×

Iklan


Respons Kepala SMKN 1 Rahul Tapan Pessel Usai Dituding Selewengkan Dana Komite

17 Mei 2024 | 15:37:38 WIB Last Updated 2024-05-17T15:37:38+00:00
    Share
iklan
Respons Kepala SMKN 1 Rahul Tapan Pessel Usai Dituding Selewengkan Dana Komite
SMK Negeri 1 Rahul Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Painan, Khazminang.id-- Radinin, Kepala SMK Negeri 1 Rahul Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, membantah tudingan yang menyebut dirinya menyelewengkan dana komite sekolah tersebut.

Dia angkat bicara usai tudingan yang disampaikan Ketua Komite SMK Negeri 1 Rahul Tapan, Rasyidin itu menyeruak ke media, yang menyebut laporan dana komite dibuat fiktif alias tak sesuai peruntukannya.

Menurut Radinin, saat semester anak, pembayaran sumbangan komite dipungut oleh bendahara. Kemudian dana tersebut dialokasikan untuk pembayaran gaji guru dan karyawan.

    Seluruh alokasi dana komite itu, kata dia, diketahui dan ditandatangani amprahnya oleh ketua komite untuk persetujuan pembayaran, termasuk soal berapa uang masuk dan uang keluar.

    "Termasuk saya mengetahui selaku kepsek. Jadi, apa yang dituduh kepada saya itu tidaklah benar. Semua itu bisa saya pertanggung jawabkan," kata Radinin dikonfirmasi Khazminang.id, Jumat (17/5).

    Lebih lanjut dikatakan, Radinin menganggap Rasyidin selaku ketua komite tidak memahami bagaimana sistem keuangan komite karena baru menjadi ketua komite pada Februari 2024 lalu.

    Untuk itu, dengan tegas Radinin meminta ketua komite tersebut mengklarifikasi semua tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.

    "Jadi saya minta yang bersangkutan harus mengklarifikasi semua ini karena dia telah mencemarkan nama baik saya. Kalau tidak, saya akan tempuh jalur hukum," tegasnya.

    Sebelumnya, dana komite SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, disebut disalahgunakan oleh kepala sekolah. Di mana, sasarannya tidak sesuai peruntukan.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Komite SMK Negeri 1 Rahul, Rasyidin. Ia mengatakan, laporan dana komite selama ini dianggap fiktif atau tidak sesuai dengan pengeluaran.

    Rincian pengeluaran yang menggunakan dana komite sekolah, menurut dia, banyak yang tidak wajar dan tanpa ada konfirmasi ke pihak komite.

    "Kami selaku pengurus, kaget dengan adanya biaya yang harus dikeluarkan yang lumayan membengkak," ucap Rasyidin saat ditemui wartawan, Kamis (16/5) siang.

    Ia menuturkan, pihaknya pengurus baru yang terpilih pada Februari 2024 kemarin atas usulan dari wali murid, meminta rincian laporan komite tiap bulannya.

    Namun, kata Rasyidin, saat diminta rincian tersebut, kepsek dan bendahara malah berkilah dan berbelit dalam menyampaikan rincian tersebut.

    "Bahkan, kami diancam oleh kepala sekolah, agar komite ditutup, dalih untuk menghilangkan data yang kami minta," tuturnya.

    Pengurus komite minta kepada aparat penegak hukum (APH) dan BPK maupun dinas terkait, agar bisa mengambil tindakan dengan memeriksa Kepala SMKN 1 Rahul Tapan karena diduga ada indikasi penyalahgunaan dana komite sekolah.

    "Selama ini memang sering laporan dan aduan dari wali murid serta masyarakat, adanya indikasi penyalahgunaan dana sekolah oleh kepala sekolah," tutupnya. (Mil Hendrawandi)