×

Iklan


Seru, Perang Pengaruh Vaksin China-AS

13 Oktober 2021 | 09:41:37 WIB Last Updated 2021-10-13T09:41:37+00:00
    Share
iklan
Seru, Perang Pengaruh Vaksin China-AS
Para pekerja di pabrik farmasi Sinovac

Padang, Khazminang – Perang pengaruh sebagai pemasok vaksin Covid-19 antara China dan Amerika terus berlangsung. Awalnya AS tidak terlalu peduli dengan sumbangan atau hibah vaksin ke seluruh dunia dibanding China, tapi belakangan di era Joe Biden, AS mulai memberi perhatian terhadap donasi vaksin kepada negera-negara miskin.

Awalnya, pada Mei 2021 sumbangan AS hanya 80 juta dosis ketika China sudah sudah mengekspor 668 juta dosis ke seluruh dunia. Tapi Joe Biden kemudian menaikkan menjadi 500 juta dosis.

Biden, seperti dilansir oleh South China Morning Post,  tidak menyembunyikan niatnya: bahwa AS ingin melawan pengaruh China dan Rusia dengan menggunakan “gudang vaksin” untuk mengatasi pandemi.

    Ketika AS meningkatkan diplomasi vaksinnya, China telah meningkatkan sumbangannya dan mempercepat transfer teknologi dalam beberapa bulan terakhir, tetapi para analis mengatakan persaingan itu tidak mungkin mengurangi kekurangan bagi sebagian besar negara berkembang, atau menyebabkan perubahan geopolitik.

    China, tulis SCMP, telah lama membual bahwa komitmennya untuk memasok suntikan adalah barang publik global. Ini adalah pemasok vaksin terbesar ke negara berkembang. Pada 4 Oktober, China telah menjual 1,3 miliar dosis, menurut pelacak Bridge Consulting. Tetapi jumlah sumbangan (hibah) tetap kecil sebanding dengan penjualannya. “Hanya sekitar 71,9 juta dosis yang disumbangkan baik secara bilateral atau ke Fasilitas Covax,” seperti ditulis Bridge Consulting.

    Asisten Profesoro di Departemen Ilmu Politik Univeritas Nasional Singapura, Chong Ja Ian mengatakan bahwa itu adalah pendekatan lama China untuk menggunakan pinjaman atau kesepakatan komersial ketika "membantu" negara lain tapi sesungguhnya mereka sedang jualan. (eko/dari SCMP)