×

Iklan

CERITA TOKOH BUDAYAWAN:
Soekarno Pernah Berpidato di Bawah Pohon Beringin SMAN 1 Tanjung Raya Agam

26 September 2022 | 15:24:33 WIB Last Updated 2022-09-26T15:24:33+00:00
    Share
iklan
Soekarno Pernah Berpidato di Bawah Pohon Beringin SMAN 1 Tanjung Raya Agam
Foto: IST

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Presiden pertama RI, Soekarno pernah berkunjung ke Maninjau dan sempat berpidato di bawah Pohon Beringin sekitar kawasan SMA Negeri 1 Tanjung Raya, yang dulunya merupakan Sekolah Guru Bawah (SGB) Maninjau.

"SGB Maninjau merupakan sekolah mencetak guru-guru pengajar di tingkat sekolah dasar atau guru SD," ujar Angku Yus Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatiah kepada awak media, baru-baru ini.

Tokoh Budayawan yang baru saja mendapat penghargaan Pelestari Budaya Maestro Seni Minangkabau dari Gubernur Sumbar itu juga menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada tahun 1948.

    "Pada saat itu saya masih menjalani pendidikan kelas dua SD di Sekolah Rakyat Governemen Kubu Sungai Batang. Kedatangan Presiden RI pertama itu, disambut meriah seluruh masyarakat dan pelajar Salingka Danau Maninjau," bebernya.

    Kunjungan kerja Presiden RI Soekarno itu kebetulan, di tahun itu juga sedang berlangsungnya pemekaran dari Provinsi Sumatera menjadi Provinsi Sumatera Tengah.

    Tahun 1948, Soekarno berpidato tepat di bawah pohon beringin yang saat ini berada di sekitar Gedung bawah SMA Negeri 1 Tanjung Raya.

    "Sebuah kebanggaan terbesar bagi kami saat itu. Bahkan hingga saat ini, masih teringat bisa bertemu, melihat dan menyaksikan langsung pidato berapi-api Soekarno," jelasnya.

    Kunjungan Presiden RI pertama itu ternyata juga memberi kenangan terindah baginya ke kawasan Danau Maninjau tersebut. Terbukti terukir indah sejarah kehadirannya dengan lahirnya sebuah pantun Ir. Soekarno berbunyi:

    "Kalau adik makan pinang,

    Makanlah dengan sirih Hijau.

    Jika adik datang ke Minang,

    Jangan lupa singgah ke Maninjau."

    (Ir. Soekarno: 1948).

    "Saat itu saya sekolah di Sekolah Rakyat Governemen kelas 2 SD yang terletak di sekitar lapangan sepak bola Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang. Kemudian sekolah itu berubah menjadi gedung SMEP atau Sekolah Menengah Ekonomi Pertama, sekolah setingkat SMP," ungkap Sastrawan Minang kelahiran 7 April 1939 tersebut.

    Sejak orde baru, SMEP hilang, kemudian lahir Sekolah Dasar Negeri 6 Kubu, yang terletak tidak jauh dari Gedung SMEP. Sedangkan Sekolah Rakyat Government pindah dan berubah nama menjadi SDN 06 Kubu Sungai Batang.

    "Terkait dan mengingat sekolah-sekolah pada saat itu ada pula SKP atau Sekolah Kepandaian Putri. Kalau tidak salah berada di Matur. SMPI atau Sekolah Menengah Pertama Islam berubah nama menjadi MTsS Maninjau. Sebelumnya bernama Tsanawiyah School dikelola Udin Rahmani, guru dari Hajjah Rangkayo Rasuna Said," tuturnya.

    Selain itu, Tokoh Rajo Angek dalam cerita bersambung Rapek Mancik dan Pitaruah Ayah itu juga mengingat, MTsS Muhammadiyah Sungai Batang saat ini dulunya bernama Ihya Ulumuddin.

    Didirikan Syekh Yusuf Amrullah bersama Kakak kandungnya Dr. Haji Abdul Karim Amrullah (panggilan akrap Inyiak Rasul, merupakan Ayah Kandung dari Buya Hamka) dibantu kakak iparnya, A. R. Sutan Mansur.

    "Ihya Ulumuddin berganti nama Madrasah Tsanawiyah itu disebut-sebut sekolah agama pertama di Indonesia," tuturnya. (khz)