<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>bencana hidrometeorologi &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/tag/detail/bencana-hidrometeorologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 05:15:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>bencana hidrometeorologi &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Halalbihalal PMI Sumbar: Relawan Masih Siap Bantu Penyintas Bencana</title>
		<link>https://khazminang.id/halalbihalal-pmi-sumbar-relawan-masih-siap-bantu-penyintas-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Yanche Edrie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 05:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Peduli Bencana Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=12232</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah — Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar siap melanjutkan dedikasi pada misi kemanusiaan pascabencana banjir bandang akhir tahun lalu....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Padang, Khazana</strong>h — Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar siap melanjutkan dedikasi pada misi kemanusiaan pascabencana banjir bandang akhir tahun lalu.</p>
<figure id="attachment_12231" aria-describedby="caption-attachment-12231" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12231" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/ab6e996f-b0ff-4666-a262-2726feb7ab8a-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1922" srcset="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/ab6e996f-b0ff-4666-a262-2726feb7ab8a-scaled.jpeg 2560w, https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/ab6e996f-b0ff-4666-a262-2726feb7ab8a-1536x1153.jpeg 1536w, https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/ab6e996f-b0ff-4666-a262-2726feb7ab8a-2048x1537.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-12231" class="wp-caption-text">Halalbihalal PMI Sumbar</figcaption></figure>
<p>“Dari sekarang hingga beberapa bulan ke depan PMI akan fokus pada program transisi darurat di tiga daerah Agam, Padang dan Kabupaten Solok,” kata Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar dalam acara halalbihalal PMI bersama pengurus provinsi, kabupten/kota dan para relawan di masjid Jannatul Khair komplek Markas PMI Sumbar Jl Si Sibgamangaraja Padang, Senin 13 April 2026.<br />
<img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-12230" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/87335aa0-8f95-468d-a489-b56527fed5c9.jpeg" alt="" width="1280" height="960" />Aristo menyampaikan terimakasih kepada berbagai donatur serta markas markas PMI berbagai Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah turut serta melaksanakan tugas membantu masyarakat yang terkena bencana di Sumatera Barat bulan November tahun silam.<br />
<img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-12228" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/982bbbff-3f94-49f1-b3c6-0db49a5a6962.jpeg" alt="" width="960" height="1280" />“Mudah mudahan semua panyintas bencana di Sumatera Barat sudah bisa melanjutkan kehiduoan yang normal kembali, Insya Allah PMI akan senantiasa mendampingi,” kata Aristo.<br />
Sementara itu Kadis Kesehatan Sumbar dr. Aklima yang mewakili Gubernur Sumbar mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh PMi Sumbar beserta jajaran di Kabupaten/Kota baik pada saat bencana maupun pada masa tanggap darurat sangat dirasakan oleh masyarakat.<br />
<img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-12229" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/04/90a615e3-895f-44de-8ddc-ab825502201c.jpeg" alt="" width="1280" height="1022" />Aklima juga menyampaikan apresiasi kepada semua jajaran PMI se Indonesia yang juga berperan aktif baik berdonasi maupun mengirim relawan mereka ke Sumatera Barat selama masa tanggap darurat. “Pak Gubernur atas nama pemerintah provinsi menyampaikan pesan kepada kami untuk mengucapkan terimakasih kepada semu jajaran pengurus dan relawan PMI yang telah membantu masyarakat saat bencana terjadi,” ujar Aklima.<br />
Sebelumnya acara halalbihalal itu diawali dengan tausyiah oleh anggota Dewan Kehormatan PMi Sumbar Buya H Mas’oes Abidin yang memberi penekanan betapa pentingnya arti berbuat baik. “Semua yang menjadi tugas dari Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah di seluruh duni adalah sama, yakni menebar kebaikan untun sesama,” kata Buya Mas’oed. (<strong>Devi diany)</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Ancaman Bencana, Sertifikasi Tanah Ulayat Dinilai Penting untuk Menjaga Kepastian Batas di Sumbar</title>
		<link>https://khazminang.id/hadapi-ancaman-bencana-sertifikasi-tanah-ulayat-dinilai-penting-untuk-menjaga-kepastian-batas-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 04:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agraria]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[lkaam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat hukum adat]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari]]></category>
