×

Iklan


Sumbar Terima Hibah 1.200 Tabung Oksigen

24 November 2021 | 13:46:45 WIB Last Updated 2021-11-24T13:46:45+00:00
    Share
iklan
Sumbar Terima Hibah 1.200 Tabung Oksigen

Padang, Khazminang.id-- Kasus kekurangan oksigen medis saat pandemi Covid-19 lalu di Sumatera Barat (Sumbar) mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Meski pandemi saat ini sudah melandai, Kementerian Perindustrian RI menghibahkan 1.200 unit tabung oksigen medis untuk provinsi itu. Ini merupakan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan gelombang ketiga Covid-19.

"Ini adalah langkah antisipasi agar tidak terjadi kekurangan oksigen medis seperti yang terjadi pada gelombang kedua yang lalu," kata Staf Khusus Kementerian Perindustrian RI, Febri Hendri di kediaman Gubernur, Selasa (23/11).

Sebanyak 1.200 tabung oksigen medis dan regulator tersebut masing-masing diperuntukkan 1.000 unit untuk Pemprov Sumbar yang bisa didistribusikan sesuai kebutuhan dan 200 unit khusus untuk Rumah Sakit Unand.

    Tabung oksigen itu dengan kapasitas beragam diantaranya 6,7 liter, 15 liter, 40 liter dan 47 liter, sementara untuk RS Unand khusus kapasitas 40 liter dan 47 liter beserta regulatornya.

    Ia menyebut saat ini penyebaran Covid-19 di negara-negara Eropa kembali melambung. Potensi penyebaran ke Indonesia tentu sangat mungkin, karena itu pemerintah mengambil sejumlah langkah antisipasi.

    Selain mendorong peningkatan capaian vaksinasi, mendisiplinkan penggunaan masker dan menjalankan protokol kesehatan, juga dipersiapkan tabung oksigen agar tidak terjadi kelangkaan.

    Menurutnya Kementrian Perindustrian telah mendistribusikan sekitar 7600 tabung oksigen untuk lima provinsi di Sumatera. 

    Hal ini diharapkan bisa mendukung kesiapan daerah jika terjadi lonjakan kasus, meski hal itu tidak diharapkan terjadi.

    Gubernur Sumbar Mahyeldi berterima kasih atas bantuan dan perhatian Kementrian Perindustrian kepada provinsi itu. Ia menyebut pada lonjakan gelombang kedua lalu, Sumbar memang kesulitan dalam penyediaan oksigen medis.

    Beruntung koordinasi yang dijalin baik dengan provinsi tetangga seperti Riau bisa membantu kebutuhan oksigen medis di Sumbar hingga gelombang kedua Covid-19 berlalu.

    "Kita berharap tidak terjadi lagi gelombang ketiga Covid-19, namun kalau terjadi kita harus sudah mengambil langkah antisipasi. Hibah tabung oksigen medis ini akan memperkuat persiapan kita," ujar Mahyeldi.

    Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran tentang pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk melanjutkan pembangunan di berbagai bidang, termasuk bagi Sumbar. Saat ini kolaborasi dan sinergi dalam berbagai bidang dengan provinsi di Sumatera tetap diteruskan karena bagaimanapun potensi dan kekurangan setiap daerah berbeda-beda.

    Sebelumnya Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan pandemi Covid-19 memberikan pelajaran tentang pentingnya kolaborasi dan sinergi antar provinsi untuk melanjutkan pembangunan di berbagai bidang. 

    "Saat kasus sedang tinggi-tingginya di Sumbar, kita tidak bisa mengatasi sendiri karena kekurangan oksigen cair bagi pasien Covid-19 beberapa waktu lalu. Karena itu kita berkolaborasi dan bersinergi dengan beberapa provinsi tetangga sehingga kebutuhan bisa tercukupi," kata Mahyeldi saat menghadiri Silaturahmi Lintas Angkatan 2021 Ikatan Alumni SMAN 1 Landbaow di Auditorium Gubernuran, Minggu (21/11) lalu.

    Mahyeldi mengatakan kerjasama, kolaborasi dan sinergi itu potensi bisa dikembangkan sementara kekurangan bisa ditutupi oleh provinsi tetangga.

    Kasus kekurang oksigen cair saat pandemi Covid-19 menerpa Sumbar sempat menghangat pada pertenganhan Agustus lalu dan saat itu suplai oksigen untuk Sumbar sempat terputus.  

    Hal ini disebabkan distributor oksigen untuk daerah Sumbar tidak mendapatkan stok oksigen. 

    Akibat kejadian itu sejumlah rumah sakit di daerah seperti Bukittinggi, Solok dan daerah lainnya tidak dapat menerima dan merawat pasien Covid-19. 

    Saat itu, Gubernur Mahyeldi mengakui penanganan kasus Covid-19 di Sumatera Barat masih terkendala persoalan oksigen. 

    "Kebutuhan oksigen kita per hari hampir 22 ton untuk memasok lebih kurang 101 rumah sakit. Sementara ketersediaannya kurang dari separuh. Ini kita coba atasi melalui Satgas Oksigen yang sudah pro aktif," kata Mahyeldi 

    Turut hadir pada saat itu, Ditjen KPAI Jonni afrizon, Kepala Dinas Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Direktur Utama RS Unand Yevri Zulfiqar, dan pihak SMK SMAK Padang. (Rina Akmal)