×

Iklan


Sampaikan Protes, Puluhan Orang Tua Siswa Datangi Posko Pengaduan PPDB Sumbar

23 Juni 2021 | 19:06:02 WIB Last Updated 2021-06-23T19:06:02+00:00
    Share
iklan
Sampaikan Protes, Puluhan Orang Tua Siswa Datangi Posko Pengaduan PPDB Sumbar
Perwakilan orang tua siswa saat menyampaikan protes kepada Ketua Panitia PPDB Online SMA/SMK Sumbar, Suindra.

Padang, Khazminang.id-- Puluhan orang tua siswa ramai-ramai mendatangi posko pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA dan SMK di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (23/6/2021). 

Mereka memprotes terkait penghilangan syarat akreditasi sekolah oleh Disdik Sumbar dalam PPDB Online SMA SMK khusus jalur seleksi prestasi. Semua orang tua tersebut datang dari siswa-siswa yang berada di satu sekolah yang sama yaitu SMPN 8 Padang.

“Pada hari pertama pendaftaran, paginya anak kami melihat masih ada persyaratan pakai akreditasi sekolah, tapi sorenya tiba-tiba berubah, tidak lagi syarat akreditasi,” kata Dewi, salah satu orang tua siswa.

    Menurutnya, mental anak-anak akan kena karena nilai akreditasi SMP-nya A. Sementara sekolah lain tidak tahu bagaimana nilainya dan akreditasi harusnya menjadi parameter penilaian.

    Perwakilan orang tua siswa, Yosi Munir menjelaskan, bahwa puluhan orang tua yang datang ke posko pengaduan melakukan protes karena dalam PPDB Online SMA SMK tidak memasukkan akreditasi sekolah sebagai unsur penilaian untuk jalur pendaftaran prestasi.

    “Kita tidak terima, nilai-nilai siswa di sekolah berbeda setiap sekolah, tentu kita harus punya parameternya untuk menilai siswa yaitu akreditasi sekolah,” ucapnya.

    Menurut Yosi, dulunya sekolah dinilai berdasarkan hasil ujian nasional (UN). Sehingga akan nampak perbedaan dari satu sekolah ke sekolah lain. Sementara saat ini UN tidak diberlakukan lagi, sehingga harus ada parameter yang adil yaitu akreditasi sekolah.

    Yosi juga mengatakan, kalau nilai siswa di sekolah dengan sekolah yang lain disamaratakan, sementara nilai akreditasinya berbeda tentu itu tidak fair dan tidak adil. Harus ada suatu parameter yang membedakan antara satu sekolah dengan sekolah lain.

    Selain itu, pengumuman yang dilakukan oleh Disdik Sumbar sebelummya, menurutnya juga menyertakan akreditasi sekolah sebagai unsur penilaian. Anak yang lewat jalur prestasi akademik dinilai berdasarkan rapor semester I sampai semester V, jika sama maka dapat dinilai dengan memperhatikan jarak rumah siswa dengan sekolah.

    “Jadi penilaian berdasarkan rapor, nilai konversi, dan nilai akreditasi sekolah, flyer juga sudah diumumkan begitu jauh-jauh hari sebelum pembukaan PPDB,” terangnya.

    Sementara itu, Petugas Posko Pengaduan, M Zakiri mengatakan, pihaknya telah melaksanakan PPDB Online SMA SMK sesuai aturan. Dirinya membantah bahwa akreditasi sekolah dimasukkan sebagai unsur penilaian masuk SMA SMK.

    “Kita telah melaksanakan pendaftaran sesuai arahan dari Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB,” katanya.

    Terkait isu yang menyebar tentang akreditasi menjadi unsur penilaian, pihaknya mengatakan itu tidak benar. Akreditasi bukan unsur penilaian dalam PPDB SMA SMK. Namun, orang tua siswa tidak terima dengan jawaban petugas tersebut. Petugas PPDB meminta agar para ortu siswa mendatangi langsung Ketua Panitia PPDB. (Inoval Agesly)