×

Iklan

DPD DUKUNG TINDAKAN TEGAS KAPOLRI
Sultan B Najamuddin: Peredaran Narkoba Sudah Amat Mengkhawatirkan

13 Apr 2021 | 21:29:57 WIB Last Updated 2021-04-13T21:29:57+00:00
    Share
iklan
Sultan B Najamuddin:  Peredaran Narkoba Sudah Amat Mengkhawatirkan

Jakarta, Khazminang.id --  Perintah Kapolri kepada Divisi Propam agar menindak tegas oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang, melakukan kejahatan, main narkoba dan sebagainya, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin.

"Saya mendengar ada kurang lebih lima juta orang di Indonesia saat ini yang terlibat narkoba, dan 250 ribu diantaranya menjadi warga binaan di dalam rutan dan lapas. Masalah ini sangat mengkhawatirkan kita. Maka penegak hukum memang harus benar-benar serius dan tegas menanggapi persoalan ini," ujar mantan Wagub Bengkulu ini.

    Ia menyesalkan adanya anggota polisi terjerat kasus narkoba serta adanya kasus-kasus peredaran narkoba yang pengendalinya ada dalam penjara. "Kedepan pemberantasan narkoba ini harus fokus kepada memotong mata rantai peredaran dengan cara memberantas akarnya. Jangan sampai kerja keras selama ini dalam memberantas narkoba  tidak membuahkan hasil. Banyak yang ditangkap tapi peredaran masih kuat di bawah. Artinya kita belum memotong sumber peredarannya," tandas Sultan.

    (Baca Juga: Kapolri tak Mau Citra Polri Rusak oleh Satu Dua Oknum Polisi)

    Bahkan Sultan mengatakan, perlu dipertimbangkan apabila ada  dorongan terbitnya diskresi Kepolisian untuk melakukan izin tembak mati para pengedar Narkoba.”Wacana ini perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah. Penindakan dan pencegahan dalam memberantas narkoba harus seimbang. Kedua aspek ini bisa memiliki hasil maksimal jika pihak yang berwajib, penegak hukum, LSM, masyarakat dan seluruh pihak bisa bekerja sama denga misi yang sama," ujarnya.

    Selain itu menurut Sultan,  menekan peredaran narkoba di negara kepulauan seperti Indonesia ini diakui cukup sulit lantaran terlalu banyak  pintu masuk. Apalagi  bahan untuk pembuatan narkoba dan psikotropika banyak dihasilkan melalui home industry.

    Dari data BNN, model home industry ini sebagian berada di China, kemudian dijual oleh pengedar ke pasar bebas. Pemerintah China mengakui ada jaringan pengedar yang menjadikan Indonesia sebagai target peredaran narkoba. Ini suatu permasalahan kenapa narkoba jadi sulit untuk dikendalikan. Narkoba yang berasal dari luar biasanya tidak langsung menuju Indonesia, tetapi dikirim terlebih dulu ke Singapura atau Malaysia sebagai tempat transit.Kemudian, diselundupkan ke Indonesia melalui banyak tempat. (syaf al)