×

Iklan


Siaga Erupsi, Perkampungan di Lereng Gunung Marapi Dipasang Rambu Evakuasi

20 Januari 2023 | 16:54:13 WIB Last Updated 2023-01-20T16:54:13+00:00
    Share
iklan
Siaga Erupsi, Perkampungan di Lereng Gunung Marapi Dipasang Rambu Evakuasi

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam memasang rambu evakuasi di sejumlah perkampungan kawasan Kecamatan Canduang atau lereng Gunung Marapi.

"Ini dalam rangka siaga bencana erupsi Gunung Marapi, sekaligus memudahkan evakuasi warga ketika terjadi erupsi," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Bambang Warsito, Jumat (20/1).

Dia menjelaskan, dalam pemasangan rambu dan survei ini, pihaknya melibatkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) nagari hingga kecamatan di wilayah sekitar lereng Gunung Marapi.

    "Hal ini agar KSB, pihak nagari dan kecamatan menjalin koordinasi yang lebih intens dalam penanggulangan bencana erupsi, jika intensitasnya semakin meningkat nantinya," katanya.

    Lebih lanjut dijelaskan Bambang, terdapat tiga titik atau wilayah lereng Marapi yang disurvei untuk pemasangan rambu evakuasi tersebut.

    "Tiga lokasi itu yakni Rumbai Cumantiang, Tabek Gadang dan Guguak yang menjadi wilayah perbatasan Lasi dan Bukik Batabuah, Kabupaten Agam," tuturnya.

    Bambang berujar, ketiga wilayah itu merupakan perkampungan paling dekat dengan kawah Gunung Marapi, sehingga hal ini mesti diwaspadai.

    Kendati begitu, kata dia, saat ini wilayah tersebut masih berada dalam radius aman.

    *Dalam radius aman sesuai imbauan pengamatan gunung api (PGA) yakni 3 km dari kawah, memang kampung ini masih terbilang aman tapi tentu kita harus bersiap," ujarnya.

    Bambang menekankan, survei dan pemasangan rambu evakuasi itu dilakukan juga dengan merunut data dari pos PGA Marapi.

    Pihaknya berharap, adanya pemasangan rambu jalur evakuasi tersebut, bisa mempermudah masyarakat jika nanti terjadi bencana di Gunung Marapi.

    "Kita harap masyarakat mengetahui dan memahami jika terjadi bencana. Kita minta pihak nagari atau KSB untuk mendata berapa jumlah warga yang berada di pemukiman terdekat," ujar Bambang.

    Bambang menambahkan, aktivitas warga Agam yang tinggal di sekitar gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu terpantau masih normal dan belum terganggu sejauh ini. (khz)