×

Iklan


Sebulan Setelah Tewas di Jepang, Jenazah Putri Belum Tiba Juga di Padang

20 September 2023 | 12:53:22 WIB Last Updated 2023-09-20T12:53:22+00:00
    Share
iklan
Sebulan Setelah Tewas di Jepang,  Jenazah Putri Belum Tiba Juga di Padang
Josi Putri bersama temannya

Padang, Khazminang.id -- Siapa lagi yang bisa membantu membantu warga Sumbar yang malang ini? Dasmawati, perempuan dari Padang Pariaman sudah sebulan menanti jenazah anaknya dari Jepang tapi tak kunjung datang.

Anak Dasmawati, adalah seorang pelajar Sumbar yang berada di Jepang tewas sebulan lalu, tapi jenazahnya tertahan di negeri Sakura itu lantaran masih ada proses hukum.

Pelajar bernama Josi Putri Cahyani (22) itu ditemukan tewas di Jepang diduga dibunuh kekasihnya. Jenazah tak kunjung dipulangkan ke kampung halaman, keluarga korban mengaku sudah pasrah.

    Dilansir dari TribunTrends, Dasmawati (42) ibu kandung Josi Putri Cahyani (22) hanya bisa pasrah jenazah anaknya yang tewas di Jepang belum juga bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Padang Pariaman.

    "Sudah hampir sebulan saya menunggu. Hingga sekarang belum juga ada informasi kapan dipulangkan. Menunggu, itu informasi yang saya dapat dari KBRI Tokyo," kata Dasmawati sepertti dikutip dari laman Kompas.com.

    Dasmawati mengatakan berdasarkan informasi dari KBRI Tokyo, pemulangan jenazah paling lambat 40 hari karena ada proses otopsi dari polisi Jepang.

    "Saya hanya bisa pasrah. Gimana jenazah anak saya selama itu. Tidak terbayangkan. Apalagi orang yang meninggal itu harus dikuburkan segera," kata Dasmawati.

    Dasmawati menyebutkan berdasarkan informasi jenazah anaknya diberi formalin agar bisa utuh.

    "Tapi saya tidak tahu apa masih utuh atau tidak. Saya hanya berharap jenazah anak saya segera dipulangkan biar bisa dimakamkan segera," kata Dasmawati.

    Josi Putri Cahyani, pelajar asal Sumatera Barat, ditemukan tewas di sebuah apartemen di Kota Maebashi, Prefektur Gunma, Jepang, Selasa (22/8/2023).

    Menurut sang ibu, ia mulai kehilangan kontak dengan Josi sejak pertengahan Agustus 2023.

    "Informasi yang sejauh ini kami terima dari Kepolisian Gunma adalah bahwa memang benar jenazah yang ditemukan adalah jenazah WNI atas nama Josi Putri Cahyani,” kata Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Titik Hamzah kepada Antara di Tokyo, Kamis (24/8/2023).

    "Saya minta keadilan. Saya harap pemerintah Indonesia dan Jepang memberi keadilan bagi anak saya," kata Daswati seperti dilansir Kompas.com.

    Keiichiro Kajimura, pria Jepang yang disebut diduga membunuh Josi Putri Cahyani. Namun kepada polisi Jepang ia membantah telah membunuh sang kekasih, Josi.

    Diberitakan sebelumnya, mayat Josi Putri ditemukan di sebuah apartemen wilayah Maebashi, Gunma dalam kondisi membusuk pada Selasa (22/8/2023).

    Diwartakan sebelumnya, jasad Josi Putri Cahyani ditemukan membusuk di sebuah apartemen wilayah Maebashi, Gunma pada Selasa (22/8/2023).

    Apartemen alias TKP tempat ditemukannya jenazah Josi tersebut adalah milik Keiichiro.

    Karenanya, polisi pun segera mencari Keiichiro, namun pria yang dikenal sebagai pengangguran itu justru tak bisa dihubungi.

    Hingga pada Kamis (24/8/2023) Keiichiro berhasil ditangkap saat hendak bepergian di Stasiun Metro Awajicho Tokyo.

    Josi tiba di Jepang untuk menimba ilmu di sekolah bahasa wilayah Maebashi. Sejak bulan April 2023 Josi tinggal asrama Nihonggo Gakkou.

    Ia --seperti diakui sang ibu Dasmawati--  aktif berkomunikasi dengan keluarga dan teman, Josi mendadak hilang sejak 17 Agustus 2023. Sejak itulah pihak ICJ hingga KBRI mencari keberadaan Josi.

    Hingga pada 22 Agustus 2023 lalu polisi menemukan jasad wanita di apartemen Keiichiro. Belakangan diketahui bahwa identitas wanita tersebut adalah Josi Putri Cahyani. (dari  tribun/jer)