×

Iklan


Sudah Setengah Abad, Kota Solok tak Punya Rumah Sakit Sendiri

12 November 2021 | 10:21:19 WIB Last Updated 2021-11-12T10:21:19+00:00
    Share
iklan
Sudah Setengah Abad, Kota Solok tak Punya Rumah Sakit Sendiri
Walikota Solok Zul Elfian ketika menerima Pemed Harian Khazanah/Khazminang.id Eko Yanche Edrie, Pemred Topsatu.com Widya Navies dan Wapemred Hartian Singgalang Sawir Pribadi di ruang kerjanya hari Kamis (11/11). Walikota didampingi Plt. Kadis Kominfo Lusya Adelina dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim.

Solok, Khazminang.id – Sudah setengah abad usia Kota Solok secara administratif, ternyata masih juga memiliki sebuah rumah sakit sendiri. Akibatnya, RS M.Natsir yang merupakan rumah sakit milik provinsi menjadi kewalahan melayani pasiennya.

“Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus punya sebuah rumah sakit sendiri untuk bisa mengurangi beban RS M Natsir,” kata Walikota Zul Elfian Umar Datuk Tianso kepada Khazanah dan khazminang.id kemarin di ruang kerjanya. Ia mengaku memiliki utang kepada masyarakat Kota Solok lantaran belum bisa mewujudkan sebuah rumah sakit milik kota seperti yang sudah dimiliki berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

    Menurut mantan Ketua KNPI Kota Solok itu, hanya kota yang berjuluk Serambi Madinah itu saja di Sumbar yang belum memiliki rumah sakit sendiri. RS M Natsir yang ada di kawasan Simpang Rumbio sekarang adalah merupakan RS Provinsi yang dibangun pada 1984 setelah dipindahkan dari pusat kota.

    Kini RS M.Natsir sudah menjadi RS rujukan regional. Sejak 2011 RS M. Natsir sudah naik menjadi RSUD bertype B.

    “Hanya maslaahnya karena menjadi rujukan regional, sehingga ia juga menerima pasien dari luar kota Solok. Akibatnya bebannya menjadi sangat tinggi. Maka kita perlu membangun RSUD milik sendiri sebagai penunjang RS M.Natsir,” kata Walikota Zul Elfian didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfo Lusya Adelina dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim.

    Impian untuk memiliki rumah sakit sendiri itu sudah ada sejak masa periode pertama kepemimpinan Zul Elfian. Dan sudah mulai dalokasikan anggaran secara bertahap. “Kini sudah mulai berdiri tapi belum lengkap sebagai rumah sakit, baru untuk instalasi Gawat Darurat. Kita akan terus selesaikan, tapi belakangan karena didera pandemi Covid-19 tertegun-tegun pembangunannya,” kata dia.

    RSUD milik Kota Solok itu dibangun di kawasan Banda Panduang yakni hampir di perbatasan dengan Kabupaten Solok ke arah utara kota. Di situ dulu adalah bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Solok. Zul Elfian berharap sebelum mengakhiri masa jabatan kedua nya pada 2024, rumah sakit milik kota itu sudah bisa terujud dan bisa dipergunakan oleh warga kota.

    Menjawab pertanyaan, apakah tidak lebih baik kalau Pemko Solok mengajukan permohonan kepada Pemprov agar RS M.Natsir saja yang dihibahkan ke Pemko Solok, Zul Elfian mengatakan hal itu sudah pernah diupayakan tapi ditolak Pemprov.

    Lagi pula, kata dia, akan lebih baik menambah satu rumah sakit lagi daripada meminta hibah kepada Pemprov atas kepemilikan RS M.Natsir. “Kalau dihibahkan, kan berarti tidak bisa juga menjawab permasalahan beban okupansi yang dialami RS M.Natsir. Maka sebaiknya memang kita tambah satu rumah sakit lagi,” katanya.

    Ia mengaku, kesedihan sebagai Walikota tidak saja karena kotanya belum memiliki RSUD sendiri seperti kota dan kabupaten lain di Sumatera Barat, tetapi juga lantaran Kota Solok belum memiliki stadion olahraga apalagi gelanggang olahraga yang representatif.

    “Sehingga setiap kali ada rapat penentuan calon tuan rumah Porprov Sumbar, saya selalu tidak bisa turut bersuara karena Kota Solok belum memiliki sebuah stadion atau GOR yang memadai untuk dijadikan venues Porprov,” katanya.

    Maka, sama dengan rencana rumah sakit kota tadi, Zul Elfian pun kini sedang menyusun rencana untuk menyiapkan sebuah Gelanggang Olah Raga (GOR) yang berstandar nasional guna dijadikan tempat membina prestasi olahraga kota.

    “Jika GOR itu selesai, maka kami akan siap menjadi tuan rumah pada Porprov. Insya Allah pada setelah Porprov Sumbar tahun depan di Padang Panjang dan Tanah Datar, maka Kota Solok akan menyatakan siap menjadi tuan rumah pada Porprov berikutnya,” tuturnya.

    Rencana Gelanggang Olahraga Kota Solok itu akan dibangun di kawasan Laiang, tak jauh dari Gelanggang Pacuan Kuda Tradisional, Ampang Kualo. Kawasan di ketinggian itu sangat cocok jadi lokasi GOR karena udaranya lebih sejuk dibanding dengan di pusat kota.  (eko yanche edrie)