		<category><![CDATA[pemetaan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan tanah adat]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikasi tanah ulayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah adat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ulayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11481</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#8211; Kerawanan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kejelasan batas tanah ulayat. Pergeseran aliran sungai,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazminang.id&#8211;</strong> Kerawanan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kejelasan batas tanah ulayat. Pergeseran aliran sungai, longsor, hingga perubahan bentang alam dapat memicu sengketa lahan apabila batas tanah tidak didukung data pertanahan yang akurat dan terdokumentasi secara resmi.</p>
<p data-start="473" data-end="721">Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif <em data-start="520" data-end="538">“Padang Menyapa”</em> yang disiarkan RRI Padang pada Rabu (4/3) dengan tema <em data-start="593" data-end="619">Sertifikasi Tanah Ulayat</em>. Dialog tersebut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat, Teddi Guspriadi.</p>
<p data-start="723" data-end="1002">Dalam pemaparannya, Teddi menjelaskan bahwa selama ini banyak batas tanah ulayat masih ditentukan berdasarkan tanda-tanda alam, seperti bukit, sungai, maupun pohon besar. Metode tersebut berpotensi menimbulkan persoalan ketika terjadi bencana yang mengubah kondisi geografis.</p>
<p data-start="1004" data-end="1245">“Jika aliran sungai bergeser hingga ratusan meter akibat bencana, maka batas tanah yang sebelumnya berpatokan pada sungai bisa menjadi sumber sengketa. Karena itu, pengukuran dan pemetaan berbasis koordinat menjadi sangat penting,” jelasnya.</p>
<p data-start="1247" data-end="1603">Melalui proses sertifikasi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan pengukuran dan pemetaan batas tanah secara pasti. Data hasil pengukuran tersebut kemudian disimpan dalam sistem administrasi pertanahan sehingga dapat ditelusuri kembali apabila terjadi perubahan kondisi alam maupun sengketa di masa mendatang.</p>
<p data-start="1605" data-end="1929">Ia menambahkan, penerbitan sertifikat bertujuan memberikan jaminan kepastian hukum terhadap subjek dan objek tanah. Subjeknya adalah Masyarakat Hukum Adat yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati atau Wali Kota, sementara objeknya dipastikan melalui proses pengukuran dan pemeriksaan tanah secara menyeluruh.</p>
<p data-start="1931" data-end="2152">“Pemerintah tidak memiliki niat mengambil alih tanah ulayat. Justru sertifikasi menjadi langkah perlindungan agar hak masyarakat hukum adat tetap terjaga dan tercatat secara resmi dalam administrasi pertanahan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2154" data-end="2497">Dalam dialog tersebut, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, juga menyoroti pentingnya sertifikasi tanah ulayat dalam konteks kebencanaan. Ia mencontohkan peristiwa longsor di wilayah Pariaman yang sempat menimbun lahan pertanian sehingga menyulitkan identifikasi batas tanah.</p>
<p data-start="2499" data-end="2709">“Dengan sertifikasi dan dukungan teknologi pemetaan, batas tanah yang tertimbun atau berubah akibat bencana masih dapat ditelusuri kembali. Ini penting untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari,” ujarnya.</p>
<p data-start="2711" data-end="3019">Sementara itu, pakar Hukum Agraria dan Hukum Adat dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, menegaskan bahwa pencatatan tanah ulayat dalam dokumen negara merupakan langkah penting agar keberadaan tanah adat tidak hanya diakui secara normatif, tetapi juga terdokumentasi secara administratif.</p>
<p data-start="3021" data-end="3313">Dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan bencana, sertifikasi Tanah Ulayat Nagari dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga kepastian hukum, mencegah potensi sengketa, sekaligus memastikan hak masyarakat hukum adat tetap terlindungi di tengah dinamika alam yang terus berubah. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Bencana Mengancam Arsip Tanah, Sertifikat Elektronik Jadi Solusi Aman</title>
		<link>https://khazminang.id/ketika-bencana-mengancam-arsip-tanah-sertifikat-elektronik-jadi-solusi-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 02:32:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[alih media sertipikat]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi layanan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Pertanahan Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan dokumen tanah]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Langsa]]></category>
		<category><![CDATA[layanan pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan cepat pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan aset tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11319</guid>

					<description><![CDATA[Aceh, Khazminang.id&#8211; Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh, Khazminang.id&#8211;</strong> Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertifikat tanah.</p>
<p>Dampak itulah yang juga menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertifikat tanah milik yayasannya.</p>
