×

Iklan

DAPAT APRESIASI PRESIDEN
Sumbar Terbaik dalam Penanganan Covid-19

19 Juli 2020 | 20:00:47 WIB Last Updated 2020-07-19T20:00:47+00:00
    Share
iklan
Sumbar Terbaik dalam Penanganan Covid-19
Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit

Padang, Khazminang  -- Penanganan Covid-19 di seluruh Provinsi ternyata Sumatera Barat menjadi provinsi terbaik bersama empat Provinsi lainnya. Capaian itu mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI.

Bersama Gubernur Provinsi DIY, Bangka Belitung, Aceh dan Gorontalo, Gubernur Irwan Prayitno mendapat catatan dari Presiden sebagai Gubernur yang patut dijadikan contoh dalam menangani pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo menyebutkan kinerja Gubernur Sumbar amat baik dan mengesankan hingga membawa kebaikan bagi daerahnya masing-masing. Hal itu disampaikan ketika memberi pengarahan kepada para gubernur dalam rangka percepatan penyerapan APBD 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7).

    Dengan keberhasilan gubernur di lima daerah ini, Presiden Jokowi meminta para gubernur lainnya untuk terus menekan angka kasus harian dan kematian di provinsi masing-masing, sembari terus meningkatkan angka kesembuhan.

    Menanggapi apresiasi presiden tersebut, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengucapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih dalam penanganan Covid-19 ini. “Alhamdullilah, Presiden mengapresiasi Sumbar, sebagai salah satu daerah dari lima provinsi yang berhasil cepat kendalikan wabah Covid-19,” ujar Irwan Prayitno, di sela-sela kesibukan di Padang, Minggu (19/7).

    "Apresiasi Pak Presiden ini, tentunya buah kerja kita bersama. Yakni, dokter, paramedis, peneliti, TNI Polri, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bupati dan walikota, masyarakat dan dukungan para perantau. Atas nama pribadi dan Pemprov Sumbar, kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih. Sehingga masyarakat Sumbar saat ini telah melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari dan juga telah dapat menerima kunjungan wisata. Tentunya, dengan tetap dengan disiplin protokol Covid-19," ujar Irwan Prayitno.

    Irwan Prayitno bersyukur, penanganan Covid 19 dapat dikendali secara baik. Ini berkat empat strategi yang dilaksanakan. Yakni, testing, tracing, isolating and treatment. “Mulai dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga saat tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19  ini, kita telah berhasil mengendalikan penanganan Covid 19. Ini terlihat dari kasus Covid 19 yang melandai di Sumbar,” terangnya. 

    “Mungkin ada masyarakat saat diberlakukan PSBB merasa kecewa dan marah atas kebijakan yang diambil. Namun semua itu dilakukan demi percepatan penanganan Covid-19 di Sumbar. Kita khawatir jika dibiarkan atau terlambat dalam pengambilan sikap, akan berdampak lebih buruk seperti yang terjadi di beberapa daerah lain saat ini," ungkap Irwan Prayitno.

    Irwan Prayitno juga mengingatkan, penyebaran Covid-19 belum akan berakhir sebelum ditemukan obat dan vaksinnya. Oleh karenanya, masyarakat agar selalu berkewajiban menjalani hidup dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sebagai upaya menjaga diri, keluarga, teman dan orang lain. “Saling mengingatkan satu sama lain tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan, merupakan suatu kebaikan,” imbaunya.

    Dari data secara epidemilogis, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, membandingkan data kasus Covid 19 tanggal 17 Juli 2020. Di mana data dunia, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 13,616.593 juta. Kasus meninggal 585.727 orang (4,3 %). Sementara di Indonesia jumlah kasus positif 83.130 kasus, yang sembuh 41.834 pasien (50,3 %), meninggal 3.957 orang (4,8 %).

    Di Provinsi Sumbar jumlah kasus positif 817, sembuh 696 pasien (85, 19%), meninggal 32 orang (3,9 %) Sementara itu, testing rate, yakni 9.216/1.000 penduduk per minggu (Minggu ke 17), hingga 18 Juli 2020 total kasus baru sebanyak 54.906 dengan total spesimen mencapai 61.179.  Sementara, positif rate mencapai 1,59%  (18 Juli 2020), insiden rate di bawah 0,5%, untuk enam kabupaten/kota yang sudah selesai melakukan survey. Yakni, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan, Limapuluh Kota, Pasaman.

    Sedangkan Tracing Ratio, yakni 80 % kasus positif baru, dilacak kontaknya dan 80 % kontak dari kasus positif baru dipantau selama 14 hari. Recovery angkanya sebesar 85,19 %, CFR 3,9%, Angka Reproduksi Efektif (Rt) di bawah 1 selama seminggu terakhir.

    Untuk kategori resiko di Sumbar, bersumber dari data untuk menghitung indikator berasal dari data surveilans. Data yang dianalisis, data kumulatif mingguan, status risiko kenaikan kasus akan diupdate setiap minggu. Setiap indikator (indikator epidemilogi, surveilans kesehatan masyarakat,  dan pelayanan kesehatan) diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan.

    Hasil perhitungan dikategorisasi menjadi empat zona risiko, total skoring Sumatera Barat, 2.673 ini termasuk zona resiko rendah, dari kategori zona risiko tinggi (0 - 1.8), zona risiko sedang (1.81 – 2,4), zona risiko rendah (2.41 - 3.0) dan zona tidak ada kasus, tidak tercatat kasus Covid-19 positif. Atau pernah terdapat kasus, namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir. Angka kesembuhan 100 %, tidak ada kematian selama sebulan terakhir.

    Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Dra. Linarni Jamil Apt.M.Kes juga menyampaikan, saat ini sudah masuk minggu 19 dalam penanganan Covid-19, sejak ditetapkan masa tanggap darurat secara nasional pada tanggal 8 Maret 2020.

    “Kasus pasien Covid-19 positif pertama kali kita temukan pada minggu kedua sebanyak tujuh kasus, setelah kita menetapkan laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) sebagai labor khusus pemeriksaan CFR (case fatality rate), dengan sampel swab kasus Covid-19, pimpinan laboratorium, dr Andani Eka Putra dan tim melakukan testing. Kasus positif ditemukan tertinggi pada minggu ke sembilan dengan 110 kasus positif. Dan tracing tertinggi dapat dilakukan pada minggu ke 17 sebanyak 9.234 sampel,” ujar Incim panggilan akrab Linarni.

    Incim juga menyampaikan, kasus kematian pertama terjadi pada awal minggu ke tiga dan tertinggi terdapat pada minggu ke enam hingga 10, dengan jumlah 21 orang meninggal. Setelah itu terjadi jarak dengan jumlah yang sedikit.  “Saat ini jumlah kasus kematian Covid 19 berjumlah 32 orang dengan persentase ( 3,9 %). Sementara kesembuhan terus meningkat sejak minggu ke 10, mulai kumulasi 91 orang. Hingga saat ini telah mencapai 696 orang dari 817 kasus positif ( 85,2 %) tingkat kesembuhan,” ujarnya. (eko yanche edrie)