×

Iklan


Revitalisasi Pasar Serikat Lubuk Basung Senilai Rp2,3 Miliar Dimulai

05 Agustus 2022 | 16:43:29 WIB Last Updated 2022-08-05T16:43:29+00:00
    Share
iklan
Revitalisasi Pasar Serikat Lubuk Basung Senilai Rp2,3 Miliar Dimulai

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Revitalisasi Pasar Serikat Lubuk Basung, Kabupaten Agam telah dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, Kamis (4/8) kemarin.

Peletakan batu pertama revitalisasi pasar ini disambut antusias, yang dibuktikan kehadiran Sekdakab Agam Edi Busti, Disperindagkop dan UKM Agam, ninik mamak, tokoh masyarakat dan pengurus pasar.

Revitalisasi pasar ini memanfaatkan dana APBN Tugas Pembantuan 2022 dari Kementerian Perdagangan, dengan nilai kontrak Rp2,3 miliar.

    Proyek ini dikerjakan CV Prima Karya Abadi, dengan lama pengerjaan 150 hari kalender.

    "Ini bentuk penyaluran aspirasi pada masyarakat, yang programnya bekerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan," ujar Nevi Zuairina.

    Dengan dilakukannya revitalisasi pasar ini, Nevi berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat jadi lebih baik ke depannya.

    Sekdakab Agam, Edi Busti mengatakan, revitalisasi pasar ini sudah lama diimpikan masyarakat, terutama pedagang yang berjualan di pasar itu.

    "Terima kasih pada Ibu Nevi Zuairina yang telah berupaya membawa anggaran dari pusat untuk merevitalisasi pasar ini," ucapnya.

    Menurutnya, pasar yang representatif akan berikan kenyamanan bagi pengunjung baik pedagang maupun konsumen.

    "Selain miliki bangunan yang memadai, pedagang juga akan tertata dengan baik sesuai jenis dagangannya masing-masing," katanya.

    Sementara itu, Kabid Pasar Disperindagkop dan UKM, Riza Oktafiendi menyebutkan, dana Tugas Pembantuan ini diperoleh berkat usaha ibu Nevi Zuairina ke Kementerian Perdagangan.

    "Dana Tugas Pembantuan ini dialihkannya untuk merevitalisasi pasar serikat Lubuk Basung," sebutnya.

    Ia menjelaskan, sarana yang dibangun di pasar serikat ini berupa kantor pasar, pusat kuliner, los buah, los sayur, los bumbu, los ikan dan ayam, 8 kios, kamar mandi serta ruang tera ulang.

    "Sebelumnya revitalisasi pasar ini sempat tertunda akibat refocusing anggaran dari pusat di 2019," kata Riza. (khz)