×

Iklan


Rumah Tempat Produksi Tuak di Padang Panjang Digerebek

07 Apr 2021 | 18:52:13 WIB Last Updated 2021-04-07T18:52:13+00:00
    Share
iklan
Rumah Tempat Produksi Tuak di Padang Panjang Digerebek
Satpol PP, Babinsa, serta Babinkamtibmas memperlihatkan barang bukti.

Padang Panjang, Khazminang.id-- Senja menjelang magrib diiringi cuaca mendung seakan hujan membasahi bumi, warga Kelurahan Balai-balai Padang Panjang, tepatnya sepanjang jalan A.R.Mansyur bancah Laweh, dikejutkan iring-iringan mobil Dalmas Satpol PP lengkap dengan anggotanya meyeruduk masuk ke sebuah warung kopi kecil yang diduga sebagai tempat memproduksi tuak.

Tak hanya Dalmas Satpol PP tapi juga ada unsur Polres, Koramil FKPM, RT dan juga Ketua Pemuda tengah menggerebek sebuah warung di tepi jalan A.R.Mansyur yang diduga tempat produksi tuak yang selama ini menjadi ganguan kenyamanan warga setempat.

1 jeriken berisi tuak dan 92 botol tuak suling siap edar, diangkut Satpol PP itu sebagai barang bukti. Lelaki "HD" (45) lalu dicokok sebagai terduga pemilik usaha produksi tuak di Kota Serambi Mekah itu.

    Albert Dwitra, Kepala Satpol PP Padang Panjang pada Khazanah dan Khazminang.id mengatakan, operasi itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Menurut dia, banyak masyarakat yang mencium bau tak sedap di sekitar lokasi kios sejak tiga bulan terakhir. Warga menduga kios itu dijadikan tempat produksi dan jual beli miras. 

    Albert menjelaskan pada Selasa sore dia menurunkan tim patroli berpakaian preman. Tapi aktivitas baru terlihat ketika senja menjelang malam hari,

    Ia menjelaskan, sekitar pukul 19.00 WIB, terlihat seorang lelaki di dalam kios tersebut. Setelah melakukan kegiatan di dalam kios itu, lelaki itu keluar membawa tentengan berupa sebuah karung menggunakan sepeda motor.

    Setelah diikuti sekitar ke tempat satu lokasi petugas melihat lelaki itu karena curiga karung yang dibawanya berbau miras. Lelaki itu membuka bawaannya di lokasi, di mana di sana ada teman temannya, ternyata benar barang yang dibelinya di warung tadi adalah tuak.

    "Jadi modusnya sebuah warung. Ternyata di dalamnya jadi tempat untuk memproduksi tuak," kata dia.

    Albert menjelaskan dalam kasus ini ditemukan dugaan pelanggaran Ps 10 ayat (1) jo Ps 18 ayat (7) Perda No 9/2010 ttg Pencegahan, Pemberantasan, dan Penindakan Penyakit Masyarakat di RT 24 Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat.

    Adapun sanksinya pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta. Kini barang bukti berupa 92 botol air mineral 600 ml berisi tuak suling penuh, 1 ember besar berisi tuak ± setengahnya, 1 toples berisi tuak penuh, 2 buah jeriken, 1 ember cat, 4 teko, bekas tempat tuak tersebut diamankan ke markas Satpol PP. 

    Ketua RT 24 Kelurahan Balai Balai Padang Panjang Lisa Handayani didampingi Ketua FKPM Balai Balai Amrizal Hasan mengatakan, keberadaan HD sebetulnya sudah lama dilaporkan pada kelurahan atas tingkah dan usaha nya yang bikin warga sekitar tak nyaman. Hal itu juga dibenarkan Babinkamtibmas Balai-balai Eko Oktavianus. (Paul Hendri)