×

Iklan

UMK TAK SESUAI HARAPAN
Setelah Demo, Kini Buruh Gelar Mogok Kerja Nasional

01 Desember 2023 | 09:31:10 WIB Last Updated 2023-12-01T09:31:10+00:00
    Share
iklan
Setelah Demo, Kini Buruh Gelar Mogok Kerja Nasional

Bekasi, Khazanah – Setelah beberapa waktu lalu melakukan Demo Nasional, sekarang ribuan buruh melakukan aksi mogok nasional awalan di berbagai daerah industri, Kamis (30/11/2023). Terlihat arak-arakan massa aksi terlihat di Kawasan Industri EJIP, MM 2100, Delta Silikon, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Tak hanya di Bekasi, di berbagai industri lainnya aksi juga sedang berlangsung. Seperti di Cianjur, Jakarta, Jepara, Surabaya, dan lain sebagainya.

Panglima Koordinator Daerah Garda Metal Supriyatno yang memimpin aksi di Bekasi mengatakan aksi ini bukan kemauan buruh Bekasi, tapi karena tertantang dengan statement Pj Gubernur Jawa Barat yang mempersilakan buruh berdemo apabila tidak puas dengan keputusan kenaikan upah.

"Ini adalah mogok nasional awalan bersamaan dengan penetapan keputusan Gubernur. Jika UMK ditetapkan di bawah rekomendasi Bupati, bisa dipastikan akan ada mogok nasional lanjutan," ujarnya, Kamis (30/11/2023).

    Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan, Kamis (30/11/2023) ini menjadi penentu bagi perjuangan kaum buruh. Maka untuk memastikan perjuangan tersebut, para buruh di seluruh Indonesia akan melakukan aksi Mogok Kerja Nasional Awalan.

    "Mogok Nasional Awalan dilakukan besok, 30 November di beberapa kota industri dengan melibatkan ratusan hingga jutaan buruh di seluruh Indonesia," ujar Iqbal.

    "Mogok akan dijalankan pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Selesai di sini artinya sampai para gubernur memastikan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak diubah dari rekomendasi nilai yang diajukan oleh bupati dan wali kota di masing-masing daerah," ujarnya.

    Sebab pada 30 November, kata Said, kenaikan nilai UMK akan diputuskan oleh gubernur berdasarkan rekomendasi dari bupati dan wali kota, setelah didahului oleh Dewan Pengupahan Provinsi di masing-masing daerah.

    Khusus untuk di Jakarta, Said Iqbal juga meminta agar Gubernur DKI melakukan revisi kenaikan nilai UMP dari 3,6 persen mendekati 15 persen.

    "Tidak masuk akal DKI naik upah sebesar 3,6 persen sementara di daerah sekitarnya jauh melebihi dari 3,6 persen. Seperti di Kota Bekasi 14,02 persen, Kabupaten Bekasi 13,99 persen, Kota Depok 12,99 persen, dan lainnya, sehingga UMP DKI tidak boleh lebih rendah dari Jabodetabek," ungkapnya. "Aksi Mogok Nasional Awalan akan melakukan setop produksi, bahkan hingga melumpuhkan 100 titik di kabupaten/kota industri. Dengan 2 tuntutan yakni Revisi UMP DKI dari 3,6 persen mendekati 15 persen dan berlakukan UMK sesuai dengan rekomendasi dari bupati dan wali kota sebesar 10-14,2 persen," tuturnya.