×

Iklan


Setiap Tahun Ada Saja yang Gantung Diri di Padang Pariaman

13 Apr 2021 | 22:38:03 WIB Last Updated 2021-04-13T22:38:03+00:00
    Share
iklan
Setiap Tahun Ada Saja yang Gantung Diri di Padang Pariaman
Kasus bunuh diri sepertinya rutin terjadi setiap tahun di Kabupaten Padang Pariaman, Setelah tahun 2020 lalu terjadi di Sintuk, Selasa siang (13/4) terjadi di Taluak Nibuang, Nagari Sandi Ulakan (foto: Ist/Net).

Ulakan, Khzanah--  Kasus bunuh diri sepertinya rutin terjadi setiap tahun di Kabupaten Padang Pariaman, Setelah tahun 2020 lalu terjadi di Sintuk, Selasa siang (13/4) terjadi di Taluak Nibuang, Nagari Sandi Ulakan.

 

    Warga Taluak Nibuang, Nagari Sandi Ulakan, Padang Pariaman, gempar. Seorang pemuda, Adi Saputra (35) yang baru sepuluh hari tinggal di kampung itu ditemukan tewas gantung diri di belakang kamar mandi sebuah mushala, Selasa (13/4) sekitar pukul 08.45 Wib.

     

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Padang Pariaman melalui Kapolsek Nan Sabaris, Iptu Zulkarnaini menyebutkan bahwa berdasarkan hasil visum dari petugas Puskesmas.

     

    Adi Saputra diduga tewas akibat gantung diri sekitar 10 atau 12 jam sebelum jasadnya ditemukan warga.

     

    Menurut informasi dari pihak keluarga, kata Kapolsek, korban sebenarnya lahir dan besar di Medan dan baru sekitar sepuluh hari lalu pulang ke Taluak Nibuang.

     

    Adik dari Ibu korban, Ida (45)  mengatakan sejak lahir Adi Saputra memang sedikit kurang sehat, seperti mengalami gangguan mental.

     

    Menurut Ida, selama di kampung, korban tidur di mushala dan sering bepergian, berjalan tanpa arah.

     

    Karena itu, pihak keluarga menyatakan menerima kenyataan tersebut dan tidak akan menuntut siapapun atas meninggalnya anak mereka. 


    Sebelumnya pada tahun 2020 lalu, seorang pria paruh baya, TH (48) warga Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya dengan mengunakan kabel listrik.

     

    Kapolsekta Pariaman saat itu, AKP. Irwandi mengatakan informasi tentang pria gantung diri di diketahuinya, sekitar pukul 08.30 WIB dari masyarakat.

     

    “Kebetulan Saya sedang berada di Desa Padang Birik-Birik, Kecamatan Pariaman Utara memantau kondisi destinasi wisata. Di saat itu didapat informasi ada warga Desa Sintuk yang ditemukan warga setempat meninggal dunia dengan gantung diri,” ucapnya.

     

    ” Korban tergantung dengan kabel telpon,“ ucapnya.

    Namun berdasarkan informasi di TKP, korban yang punya anak satu orang dan istri telah meninggal dunia, memiliki riwayat gangguan jiwa.

     

    Saksi Zamarni (50) dan Aptida Yeni mengetahui korban gantung diri di dalam rumahnya, karena masuk ke kediaman korban ingin mengambil cangkul.

     

    Begitu berada di dalam rumahnya, saksi melihat korban sudah tergantung dengan kabel listrik dalam kondisi tidak bernyawa, saksi langsung memberi tahu warga lainnya.

     

     

    Dijelaskan Kapolsekta Pariaman, keluarga korban menerima kenyataan ini.

    “Keluarga tidak bersedia dilakukan outopsi dan menandatangani surat, menerima musibah ini,” tuturnya n Syafrial Suger.