×

Iklan


Sejak Januari-Agustus, Terjadi 105 Kecelakaan Lalu Lintas di Agam

20 September 2022 | 15:02:42 WIB Last Updated 2022-09-20T15:02:42+00:00
    Share
iklan
Sejak Januari-Agustus, Terjadi 105 Kecelakaan Lalu Lintas di Agam
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di Agam. IST

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Satlantas Polres Agam mencatat, sejak bulan Januari hingga Agustus 2022, terdapat 105 kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya di daerah itu.

Kasat Lantas Polres Agam Iptu Apriman Sural mengatakan, kasus kecelakaan di wilayah Agam itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

"Meningkat cukup signifikan dibanding dengan periode yang sama di tahun 2021 yang hanya sebanyak 81 kasus," ujar Iptu Apriman Sural, Senin (19/9) kemarin.

    Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Agam, disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya dari kesalahan pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas.

    "Total ada 105 kasus laka lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Agam selama bulan Januari-Agustus tahun 2022. Jumlah ini cukup meningkat dibanding dengan tahun lalu yang hanya 81 kasus dalam waktu 8 bulan," katanya.

    Ia mengatakan, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Januari-Agustus 2022, setidaknya menimbulkan korban sebanyak 31 orang, dengan rincian kondisi meninggal dunia 23 orang, luka berat 4 orang, dan 4 orang luka ringan.

    Sementara total kerugian akibat kejadian tersebut tercatat sebanyak Rp552.300.000.

    "Total kerugian juga meningkat pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya sebanyak Rp221 juta dari 81 kasus," ujarnya.

    Ia mengakui, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas ini terjadi di jalan nasional yang melewati 4 wilayah kecamatan di Agam yakni Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Ampek Nagari, dan Palembayan.

    Selain tingginya volume kendaraan di jalur penghubung Padang-Pasaman Barat itu, kasus laka lantas terjadi disebabkan oleh faktor pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas.

    Selain itu, ia mengakui korban laka lantas didominasi oleh kalangan remaja atau pelajar. Hal ini diakibatkan karena rendahnya kesadaran mereka untuk tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas.

    "Kecelakaan lalu lintas terjadi akibat pengendara melanggar aturan berlalu lintas seperti tidak menggunakan helm, kebut-kebutan, tidak menghidupkan lampu kendaraan, hingga kelalaian dalam berkendara," katanya.

    Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK-Paud, SD, SMP, dan SMA.

    Program ini diketahui bernama 'Police Goes To School', dengan tujuan membangun kesadaran disiplin berlalu lintas kepada masyarakat sejak usia dini.

    "Sosialisasi selalu kita lakukan dengan menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas, kepada siswa dan guru sekolah," jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga memiliki sejumlah langkah-langkah pencegahan kasus kecelakaan lalu lintas, di antaranya melaksanakan giat preventif pagi di persimpangan yang dianggap rawan.

    Kemudian, melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas, memasang spanduk imbauan, dan meningkatkan patroli di jalan raya, baik siang maupun malam hari. (khz)