<p>Sadar akan nilai yang dimiliki sertifikat tersebut mendorong Helmi Ismail untuk segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surut, ia berkomunikasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian sertifikat yang hilang. Meski proses penggantian sertifikat dilakukan di posko sementara karena Kantah juga terdampak banjir, ia tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan sertifikat pengganti yayasannya sudah bisa dimiliki kembali.</p>
<p>“Alhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertifikat baru sudah terbit. Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,” ujar Helmi Ismail.</p>
<p>Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari di tengah risiko bencana yang terus mengintai, perlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertifikat dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.</p>
<p>Sertifikat pengganti yang diterbitkan kali ini sudah diperbaharui menjadi Sertifikat Elektronik. Digitalisasi itu Helmi Ismail pahami bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perubahan cara pandang terhadap keamanan aset. “Digitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktis, mudah, dan dokumentasinya lebih aman. Kalau terjadi kehilangan, salinannya bisa disimpan secara digital, misalnya di Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan dokumen fisik,” tuturnya.</p>
<p>Pengalaman serupa juga dialami Nazarudin, warga Kota Langsa. Banjir setinggi satu meter yang merendam rumahnya juga merusak berbagai dokumen penting, termasuk sertifikat tanah tempat tinggalnya. Beruntung, melalui pengajuan sertifikat pengganti yang kini berbentuk elektronik, legalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.</p>
<p>“Kalau kita lihat bentuknya, ini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diakses, dan saat terjadi bencana seperti banjir, kami tidak perlu khawatir lagi,” kata Nazarudin.</p>
<p>Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjir, alih media dari sertifikat analog ke Sertifikat Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin sekaligus risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan. Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya lantas mengimbau masyarakat untuk segera mengalihmediakan sertifikat tanah mereka yang masih belum berbentuk elektronik.</p>
<p>“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melapor, baik ke Kantah maupun ke kepala gampong (desa), untuk mengalihmediakan seluruh sertifikat tanah menjadi Sertifikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih terjaga,” ucap Dedi Rahmat Sukarya.</p>
<p>Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat di tengah risiko bencana yang bisa terjadi tak terprediksi, perlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpan tersembunyi di rumah. Era modern menawarkan tambahan keamanan dengan data pertanahan yang tersimpan secara digital di sistem online Kementerian ATR/BPN. Transformasi ke Sertifikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas zaman, menjaga hak atas tanah agar tetap aman, meski bencana terkadang datang tanpa permisi. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ATR/BPN Libatkan 30 Taruna STPN, Restorasi 780 Meter Arsip Pertanahan Pascabencana</title>
		<link>https://khazminang.id/atr-bpn-libatkan-30-taruna-stpn-restorasi-780-meter-arsip-pertanahan-pascabencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 05:06:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[ANRI]]></category>
		<category><![CDATA[arsip negara]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil BPN Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[KKNP-PTLP]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan data pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[restorasi arsip pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[STPN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=10451</guid>

					<description><![CDATA[Medan, Khazminang.id&#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk mendukung percepatan restorasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, Khazminang.id&#8211;</strong> Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk mendukung percepatan restorasi arsip pertanahan pascabencana di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang. Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan, Awaludin, menjelaskan bentuk dukungan dilakukan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan-Praktik Tata Laksana Pertanahan oleh Taruna/i STPN. Keterlibatan taruna/i dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan dokumen negara.</p>
<p>“Ketika kalian membantu kami merestorasi arsip pascabencana, sejatinya kalian itu sedang ikut menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan berjalan dengan baik, tertib, akuntabel dan berkelanjutan,” ujar Awaludin saat menyambut kehadiran taruna/i di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/02/2026).</p>
<p>Pada kesempatan ini, Awaludin mewakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN untuk menerima dan menyerahkan 30 Taruna/i STPN yang akan melaksanakan KKNP-PTLP. Pelaksanaan restorasi arsip dilakukan dengan lokasi kerja sementara di Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh “Insyaallah dalam empat bulan ke depan, taruna/i bisa menyelesaikan restorasi arsip yang terdampak bencana,” tutur Awaludin.</p>
<p>Menurut Awaludin, arsip pertanahan tidak hanya berupa tumpukan dokumen. Di dalamnya, ada banyak nilai sejarah, hak, serta keadilan bagi masyarakat. Melalui KKNP-PTLP ini, Taruna/i STPN akan membantu pemulihan arsip pertanahan sepanjang kurang lebih 780,6 meter linier.</p>
