×

Iklan


Ratusan Pohon Jati Dikuasai Sekda, Impian SMKN 2 Tanah Datar Memiliki Bus Sekolah Terancam Gagal

03 Mei 2021 | 13:25:09 WIB Last Updated 2021-05-03T13:25:09+00:00
    Share
iklan
Ratusan Pohon Jati Dikuasai Sekda, Impian SMKN 2 Tanah Datar  Memiliki Bus Sekolah Terancam Gagal
Keinginan pihak SMKN 2 Batusangkar untuk memiliki bus sekolah dengan uang hasil kerja mereka sendiri akhirnya harus tertunda sampai waktu yang tidak pasti, bahkan bisa saja gagal karena pohon jati yang mereka tanama dilarang ditebang oleh Plh. Sekda tanah Datar (foto: Istimewa).

    Batusangkar, Khazanah--- Keinginan pihak SMKN 2 Batusangkar untuk memiliki bus sekolah dengan uang hasil kerja mereka sendiri akhirnya harus tertunda sampai waktu yang tidak pasti, bahkan bisa saja gagal.

     

    Pasalnya ratusan batang kayu jati yang sudah berusia lebih 15 tahun  di lahan praktek siswa yang rencananya akan ditebang dan hasil penjualannya akan gunakan untuk membeli bus tersebut, dilarang ditebang oleh Plh. Sekda Tanah Datar, Edisusanto.

     

    Bukan itu saja, Edisusanto juga mengancam akan mempolisikan pihak sekolah dan dan komite jika tetap menebang pohon tersebut, meski pohon tersebut ditanam oleh siswa dan bibitnya dibeli dari uang sekolah.

     

    Edi Susanto bersikukuh tidak menyetujui pohon-pohon jati itu ditebang oleh pihak SMK 2 Batusangkar dan mengklaim pohon jati yang berada di lingkungan SMP 5 dan  Diklat BKSDM merupakan milik Pemkab Tanah Datar dan dimanfaatkan Pemerintah Daerah Tanah Datar yang bisa menjadi pendapatan lain-lain bagi daerah.

     

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Khazanah/Khazminang.id, pohon jati itu sebelumnya ditanam siswa SMKN 2 Batusangkar di lahan praktek sekolah itu.

     

    Sebelumnya, sebagai salah sekolah yang kejuruan pertanian, tentunya mempunyai lahan untuk budidaya tanaman dan tanaman praktek bagi para siswa.

     

    Sekolah yang punya tiga jurusan itu juga mengharuskan para siswa melakukan pratek tanaman keras, untuk praktek tanaman keras majelis guru menyetujui menanam pohon jati, selain untuk penghijauan juga bernilai ekonomi.

     

    Dengan dasar itu, maka dilakukanlah penanaman ratusan pohon jati oleh siswa pada lahan-lahan praktek sekolah itu.

     

    Hanya saja ketika bupati Shadiq Pasadigoe merencanakan Bukit Gombak sebagai pusat pendidikan di Tanah Datar, maka di lokasi SMK 2 Batusangkar itu dibangun Bangunan SMP 5 yang akhirnya menjadi sekolah unggulan tingkat SLTP.

     

    Selanjutnya masih memanfaatkan lahan praktek SMK 2 Batusangkar juga dibangun SMA 3 dan juga menjadi sekolah unggulan tingkat STLA, sementara lokasi lainnya yang berada diujung lapangan pacu kuda Bukit Gombak yang juga lahan praktek sekolah itu akan dimanfaatkan untuk Diklat BKPSDM Pemkab Tanah Datar.

     

    "Tanah Diklat  dulunya diminta oleh Pemda Tanah Datar kepada pihak sekolah dan ketua komite untuk di jadikan diklat bagi BKPSDM," kata Ketua Komite SMKN 2 Tanah Datar, Jumharman, Sabtu (1/5).

     

    Pihak kepala sekolah dan komite sebut Jumhaan menyetujui penyerahan lahan tersebut, pasalnya untuk meningkatkan SDM di Tanah datar khususnya untuk para ASN.

     

    "Saat penyerahan tanah tersebut, pohon jati yang ada ditanah itu sudah besar dan berumur lebih dari 1 tahun," katanya.

     

    Dijelaskan Juharman, dalam serah terima lahan disepakati, pohon jati yang ditanam oleh siswa untuk praktek tetap milik SMKN 2, boleh ditebang bila diperlukan, hal itu lansung didengar  Kepala BKPSD Suhermen yang kini menjabat Asisten I Pemkab Tanah Datar (Novrizal Sadewa).

    ´╗┐