×

Iklan


Retak Hubungan Keluarga Jokowi - PDIP Setelah Gibran Mencawapreskan Diri untuk Prabowo

31 Oktober 2023 | 08:37:54 WIB Last Updated 2023-10-31T08:37:54+00:00
    Share
iklan
Retak Hubungan Keluarga Jokowi - PDIP Setelah Gibran Mencawapreskan Diri untuk Prabowo
Joko Widodo, Megawati dan Ganjar Pranowo

Jakarta, Khazminang.id -- Gejala keretakan keluarga Jokowi dengan PDIP disebut mencapai puncaknya saat putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, terpilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, calon presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Adapun PDIP selama ini mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dalam Pilpres 2024.

Pengakuan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, partainya kecewa dengan keluarga Presiden Joko Widodo karena meninggalkan PDIP - hubungan yang disebut pengamat politik ‘ibarat orang pacaran yang sudah pisah, tidak ada apa-apanya’.

    Dikutip dari laman BBC Indonesia, Peneliti pusat riset politik BRIN, Firman Noor, mengatakan hubungan keluarga Jokowi dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri memang sudah lama ‘panas-dingin’, hanya sekarang baru terlihat jelas indikasi keretakannya. Firman menilai Jokowi merupakan sosok yang merasa bisa berdiri sendiri tanpa berafiliasi dengan partai tertentu.

    “Dia sekarang sudah merasa kuat posisinya, dia sudah merasa di atas PDIP. Jadi ke mana pun dia bisa, tinggal tunjuk. Bahkan, dia bisa saja membuat partai sendiri,” ungkapnya.

    Simaklah komentar kekecewaan Hasto: “Kader hingga simpatisan kecewa terhadap keluarga Jokowi yang dinilai meninggalkan PDIP setelah melalui lima pilkada dan dua pilpres bersama. Padahal kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan konstitusi,” ujar Hasto seperti dilansir oleh detikcom.

    Bahkan, mencawapreskandiri sebagai pendamping Prabowo, Gibran dinilai oleh kalangan PDIP sebagai pembangkangan terhadap partai. “Dia telah melakukan pembangkangan, telah melakukan sesuatu yang berbeda dengan garis keputusan partai. Maka dengan sendirinya, di atas hukum, ada etika politik,” ungkap Ahmad Basarah, salah satu Ketua DPP PDIP.

    Tapi di mata dosen Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Firman Noor, renggangnya hubungan antara keluarga Jokowi dan PDIP sudah lama terlihat indikasinya. Ada rasa ‘kurang sreg’ Jokowi karena sering-sering disebut oleh Megawati sebagai petugas partai.

    “Mendaftar jadi Cawapresnya Prabowo sudah menunjukkan sikap keluarga Jokowi, bahwa mereka tidak akan membesarkan Ganjar Pranowo yang diusung PDIP.

    Pakar komunikasi politik dari Universitas Multimedia Nusantara, Silvanus Alvin, seperti dilansir laman BBC Indonesia menilai sikap Jokowi sebenarnya cenderung mendua. Sebab, menurut Silvanus, siapapun di antara kedua pasangan itu yang menang, Jokowi akan diuntungkan.

    “Pada akhirnya yang diuntungkan di sini adalah pihak Jokowi. Baik PDIP maupun koalisinya Prabowo, di situ ada sentuhan Jokowi di dalamnya,” kata Silvanus. (eko/dai berbagai sumber)