<description><![CDATA[Cikeas, Khazminang.id&#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cikeas, Khazminang.id&#8211;</strong> Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI) pada Jumat (01/05/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menyoroti pentingnya keseimbangan dalam perencanaan penanggulangan bencana di Indonesia.</p>
<p>“Karena kalau kita perencanaannya kuat, implementasinya tidak kuat, dananya tidak kuat, nanti juga dampaknya tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik,” ujar Menteri Nusron di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.</p>
<p>Sejalan dengan tema Raker, yaitu “Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh”, Menteri Nusron menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Untuk membuat sistem penanggulangan bencana yang tangguh, ia juga mendorong agar setiap lembaga bekerja sesuai fokus dan keunggulannya masing-masing</p>
<p>“Dalam hal penanggulangan bencana adalah terlebih dahulu selain perencanaan ini adalah pertama saya minta pelatihan SDM,” ucap Menteri ATR/Kepala BPN.</p>
<p>Di hadapan para Pengurus MUI, Menteri Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, menjelaskan tahapan penanganan bencana secara garis besar. “Kalau kita lihat bencana itu kan ada tahap-tahapnya, pertama evakuasi, kedua tanggap darurat dan ketiga adalah <em>recovery</em> dan rehabilitasi,” ungkapnya.</p>
<p>Melihat kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyadari betapa pentingnya membangun sistem penanggulan bencana. “Seperti kita ketahui bahwa Indonesia ini jalur cincin api pasifiknya begitu sangat kental sekali. Karena itu kenapa Indonesia bencana tinggi,” pungkasnya.</p>
<p>Untuk itu, dengan dukungan Kementerian ATR/BPN, lembaga keagamaan ini berharap dapat berkontribusi mempermudah penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah. Terutama, dalam hal penanggulangan bencana banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan bencana geologi seperti tsunami.</p>
<p>Usai pembahasan materi selesai, di akhir Raker kali ini, dilakukan penyerahan atribut dari Ketua Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana MUI, Hasan Basri Sagala, kepada Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Hadir dalam Raker ini, Bendahara Umum MUI, Misbahul Ulum, beserta jajaran Pengurus MUI lainnya. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
