×

Iklan


Soal Pandemi Corona, Jokowi: No One is Safe until Everyone Is

23 Feb 2021 | 15:15:41 WIB Last Updated 2021-02-23T15:15:41+00:00
    Share
iklan
Soal Pandemi Corona, Jokowi: No One is Safe until Everyone Is
Presiden Jokowi mengatakan tidak ada negara yang aman selama masih ada satu negara belum terbebas dari Covid-19. (Lukas - Biro Pers)

´╗┐Jakarta, Khazminang.id-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada wilayah yang aman selama masih ada negara yang belum terbebas dari Covid-19. Ia pun mendorong negara-negara di dunia untuk saling bekerja sama.

Hal itu Jokowi sampaikan saat membuka International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic yang digelar secara daring.

"Kita harus memperkokoh kerja sama di internal masing-masing negara dan juga kerja sama kita dengan negara-negara di dunia. Spirit kerja sama perlu ditekankan karena no one is safe until everyone is," kata Jokowi seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2).

    Jokowi meyakini setiap negara sudah melakukan upaya menanggulangi krisis pandemi. Namun, ia mengingatkan pentingnya kerja sama dalam memperkuat upaya tersebut.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan soal vaksin Covid-19. Jokowi menyebut masing-masing negara sibuk berebut vaksin untuk rakyat masing-masing.

    "Jangan pernah lupa bahwa kita harus terus mendorong agar kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua dapat terus kita dorong," ujarnya.

    Jokowi mengklaim Indonesia sudah aman terkain stok vaksin Covid-19. Indonesia telah menyepakati sejumlah pembelian vaksin dari beberapa perusahaan internasional.

    Meski begitu, Indonesia tak berpuas diri. Jokowi berkata Indonesia saat ini memperjuangkan akses vaksin Covid-19 bagi seluruh negara lewat organisasi internasional.

    "Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional. Namun, selalu berupaya berkontribusi bagi negara-negara lain, bagi dunia," katanya.

    Hingga kemarin, Senin (22/2), total kasus positif Covid-19 sebanyak 1.288.833 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.096.994 orang dinyatakan sembuh dan 34.691 orang lainnya meninggal dunia. (han/cnn)