×

Iklan

LAKUKAN TES SWAB KEMBALI
Sekdaprov Sumbar Belum Tentu Positif Covid-19

14 Agustus 2020 | 20:41:12 WIB Last Updated 2020-08-14T20:41:12+00:00
    Share
iklan
Sekdaprov Sumbar Belum Tentu Positif Covid-19
Sekdaprov Sumbar Alwis

Padang, Khazminang.id – Benarkah Sekdaprov Sumbar Alwis positif terinfeksi Covid-19? Ternyata belum pasti. Setelah dikonfirmasi, Alwis mengatakan bahwa ia memang sudah lakukan rapid test dan hasilnya masuk kategori reaktif.

“Tapi untuk memastikannya, Dr.Andani Eka Putra mengatakan akan dilakukan tes swab,” kata Alwis.

    Alwis menyebutkan dirinya baru saja pulang berpergian ke Jakarta dan ketika menjalani tes rapid  di Bandara, hasilnya menyebutkan ‘reaktif’.

    Tentu saja ini membuat pihak yang pernah berinteraksi dengan Alwis jadi kelabakan. Dri pelacakan, Sekdaprov Jumat siang ia menghadiri acara sidang DPRD. Ia juga sudah berinteraksi dengan Gubernur, Wagub dan para staf di kantor gubernur.

    Apa arti ‘hasil tes reaktif’? Hasil reaktif atau non-teaktif adalah kesimpulan dari rapid test bukan swab.

    Rapid test adalah metode awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2. Ketika ada antigen yang masuk ke dalam tubuh kita, dalam hal ini virus SARS-CoV-2, sistem pertahanan tubuh kita akan melawan.

    Jika tubuh kita disamakan dengan sistem pertahanan negara, maka tentara dalam tubuh kita bernama sel darah putih. Ketika serangan musuh semakin hebat, maka makin banyak juga sel darah putih yang dikerahkan. Tidak semua sel darah putih menjadi tentara yang menyerang. Ada juga yang menjalankan fungsi sebagai mata-mata. Mereka bertugas membuat profil musuh, dalam hal ini profil virus yang akan dilawan.

    Setelah informasi profil virus terkumpul, akan ada tim khusus yang akan melawan virusnya. Tim khusus ini yang disebut sebagai antibodi. Untuk melawan virus, antibodi akan menempel pada antigen sehingga kemampuan virus memasuki sel dan memperbanyak diri dapat dicegah.

    Rapid test antibodi akan mendeteksi apakah ada antibodi dalam sampel darah yang diperiksa. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona.

    Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu. Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau Covid-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang reaktif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.