<p>Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses bangkitnya Aceh dan Sumatera Utara pascabencana. “Melalui program KKNP-PTLP, Taruna/i STPN kami tugaskan untuk membantu restorasi arsip pertanahan pascabencana. Ke depan, kami juga akan melaksanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat guna menghimpun kembali arsip yang tidak dapat diselamatkan serta melakukan verifikasi fisik bidang tanah,” jelasnya.</p>
<p>Sri Pranoto, selaku Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara juga berkomitmen menerima sekaligus mendampingi taruna/i dalam bertugas. Pendampingan mencakup pembimbingan teknis, pemberian ruang praktik terbaik, serta dukungan penuh agar pelaksanaan KKNP-PTLP berjalan optimal.</p>
<p>“Tentunya kami akan memastikan para taruna akan dibimbing secara maksimal agar memperoleh pengalaman praktik yang berkualitas selama bertugas di wilayah Sumatera Utara dan Aceh,” terang Sri Pranoto.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Ketua STPN, Sri Yanti Achmad juga menyerahkan bantuan berupa dua unit alat ukur, yaitu satu unit Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System  kepada Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan pengukuran dan pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak bencana.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito; Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya; sejumlah Pejabat Administrator di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara; serta sejumlah Kepala Kantah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>30 Taruna STPN Diterjunkan ke Aceh dan Sumut, Restorasi 3.920 Boks Arsip Pascabanjir</title>
		<link>https://khazminang.id/30-taruna-stpn-diterjunkan-ke-aceh-dan-sumut-restorasi-3-920-boks-arsip-pascabanjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 02:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[arsip warkah]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[KKNP-PTLP]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan data pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[restorasi arsip pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=10408</guid>

					<description><![CDATA[Sleman, Khazminang.id&#8211; Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Khazminang.id&#8211;</strong> Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa peserta KKNP-PTLP yang bertugas di kedua provinsi tersebut akan difokuskan memulihkan arsip dan data pertanahan yang terdampak bencana hidrometeorologi.</p>
<p>“Peserta yang bertugas di Provinsi Aceh dan Sumut difokuskan pada restorasi data pertanahan pascabencana hidrometeorologi, yang memerlukan kehati-hatian, ketelitian, dan pengalaman sosial yang baik,” ujar Wamen Ossy saat melepas 619 Taruna/i STPN, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, DIY, Senin (09/02/2026).</p>
<p>Menurut Wamen Ossy, pembagian fokus kegiatan KKNP-PTLP di setiap wilayah mencerminkan pendekatan pertanahan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan daerah masing-masing. Pendekatan tersebut penting agar penanganan persoalan pertanahan dapat dilakukan secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Salah satu peserta KKNP-PTLP, Teuku Kanda (25), menjelaskan bahwa timnya akan ditempatkan di Provinsi Aceh. Timnya akan fokus membantu restorasi arsip di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. “Kami akan berfokus melaksanakan restorasi arsip dari Kantor Pertanahan Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir, terutama arsip yang telah terkena lumpur,” jelasnya.</p>
<p>Pelaksanaan KKNP-PTLP direncanakan berlangsung selama satu semester atau sekitar enam bulan. Sebelum diberangkatkan ke lokasi, peserta telah memperoleh pembekalan teknis terkait restorasi arsip. “Sebelum berangkat kami sudah mendapatkan pembekalan teknis dari Biro Umum terkait pelaksanaan restorasi arsip,” ujar Teuku Kanda.</p>
<p>Ia juga menjelaskan pembagian tugas dalam tim, yang terdiri dari 10 taruna dan 20 taruni. “Para taruna akan difokuskan pada proses pembersihan arsip, sedangkan taruni akan menangani proses pengeringan dan penguraian arsip,&#8221; lanjut Teuku Kanda menjelaskan.</p>
<p>Sementara itu, peserta KKNP-PTLP lainnya, Nelly Tiurma (27), mengungkapkan bahwa arsip yang akan direstorasi memiliki nilai penting karena mencakup berbagai dokumen pertanahan. “Arsip tersebut terdiri dari warkah, yang bukan hanya surat ukur dan buku tanah, tetapi juga surat-surat penting lainnya yang harus diselamatkan,” terangnya.</p>
<p>Berdasarkan data awal yang diterima Kementerian ATR/BPN, jumlah arsip yang belum direstorasi masih cukup besar. “Menurut data dari Biro Umum, berkas yang belum direstorasi masih setara dengan sekitar 3.920 boks. Kami belum mengetahui secara pasti jumlah bundel dalam setiap boks, namun kami siap menjalankan tugas ini,” pungkas Nelly Tiurma.</p>
<p>Melalui KKNP-PTLP ini, Taruna/i STPN diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam pemulihan data pertanahan pascabencana. Dari sisi kemampuan diri, diharapkan pula Taruna/i memperoleh pengalaman lapangan yang memperkuat profesionalisme, kepekaan sosial, dan tanggung jawab sebagai calon aparatur pertanahan. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
