×

Iklan


Rutan Lubuk Sikaping Over Kapasitas, Penambahan Ruang tak Bisa Lagi

07 Oktober 2021 | 14:48:33 WIB Last Updated 2021-10-07T14:48:33+00:00
    Share
iklan
Rutan Lubuk Sikaping Over Kapasitas, Penambahan Ruang tak Bisa Lagi
Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping. IST

Lubuk Sikaping, Khazminang.id-- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman melebihi kapasitas atau overload. Harusnya, Rutan tersebut hanya mampu menampung 113 warga binaan, namun faktanya kini Rutan tersebut dihuni oleh 128 warga binaan.

"Iya benar (over kapasitas). Itu harusnya kapasitas hunian sebanyak 113 warga binaan dan sesuai dengan standar Kemenkum HAM. Tapi saat ini jumlah hunian ada sebanyak 128 warga binaan, dengan jumlah ruangan 22 kamar," ungkap Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Lubuk Sikaping, Nofrizal.

Menurutnya, penambahan ruang kamar dan tempat tidur di Rutan tersebut, sudah tidak bisa lagi lantaean lokasi tempat dan luas tanah yang terbatas. Kendati demikian, ia menyebut warga binaan tak satupun ada yang mengeluh.

    "Tak bisa lagi, lokasi tempat dan luas tanah terbatas. Tapi melihat kondisi ini, alhamdulillah warga binaan tidak ada mengeluh terkait tempat kamar, yang dikeluhkan keterbatasan pengunjung karena saat ini tidak boleh tatap muka menjumpai warga binaan," sambung dia.

    Lebih lanjut dikatakan, tatap muka hanya bisa lewat video call WhatsApp (WA) yang disediakan oleh pegawai Rutan atas perintah Kementerian Hukum dan HAM.

    Ia menambahkan adapun kegiatan warga binaan di dalam Rutan yakni olahraga, bersih-bersih lingkungan dalam Rutan hingga keagamaan, untuk keagamaan dilaksanakan dua kali seminggu di hari Senin dan Kamis.

    Selanjutnya untuk titipan barang di Rutan seperti biasa diperiksa terlebih dahulu oleh pegawai dan dianjurkan kepada keluarga warga binaan jangan membawa barang ke Rutan seperti kaca, sendok atau barang-barang terlarang lainnya.

    "Sedangkan untuk razia di dalam kamar warga binaan selalu dilaksanakan seminggu dua kali dengan hari berbeda-beda, namun saat ini tidak ada ditemukan benda yang terlarang," ujarnya. (Heppy Kusnandar)